Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 22 ~ Pergi Jauh


__ADS_3

Usai Nabil mengakhiri meetingnya dengan Tuan Vincent, Shanum memilih undur diri terlebih dulu. Karena ia sangat tidak nyaman dengan tatapan Tuan Vincent. Sedangkan Nabil mengantar kliennya itu pulang sampai depan lobby sebagai ucapan rasa hormatnya. Bagaimana pun juga perusahaan Tuan Vincent adalah perusahaan besar. Meskipun perangai pria itu tidak baik menurut Nabil, tapi untuk urusan bisnis, kemampuan pria itu sangat diacungi jempol.


Usai mengantar Tuan Vincent, Nabil kembali ke ruangannya. Dia berjalan sambil mengendurkan dasinya. Wajahnya masih menunjukkan kekesalanya pada Shanum yang menurutnya lancang karena menjawab pertanyaan Tuan Vincent. Padahal Tuan Vincent hanya menanyakan namanya.


Kevin yang kebetulan berpapasan dengan Nabil bisa melihat aura wajah bosnya sangat berbeda dari biasanya. Apalagi melihat Nabil sudah memasuki ruangan CEO. Dia takut terjadi hal buruk dengan Shanum. Tapi sayangnya Kevin tidak bisa masuk begitu saja ke ruangan Nabil sekadar memastikan kalau Shanum baik-baik saja.


Brakk


Nabil menutup pintu ruangannya dengan keras lalu menguncinya dengan cepat. Shanum yang sedang sibuk mennyalin hasil meeting tadi terperanjat kaget saat mendengar suara pintu tertutup dengan keras. Kemudian tatapannya tertuju pada Nabil yang sudah menatapnya dengan tajam.


“Kamu memang benar-benar murahan! Wanita murahan!” umpat Nabil sambil menunjuk Shanum.


Posisi Nabil saat ini sudah berdiri tepat di hadapan Shanum yang masih duduk di kursinya. Jelas saja Shanum sangat sakit hatinya mendengar hinaan Nabil. Atas dasar alasan apa sampai Nabil menyebutnya murahan. Kenapa mudah sekali berbicara kotor seperti itu.


“Apa maksud Kak Nabil?” Shanum memberanikan diri menatap Nabil yang sedang marah. Bahkan ia tidak lagi memamnggil Nabil dengan panggilan Tuan.


“Ck, kamu pasti senang bukan saat bertemu dengan Vincent tadi?” Nabil berkata sambil mendekati Shanum. Bahkan tangannya sudah menarik kerah baju Shanum hingga tubuh keduanya sangat dekat tak berjarak.


Nafas Nabil semakin memburu mengingat tatapan nakal Vincent yang tertuju pada Shanum tadi. ditambah lagi saat ini dia bisa mencium aroma parfum Shanum yang sangat menggoda.


“Aku tidak suka melihat kamu dekat atau berhubungan dengan siapapun. Apalagi Vincent, seorang cassanova yang terkenal sebagai penjahat kela***n.” ucap Nabil dengan hembusan nafas yang menerpa wajah Shanum.

__ADS_1


Jantung Shanum berdetak kencang dengan posisi seperti itu. mungkinkah setelah ini Nabil akan mengungkapkan perasaannya. Dan cemburu saat melihat pria lain mendekatinya.


“Kenapa, Kak? Apakah Kak Nabil cem-hmmpppp”


Belum sempat Shanum menyelesaikan ucapannya, Nabil sudah mencium bibir Shanum dengan rakus. Melumaatnya dan membelitkan lidahnya dengan lidah Shanum. Sedangkan Shanum yang tidak pandai membalas ciuman, dia hanya diam saja tapi jujur sangat menikmatinya.


Ciuman Nabil perlahan turun ke leher jenjang Shanum. Bahkan ia juga meninggalkan beberapa tada merah di sana hingga membuat Shanum mengeluarkan suara desahhannya. Nabil semakin terbakar. Tangannya pun bergerak aktif melepas beberapa kancing baju Shanum hingga menunjukkan dua bongkahan besar yang masih terbungkus penyangganya. Nabil kembali teringat dengan kejadian kelam malam itu. dan dia ingin mengulanginya lagi dengan orang yang sama.


“Kak!” panggil Shanum dengan nafas tersengal.


Sedangkan Nabil sama sekali tidak menggubris panggilan Shanum. Karena saat ini dirinya sedang menikmati dua bongkahan besar milik Shanum. Meremassnya dengan pelan lalu melahapnya secara bergantian, walau masih terhalang oleh kain penyangganya.


Shanum menggelengkan kepalanya pelan. Ia berusaha tidak ikut terbuai oleh perbuatan Nabil yang jujur saja sangat nikmat. Ia harus memastikan bagaimana perasaan Nabil yang sesungguhnya. Shanum tidak ingin dikecewakan lagi oleh pria itu.


“Jangan banyak bicara! Nikmati saja!” jawab Nabil sambil terus menikmati keindahan tubuhn Shanum.


Posisi mereka berdia saat ini Shanum terduduk di kursinya. Sedangkan Nabil di atasnya dengan badan sedikit berjongkok.


“Jangan lakukan ini kalau Kak Nabil hanya mempermainkan perasaanku!” Ucap Shanum menghentikan aktivitas Nabil.


“Apa maksud kamu?” tanya Nabil dengan kesal karena kegiatan enak-enaknya harus terjeda.

__ADS_1


“Aku.. aku mencintai Kak Nabil. Dan aku akan rela melakukannya kalau Kak Nabil juga membalas perasaanku.” Jawab Shanum memberanikan diri.


Deg


Mata Nabil memerah mendengar kalimat Shanum baru saja. dia hampir tidak percaya kalau Shanum berani mengungkapkan perasaannya. Entah kenapa Nabil justru marah mendengarnya.


“Kamu sudah tahu bukan, kalau aku sama sekali tidak suka terikat hubungan dengan siapapun. Kamu pilih yang mana, membuat surat pengunduran diri atau aku buatkan surat pemecatan?” tanya Nabil tanpa perasaan pada sosok wanita yang berada di bawah kungkungannya dengan pakaian pakaian yang nyaris terkoyak. Setelah itu Nabil meninggalkan Shanum begitu saja tanpa memikirkan perasaan perasaan wanita itu.


Setelah Nabil keluar dari ruangannya, Shanum menangis sejadi-jadinya. Hatinya benar-benar hancur atas luka yang sudah ditorehkan berulang kali oleh Nabil. Shanum sudah tidak sanggup lagi bertahan di samping Nabil. Pria yang sama sekali tidak mempunyai perasaan.


“Aku benci kamu, Nabil!!!” lirihnya dengan air matanya yang terus menganak sungai.


Dengan tangan bergetar, Shanum mengancingkan kembali bajunya yang sudah dikoyakoleh Nabil baru saja. harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Nabil. Shanum mencari ponselnya untuk mencari tiket penerbangan hari ini juga. Ya, Shanum memutuskan untuk pergi jauh meninggalkan Nabil. Biarkan perasaan cintanya pada pria itu terkikis seiring berjalannya waktu saat dirinya sudah jauh dengan Nabil.


Setelah mendapatkan tiket penerbangan, Shanum pulang dulu ke rumahnya untuk mengambil barang-barangnya. Kemudian ia akan langsung menuju bandara.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2