
Keesokan paginya Nabil dan kedua orang tuanya sudah siap untuk pergi ke rumah sakit lagi menjenguk Shanum. Barra juga baru saja mendapat kabar dari Bagas kalau keadaan Shanum sudah membaik, dan hari ini juga diperbolehkan pulang.
“Mama tidak ingin melihat wajah tak semangat dari anak laki-laki Mama. kalau kamu benar-benar mencintai Shanum, kamu harus terus semangat berjuang.” Ucap Carissa pada Nabil yang sejak tadi menunjukkan wajah tak berssemangat.
Nabil mengangguk dan memaksakan senyum pada Mamanya. Jujur saja, untuk menemui Shanum yang baru saja sembuh membuat Nabil takut jika wanita itu akan kembali pingsan seperti kemarin. Dan pastinya itu akan berdampak pada janin dalam kandungan Shanum.
“Baiklah, Ma. Ayo kita berangkat sekarang!” ajak Nabil kemudian.
Beberapa saat setelah berkendara menuju rumah sakit, akhirnya Nabil dan kedua orang tuanya tiba. Mereka langusng menuju ruang rawat Shanum. Dan di depan ruangan itu ada Bagas dan Rosma yang sedang duduk di kursi tunggu.
“Bagaimana keadaan Shanum? Kenapa kalian berdua malah di sini?” tanya Barra heran.
“Shanum sudah membaik keadaannya. Di dalam ada temannya, jadi kami keluar saja memberikan waktu untuk Shanum dan temannya.” Jawab Bagas.
Barra dan Carissa mengangguk. Namun tidak dengan Nabil. dia merasa kalau yang ada di dalam itu adalah Andra. Dan dia tidak mau jika Shanum hanya berdua saja dengan Andra.
“Om, Tante, bolehkah Nabil masuk?” tanya Nabil.
Bagas dan Rosma saling lirik, lalu keduanya mengangguk mempersilakan Nabil masuk. Lagipula di dalam ada teman Shanum. Pasti anaknya baik-baik saja jika bertemu Nabil.
Cklek
Nabil masuk ke dalam ruang rawat Shanum. Dan benar, di sana ada Andra. Tapi Andra tidak berduaan dengan Shanum, melainkan ada satu lagi perempuan yang Nabil sendiri tidak mengenalnya.
__ADS_1
Kedatangan Nabil mencuri atensi ketiga orang yang ada di ruangan itu. Namun reaksi Shanum saat melihat Nabil justru membuang muka. Kenapa pria itu kembali lagi. bukankah dia sudah mengusirnya.
“Bagaimana keadaan kamu, Shanum?” tanya Nabil dengan lirih mendekati brankar Shanum.
Andra yang sedang berdiri tak jauh dari brankar Shanum hanya bisa diam saat melihat reaksi Shanum bertemu Nabil. tapi tidak untuk perempuan di sampingnya, yaitu Kayla.
“Eh, Mas ini? masih ingat aku nggak?” Tanya Kayla dengan antusias.
Sedangkan Nabil mencoba mengingat siapa perempuan yang sedang bertanya padanya itu. tetap saja Nabil tidak ingat apa-apa.
“Perkenalkan, aku Kayla. Kita dulu bertemu saat membeli buah. Dan kita rebutan buah yang sama. Sudah ingat?” Kayla kembali mengingatkan Nabil.
“Yang itu loh, Mas. Mas menginginkan buah segar dari pedagang yang jual buah segar di gerobak. Kita sempat rebutan, dan aku bilang kalau buah itu sangat diinginkan teman saya yang sedang ngidam. Kasihan suaminya meningg- hmmpppp”
Andra segera membungkam mulut Kayla saat akan mengatakan kalau suami Shanum meninggal. Padahal Nabil lah pria yang telah menghamili Shanum. Sedangkan nabil juga baru ingat. Ternyata saat itu Kayla membelikan buah untuk Shanum. Tapi Nabil ingat satu hal kalau saat itu Kayla mengatakan suami Shanum meninggal. Sontak saja wajah Nabil tampak pias. Benarkah Shanum menganggapnya meninggal.
“Apa?” pekik Kayla terkejut sekaligus sangat malu.
Tak lama kemudian Andra mengajak Kayla keluar dan membiarkan Nabil bicara dengan Shanum. Sebelumnya Andra sempat menepuk bahu Nabil pelan untuk memberikan semangat pada temannya itu.
Shanum yang sedang duduk bersandar di brankar masih membuang muka. Dia malas menatap wajah Nabil, atau bahkan berbicara dengan pria itu. namun, mau kabur juga tidak mungkin.
“Shanum, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf dari kamu.” Ucap Nabil lirih melihat wajah Shanum yang sejak tadi sama menoleh ke samping.
__ADS_1
“Aku sudah memaafkanmu. Sekarang pergilah, jangan laagi temui aku.” ucap Shanum tanpa menatap Nabil sedikitpun.
Akhirnya Shanum mau bicara dengan nabil. walau jawaban Shanum bukanlah jawaban yang diinginkan Nabil.
“Kumohon Shanum, beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku. Anak yang dalam kandungan kamu juga membutuhkan figur seorang ayah. Aku janji tidak akan lagi menyakiti kamu.” Ucap Nabil dengan sungguh-sungguh.
“Mudah sekali kamu bilang seperti itu tanpa tahu bagaimana perasaanku selama ini. bagaimana hancurnya hatiku saat dengan teganya kamu tidak mau disalahkan atas kejadian itu. dan sekaramg kamu datang ingin bertanggung jawab. Lebih baik kamu pergi sekarang juga! aku sudah memaafkan kesalahan kamu. Aku akan melupakan semua kejadian itu. biarkan aku yang merawat anakku sendiri. Pergi!!!” Teriak Shanum histeris.
Nabil tidak tega melihat kesdihan dan kekecewaan yang dirasakan Shanum saat ini. bukannya Nabil pergi seperti yang dikatakan oleh Shanum, namun pria itu justru memeluk Shanum dengan sangat erat.
Shanum terus memberontak. Namun semakin lama tubuhnya semakin lemah dan hanya terdengar isakan kecil.
“Pergi! Pergi!” lirih Shanum dalam dekapan Nabil.
Nabil terus mendekap tubuh Shanum tanpa berniat melepaskannya. Dia terus menggumamkan kata maaf pada Shanum.
“Aku mencintaimu, Shanum. Maafkan aku baru menyadari perasaan itu setelah kamu memutuskan pergi dari hidupku.”
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading!!