
Hal pertama yang dilakukan Nabil adalah menemui sekretarisnya, yaitu Kevin. Hanya Kevin lah yang menjadi terduga pertama yang patut disalahkan dari kejadian semalam. Nabil tahu kalau selama ini Shanum terlihat dekat dengan Kevin, dan dia menganggap Kevin lah yang sudah merencanakan semuanya dan berupura-pura sebagai penolong Shanum.
Sumpah demi apapun, Nabil tidak akan memaafkan Kevin jika pria itu memang terbukti bersalah. Dan Nabil juga tidak akan segan-segan memecat Kevin dari perusahaan.
Nabil segera meraih kunci mobilnya dan pergi ke apartemen Kevin. Dadanya sudah bergemuruh hebat ingin menghabisi pria itu.
Beberapa saat kemudian Nabil sudah sampai apartemen Kevin. Meskipun selama ini Nabil tidak terlalu dekat dengan sekretarisnya, tapi untuk menemukan alamat tempat tinggal Kevin sangatlah mudah bagi seorang Nabil.
Setelah menekan bel unit apartemen Kevin beberapa kali, akhirnya Kevin keluar juga. pria itu sangat terkejut melihat kedatangan bosnya. Apalagi wajah Nabil yang sangat menyeramkan, membuat Kevin bergidik negri.
“Selamat siang, Tuan!” sapa Kevin dengan ramah.
Bugh
Nabil membalas sapaan Kevin dengan sebuah pukulan tepat mengenai rahangnya hingga pria itu jatuh tersungkur. Nabil segera masuk ke dalam unit apartemen Kevin lalu menarik tubuh Kevin agar berdiri.
“Katakan, apa maksud kamu memberikan obat peranggsang pada Shanum, hah?” Bentak Nabil sambil mencengkeram kerah baju Kevin.
“Saya berani bersumpah, Tuan. Bukan saya pelakunya. Tolong dengarkan penjelasan saya!” jawab Kevin dengan ketakutan.
Melihat raut wajah ketakutan Kevin, Nabil akhirnya melepas cengkeraman tangannya. mungkin mencoba mendengarkan penjelasan Kevin dulu sebelum ia meluapkan emosinya pada sekretarisnya itu.
“Saya semalam juga tidak tahu kalau Shanum menerima pemberian minuman dari seseorang yang sepertinya pelayan hotel di acar pesta itu. karena saat itu saya tidak bersama Shanum saat dia sedang mengambil makanan. Tapi saat saya mau ke toilet, ternyata saya berpapasan dengan Shanum yang baru saja keluar dari toilet dan berjalan sempoyongan. Dia mengatakan kalau tubuhnya panas setelah minum minuman yang diberikan oleh seseorang.” Kevin menjelaskan panjang lebar.
Nabil mengusap wajahnya dengan kasar setelah mendengar penjelasan Kevin. Jadi kalau bukan Kevin, siapa pelakunya? Siapa orang yang tega menjebak Shanum, dan dengan alasan apa.
“Apa Shanum sekarang baik-baik saja, Tuan?” tanya Kevin dengan nada khawatir.
“Bukan urusan kamu!” Jawab Nabil dan segera keluar dari unit apartemen Kevin tanpa mengucapkan apapun.
__ADS_1
Kevin merasa aneh dnegan sikap atasannya. Dia berharap tidak terjadi sesuatu antara bosnya dan Shanum semalam, karena Kevin diam-diam juga mengagumi sosok Shanum. Akhirnya setelah kepergian Nabil, Kevin menghubungi Shanum untuk menanyakan keadaan perempuan itu.
***
Seharian ini Nabil tidak pulang ke rumahnya. Dia akan teringat dengan kesedihan Shanum jika pulang ke rumahnya. Hingga malam datang, akhirnya Nabil datang ke Club tempat ia biasa berkumpul dengan teman-temannya. Tak lupa ia menghubungi ketiga temannya untuk datang ke Club.
Nabil masih kesulitan mencari tahu siapa orang yang telah memasukkan obat peranggsang ke minuman Shanum. Tadi sore ia mencari informasi ke hotel tempat acara pesta semalam diadakan. Tapi sayangnya Nabil tidak mendapatkan informasi apapun.
Kini Nabil sudah berada di dalam ruangan vvip. Dia duduk seorang diri sambil menikmati minuman yang baru saja ia pesan tanpa didampingi oleh pelayan Club. Tak lama kemudian Andra dan Dave datang. sedangkan Lucky tidak bisa ikut karena ada kesibukan.
Kedatangan Andra dan Dave langsung menggandeng wanita berbaju sekssi. Memang kedua teman Nabil itu yang paling playboy diantara yang lainnya.
“Kenapa tuh muka ditekuk?” tanya Dave yang sudah duduk di sebelah Nabil.
Sedangkan Andra mengabaikan pertanyaan Dave, karena sibuk memperhatikan wanitanya yang sedang menuangkan minumannya sambil duduk di atas pangkuannya. Akhirnya Dave ikut melakukan hal sama seperti yang dilakukan oleh Andra.
“Terima kasih, cantik!” puji Andra pada wanitanya. Setelah itu Andra menurunkan wanita itu dari pangkuannya.
Nabil sangat terkejut mendengar pertanyaan temannya. Kenapa Andra bisa tahu tentang kejadian semalam? Apakah pria itu yang telah menjebak Shanum hingga membuat dirinya berbuat khilaf pada sepupunya sendiri.
Pyarrrr
Nabil melempar gelas yang dipegangnya tadi ke lantai. Matanya merah menatap tajam pada sosok Andra yang merasa seperti tidak punya salah apapun.
“Apa maksud kamu, hah? Katakan!” Nabil menarik kerah baju Andra hingga pria itu berdiri sejajar dan berhadapan dengan Nabil.
“Eits, santai brother!” Andra hanya menanggapinya dengan santai.
“Apa maksud kamu, hah? Apa kamu yang telah memasukkan obat itu ke dalam minuman Shanum?” sekali lagi Nabil bicara penuh kemarahan.
__ADS_1
Bugh
Tanpa menunggu jawaban Andra, Nabil langsung melayangkan pukulannya pada Andra. Sontak saja Dave terkejut dan ikut turun tangan.
“Cukup, Bil! Bisa nggak kalian bicara baik-baik?” Dave berusaha melerai pertikaian itu. tapi sayangnya Nabil sudah terlanjur gelap mata dan kembali menyerang Andra.
Ruangan vvip itu terasa mencekam. Dua wanita penghibur yang ada di sana ikut ketakutan melihat pertikaian pelanggannya. Kemudian Dave meminta dua wanita itu segera keluar setelah memberikan uang tips.
Davi berhasil melerai pertikaian itu dengan cara menjauhkan Nabil dan Andra. Meskipun Nabil masih berusaha menghajar Andra.
“Harusnya kamu bersyukur padaku. dengan begitu kamu bisa menjalin hubungan serius dengan Shanum.” Ucap Andra sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
“Apa maksud kamu? Kamu jangan ikut campur urusan pribadiku, atau kamu akan tahu sendiri akibatnya.” Ancam Nabil.
“Ck, omong kosong kalau kamu tidak suka terikat hubungan dengan siapapun. Nyatanya saat kamu mabuk, kamu terus meracau nama Shanum. Bukankah itu artinya kamu sudah jatuh cinta pada sepupu kamu sendiri?” ucap Andra dengan tersenyum sinis.
Nabil tidak terima dengan ucapan Andra yang menurutnya sok tahu. Ia kembali menghajar Andra tapi dengan cepat dicegah oleh Dave.
“Pergi kau dari sini sekarang juga! kamu bukan lagi temanku, dan tunggu akibatnya karena kamu telah membuat ulah denganku.” Ancam Nabil.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1