Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 17 ~ Berpindah Kamar


__ADS_3

Malam ini Shanum sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. sejak tadi ia juga tidak berhenti menangis. Terlebih setelah perlahan mengingat malam panasnya bersama Nabil.


Shanum tidak memiliki siapaun untuk dijadikannya tempat mencurahkan kesedihannya. Bahkan sejak tadi Kevin terus menghubunginya, tapi ia abaikan. Tidak mungkin Shanum menceritakan kejadian semalam dengan Kevin.


Shanum memikirkan solusi dari masalahnya ini. apakah lebih baik dia merendahkan dirinya di hadapan Nabil dengan cara mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya agar Nabil tahu. Tapi Shanum juga tidak yakin. Pastinya Nabil semakin marah, karena pria itu sudah mengatakan kalau statusnya sebagai sepupu, dengan maksud lain antara dirinya dan Nabil tidak akan pernah bisa bersatu.


Tanpa sadar, karena saking lelahnya meratapi kesedihannya, akhirnya Shanum terlelap dalam tidurnya. Dia berharap besok keadaan hatinya lebih membaik setelah hari ini cukup membuatnya sedih.


Keesokan harinya, Shanum bangun dengan keadaaan tubuh yang sedikit lebih baik. Walau bagian inti tubuhnya masih meninggalkan rasa ngilu, dan juga bekas perbuatan Nabil di dadanya masih terlihat jelas.


Shanum segera membersihkan tubuhnya dan bersiap pergi ke kantor. lalu bagaimana nanti sikapnya kalau bertemu dengan Nabil? Shanum benar-benar belum siap. Mau ijin tidak masuk kantor juga tidak mungkin, karena pekerjaannya hari ini sangat banyak.


Setelah beberapa saat bersiap-siap, kini Shanum sudah tiba di kantor. dia berjalan pelan memasuki ruangan CEO. Shanum sudah menyiapkan hatinya untuk bertemu dengan Nabil nanti.


“Shanum!” Langkah Shanum terhenti saat mendengar Kevin memanggilnya.


“Kenapa kamu tidak membalas pesan dan mengangkat teleponku? Apa kamu baik-baik saja setelah acara pesta itu?” tanya Kevin dengan nada khawatir.


“Aku baik-baik saja. maaf, kemarin aku sangat sibuk karena ada keluargaku yang datang ke rumah.” jawaab Shanum berbohong.


Kevin terlihat lega mendengar jawaban Shanum. Dia bisa menyimpulkan kalau setelah acara pestai itu tidak terjadi apa-apa antara Shanum dengan bosnya.

__ADS_1


“Ya sudah, aku masuk dulu ya, Vin!” pamit Shanum.


“Tunggu dulu!” cegah Kevin sontak menghentikan langkah Shanum.


“Hari ini kita bisa bekerja sedikit santai. Ah, lebih tepatnya beberapa hari ke depan. Tadi pagi Tuan Nabil mengirimkan pesan padaku untuk menghandle semua pekerjaannya sementara.” Lanjut Kevin membuat Shanum sangat penasaran.


“Kenapa seperti itu? kemana Tuan Nabil?” tanya Shanum ingin tahu.


“Kamu nggak tahu kalau Tuan Nabil ada perjalanan bisnis ke luar kota selama beberapa hari. Aku harap sih lama supaya kita punya banyak waktu.” Jawab Kevin dengan mengedipkan matanya.


Shanum hanya menanggapinya dengan senyum tipis. Tapi dia tidak percaya sepenuhnya kalau Nabil ada perjalanan bisnis ke luar kota. Apalagi tidak berpesan apapun padanya yang notebene sebagai asistennya. Kenapa mendadak hati Shanum sakit. Apakah Nabil sengaja menghindarinya.


“Baiklah, aku masuk dulu.” Pungkas Shanum karena tidak ingin Kevin melihat kesedihannya.


Selama ini Shanum tidak pernah sekalipun dekat dengan seorang pria atau menjalin sebuah hubungan. Meskipun dulu dia seorang model, tapi dia termasuk perempuan yang tidak dengan mudah menerima kehadiran pria yang berusaha mendekatinya. Tapi kenapa saat pertama kali bertemu dengan Nabil, dia sudah dibuat jatuh cinta pada sosoknya yang seorang playboy.


Akhirnya Shanum mencoba melupakan kejadian pahit yang telah menimpanya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan. Mungkin ketidak hadiran Nabil selama beberapa hari ke depan bisa dijadikan untuk mengetes hatinya sendiri, seberapa besar rasa cintanya pada sosok Nabil.


Malam harinya Shanum baru saja sampai rumah setelah diantar pulang oleh Kevin. Tadi setelah jam pulang kantor, Kevin mengajaknya jalan sebentar sekaligus pergi makan malam. Shanum menerima ajakan Kevin karena tidak tega terus menerus menolak ajakan Kevin. Sekalian dia juga ingin menghibur dirinya yang sedang bersedih.


Shanum masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat tempat tidurnya langsung teringat kejadian malam itu bersama Nabil. Apalagi pagi itu Nabil sedang memeluknya erat seolah tidak ingin melepas dirinya.

__ADS_1


Dada Shanum kembali sesak saat mengingat kejadian itu. ia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya setelah itu beristirahat.


Shanum memutuskan untuk pindah kamar. dia tidak bisa tidur dengan nyaman di kamar yang ditempati saat menghabiskan malam panas bersama Nabil. Mungkin dengan berpindah kamar, sedikit demi sedikit akan mengibati luka hatinya.


Saat Shanum baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia mendengar suara vibrasi ponselnya. Ternyata ada pesan masuk dari kakak iparnya yaitu Naya.


Dalam pesan Naya mengatakan kalau saat ini ia sedang berkumpul dengan keluarganya. Tapi sepertinya buka di rumah orang tua Naya, karena dari foto yang dikirim Naya terlihat Nabil juga berada di sana.


“Hai, adik ipar! Pria pujaan hatimu sedang bersenang-senang di sini. kenapa kamu tidak ikut sekalian?”


Begitulah bunyi pesan Naya untuk Shanum. Naya adalah adik sepupu Nabil. Dan dia tahu kalau Shanum memang suka pada Nabil.


(Yang belum tahu atau masih bingung dengan Naya. Baca novel “My Brother My Husband” di sana juga ada cerita sedikit tentang pertemuan Shanum dan Nabil)


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2