Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 29 ~ Bertemu Andra


__ADS_3

Kini perut Shanum sudah merasa lebih baik setelah dibuatkan minuman hangat oleh Bi Asih. Akhirnya jus mangga yang diminta tadi, urung ia minum. Takutnya asam lambung Shanum sedang naik, jadi tidak baik jika minum jus mangga yang rasnaya masam itu.


Shanum merebahkan tubuhnya. Kepalanya masih terasa pusing. baru saja Bi Asih memberinya obat sakit kepala berharap rasa pusing itu bisa segera hilang.


Beruntungnya selama seminggu ke depan job Shanum sudah selesai. Seminggu lagi rencananya ada pemotretan di luar kota. Tapi ia belum memutuskan untuk mengambilnya atau tidak. Apalagi saat ini kondisinya sedang kurang sehat. Akan sangat berbahaya jika dipaksakan untuk pergi.


Semalam suntuk tidur Shanum sangat nyenyak. Hingga pagi-pagi buta dia terjaga lantaran perutnya kembali mual. Dengan mata yang sebenarnya masih ngantu, Shanum harus berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.


“Kenapa sih aku ini?” gumamnya setelah membersihkan mulutnya.


Shanum kembali merebahkan tubuhnya tapi sudah tidak bisa tidur lagi. setelah memastikan tubuhnya lebih baik, akhirnya ia kelar kanar dan turun ke bawah untuk membuat minuman hangat.


“Non Shanum? Tumben sudah bangun, Non? Ini masih sangat pagi loh.” Tanya Bi Asih terkejut saat wanita paruh baya itu sedang mencuci sayuran untuk dimasak.


“Buatin minuman hangat dong, Bi! Perutku nggak enak, baru saja habis muntah.” Keluh Shanum lalu duduk di kursi.


Bi Asih hanya mengangguk dan langsung membuatkan minuman untuk maajikannya. Wanita paruh baya itu juga khawatir dengan keadaan Shanum. Apalagi kedua orang tua Shanum menitipkan padanya untuk menjaga Shanum dan memberi kabar apapun tentang Shanum.


“Ini Non minum dulu!” Bi Asih memberikan segelas minuman hangat yang sudah dicampur sedikit rempah-rempah.


Shanum merasa perutnya hangat setelah minum buatan Bi Asih. Lalu Bi Asih membiarkan Shanum duduk menemaninya memasak di dapur.


“Apa tidak lebih baik Non pergi ke dokter saja? siapa tahu memang perut Non yang sedang bermasalah?” tanya Bi Asih memberi solusi.


“Nanti saja, Bi. Kalau perutku sudah tidak apa-apa, tidak perlu pergi ke dokter. mungkin hanya efek kelelahan saja. ditambah lagi pola makanku akhir-akhir ini tidak teratur.” Jawab Shanum lalu kembali meminum minumannya.


Saat sinar matahari sudah mulai terlihat, Shanum memutuskan untuk pergi jalan-jalan. Mungkin dengan menghirup udara segar di pagi hari bisa membuat kondisinya membaik.

__ADS_1


Shanum kali ini jalan-jalan ke area perkebunan teh tak jauh dari rumahnya. Hawa sejuk dan segar di sekitarnya membuat Shanum tidak sadar kalau dia sudah sampai perkebunan itu. benar saja, hawa segar di pagi hari yang Shanum hirup membuat tubuhnya lebih baik. Bahkan matanya sangat dimanjakan oleh pemandangan hijau yang tampak asri.


Seseorang yang kebetulan juga sedang jalan-jalan di area perkebunan itu melihat Shanum juga berada di sana. Dia sangat penasaran dan ingin memastikan apakah itu benar Shanum atau bukan.


“Shanum!” Panggil seorag pria mendekati Shanum.


Sontak saja Shanum langsung menoleh ke sumber suara. Dia terkejut karena ada orang yang mengenalnya di tempat barunya ini. Shanum melihat pria itu dengan bingung. Karena sama sekali tidak mengenalnya.


“Apa benar kamu Shanum?” tanya pria itu kembali memastikan.


“Iya. kamu siapa?” Tanya Shanum balik.


“Apa kamu lupa dengan wajahku? Aku Andra. teman Nabil, sepupu kamu yang dulu pernah mengantarnya pulang saat dia mabuk.” Jawab Andra dengan tersenyum manis menatap Shanum.


Deg


Tanpa menjawab pertanyaan Andra, Shanum segera pergi dari tempat itu. dia tidak ingin mengenal seseorang yang ada hubungannya dengan Nabil. Pastinya akan kembai memngingat luka yang telah ditorehkan oleh Nabil.


“Tunggu, Shanum!” Panggil Andra merasa aneh saat melihat reaksi Shanum seperti ketakutan.


Shanum terus berjalan menuju rumahnya. Dia berharap Andra tidak mengikutinya. Lagipula ia sama sekali tidak mempunyai kepentingan dengan pria itu.


“Shanum!” Rupanya Andra berhasil mencekal tangan Shanum. Dan Shanum terus meronta agar Andra melepas cekalan tangannya.


“Kenapa kamu mengikutiku? Aku tidak kenal kamu dan kita tidak ada urusan apapun.” Ucap Shanum dengan kesal.


Beruntungnya suasana di sekitarnya tidak ada orang lewat. Jadi Andra akan aman dan bisa mengajak Shanum bicara baik-baik.

__ADS_1


“Maaf, tolong beri aku kesempatan untuk bicara denganmu. Aku janji tidak akan memberitahu pada Nabil.” Ucap Andra seolah merasa ada yang aneh dengan Shanum saat mendengar nama Nabil.


Dengan berat hati akhirnya Shanum memberikan Andra kesempatan untuk bicara. Dia mencari tempat duduk yang nyaman di sekitar perkebunan teh itu. Shanum duduk dengan memberi jarak pada Andra.


“Aku sekarang tinggal di sini. lebih tepatnya Papaku yang mengusirku dan menempatkanku di perkebunan teh ini.” ucap Andra mengawali obrolan.


“Lalu apa urusannya dengan aku? aku sama sekali tidak peduli.” Sahut Shanum.


“Apa kamu tahu, kalau Papaku mengusirku kesini karena ulah Nabil.” Lanjut Andra dan berhasil membuat Shanum menoleh pada pria itu.


Andra menundukkan kepalanya sedih. Ia menceritakan semuanya pada Shanum. Tentang rencananya yang telah memasukkan obat peranggsang ke dalam minuman Shanum saat pesta waktu itu. demi satu tujuan yaitu agar Nabil bisa serius pada Shanum, karena dia sangat yakin kalau Nabil mulai jatuh cinta pada Shanum. Namun sayangnya rencana itu membuat Nabil murka hingga memberikan efek jera seperti sekarang ini.


Dada Shanum bergemuruh mendangar pengakuan Andra. Jelas saja dia sangat marah pada Andra. Namun sayangnya nasi sudah menjadi bubur.


“Maafkan aku, Shanum!” ucap Andra memohon.


“Mudah sekali kamu meminta maaf setelah apa yang dilakukan oleh pria berengsek itu akibat ulah kamu, hah? Tanpa perasaan dia menolak bertanggung jawab atas perbuatannya. bahkan ia mengusirku dari kantor.” jawab Shanum dengan air mata mengalir dengan deras.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2