Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 48 ~ Pulang


__ADS_3

Entah berapa lama Nabil mendekap tubuh Shanum setelah mengungkapkan perasaannya. Shanum juga tidak bereaksi apa-apa lagi kecuali hanya isakan kecilnya yang terdengar. Namun setelahnya, Nabil tidak mendengar lagi isakan wanita itu. akhirnya Nabil mengurai pelukannya dan melihat mata Shanum yang terpejam disertai dengkuran halus.


Entahlah Nabil seperti merasa lega saat melihat Shanum tertidur dalam pelukannya. Apakah wanita itu merasa nyaman? Atau janin dalam kandungan Shanum yang nyaman karena kehadiran ayahnya.


Nabil membaringkan Shanum kemudian menyelimutinya. Hari ini juga Shanum katanya sudah diperbolehkan pulang. mungkin dia akan meminta perawat untuk menunda sebentar kepulangan Shanum selama wanita itu masih nyenyak dalam tidurnya.


Nabil keluar ruang rawat Shanum. Rupanya Andra dan Kayla masih berada di sana dan sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya dan juga orang tua Shanum.


“Apa terjadi sesuatu dengan Shanum?” tnya Carissa khawatir.


“Tidak, Ma. Shanum sedang tidur. Lebih baik pulangnya ditunda sebentar sampai dia bangun. Biar Nabil yang bicara pada perawat.” Jawab Nabil sekaligus pamit menuju ruang jaga perawat.


Semua orang yang berada di sana menatap heran pada Nabil. lebih tepatnya apa yang baru saja dikatakan oleh Nabil, kalau Shanum sedang tidur. Padhal Rosma dan Bagas tahu sendiri, sejak semalam putrinya itu susah tidur. Apa mungkin baru pagi ini Shanum menemui kantuknya. Mereka tidak mengerti kalau Shanum tadi tertidur dalam pelukan Nabil.


Setelah menyelesaikan administrasinya dan menebus obat, akhirnya Shanum sudah diperbolehkan pulang. wanita itu juga merasa lebih segar badannya, setelah tertidur sejenak.


Kini Shanum sedang dalam perjalanan pulang bersama kedua orang tuanya. Nabil juga bersama kedua orang tuanya naik mobil mengikuti mobil yang dikendarai Bagas.


Carissa dan Barra sangat terkejut mendengar cerita Nabil saat menemui Shanum tadi. dimana Nabil mendekap Shanum yang sedang menangis karena mengusirnya dan dia juga mengungkapkan perasaannya. Yang membuat Barra dan Carissa semakin tidak percaya adalah Shanum tertidur dalam pelukannya.


“Mungkin anak kamu merasa nyaman dengan kehadiran ayahnya.” Ucap Carissa tersenyum bangga.

__ADS_1


Nabil juga merasakan hal yang sama seprti yang diucapkan Mamanya. Jika memang benar demikian, akan sangat mudah langkah Nabil untuk menikahi Shanum. Apalagi wanita itu juga pasti sangat membutuhkan kehadiarannya demi sang anak yang sedang ada dalam kandungannya.


Biarlah Nabil dibilang memanfaatkan keadaan. Tapi kenyataannya memang seperti itu. bagaimanapun caranya, Nabil harus menikahi Shanum secepatnya sebelum perut wanita itu membesar. Pastinya akan menjadi bahan gunjingan orang.


Setibanya di rumah Shanum, Nabil keluar mobil lebih dulu dan sigap membantu Shanum yang baru saja keluar dari mobil. Meskipun Shanum awalnya menolak dibantu Nabil, namun saat mendapat lirikan dari Bundanya, akhirnya Shanum pasrah walau ekspresi Shanum sangat datar.


Shanum dibantu oleh Bundanya masuk ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan keluarga Nabil di ruang tamu bersama Bagas. Kebetulan Zaky juga baru datang bersama istri dan anaknya.


Kini kedua orang tua Nabil dan Shanum sedang duduk di ruang tamu. Zaky juga ikut bergabung di sana. Bagaimanapun juga kakak Shanum itu pasti menginginkan yang terbaik untuk adiknya. Walau penyebabnya adalah Nabil, yang masih masih memiliki hubungan saudara dengannya.


“Gas, maaf aku tidak berlama-lama di sini. pekerjaanku juga tidak bisa ditinggalkan terlalu lama. Aku menyerahkan semuanya padamu untuk urusan Shanum. Tapi secepatnya aku menanti kabar baik itu.” ucap Barra.


Tadi saat di rumah sakit, kedua orang tua Nabil dan Shanum sudah membicarakan perihal pernikahan anak-anak mereka. Bagas dan Rosma berjanji akan mengajak Shanum bicara baik-baik agar mau menerima Nabil memeprtanggung jawabkan perbuatannya.


Sebenarnya Nabil tidak ingin pulang. dia masih ingin bicara lagi dengan Shanum. Mungkin setelah Shanum benar-benar memaafkannya, dia akan pulang dengan tenang dan bisa menyiapkan pernikahannya.


Setelah berbincang-bincang sejenak, Nabil dan kedua orang tuanya kembali dulu ke penginapan untuk membereskan beberapa baju mereka. Setelah itu akan kembali ke rumah Bagas untuk berpamitan dengan Shanum.


***


Saat ini di ruang tamu rumah Bagas sudah ada Nabil dan kedua orang tuanya. Shanum juga di sana tapi tidak bersama orang tuanya.

__ADS_1


“Tante sangat senang melihat keadaan kamu sudah membaik, Shanum. Tante dan Om hari ini juga akan pulang. maaf tidak bisa berlama-lama di sini. kami menunggu kabar baiknya.” Ucap Carissa.


Shanum hanya menanggapi dengan senyuman. Setelah itu Barra dan Bagas keluar lebih dulu agar memberi Nabil kesempatan bicara berdua dengan Shanum.


“Shanum, maafkan aku. aku juga akan pulang. lusa aku akan datang lagi. aku akan terus meminta maaf padamu, sampai kamu memberiku kesempatan untuk menebus kesalahanku.” Ucap Nabil.


“Bukankah, aku sudah bilang kalau aku sudah memaafkanmu. Tidak perlu kamu bersusah payah menebus kesalahan itu. aku akan baik-baik saja bersama anak ini.” jawab Shanum.


“Maaf, tapi sayangnya aku juga ingin memiliki anak itu. dan apa kamu masih ingat kalau aku mencintaimu?”


Shanum sama sekali tidak memberikan jawaban itu. setelah itu Nabil beranjak dari duduknya meninggalkan Shanum seorang diri.


“Aku pulang dulu!” Ucapnya sendu sambil menatap Shanum yang sejak tadi membuang muka.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2