
Kayla yang baru saja memasuki ruangan IGD setelah beberapa saat yang lalu membeli minuman di kantin rumah sakit, ia sangat terkejut saat mendengar ucapan Andra bahwa Shanum sedang hamil. Apalagi melihat reaksi temannya yang terlihat tidak suka saat menatap Andra. Jadi bisa dipastikan kalau Andra lah telah menghamili Shanum. Lalu tanpa apa-apa ia memukuli Andra.
Bugh
Bugh
Bugh
“Dasar pria berengsek! Baj***an!!!”
Andra sangat kesakitan saat Kayla terus memukulinya. Bahkan mengumpatinya. Dia juga tidak mengerti kenapa perempuan bar-bar itu tiba-tiba memukulinya.
“Dasar pria kurang ajarrr! Bilangnya teman Shanum, tapi kamu justru merusaknya.” Umpat Kayla dan siap melayangkan bogemnya ke wajah Andra. Tapi dengan cepat Andra menahan tangan Kayla.
“Berhenti!!” teriak Shanum yang sudah tidak tahan dengan keadaannya, ditambah lagi mendegar dua orang di depannya sedang bertengkar tidak jelas.
“Tapi dia ini memang kurang ajar, Num!” Sahut Kayla masih tidak terima.
Shanum kembali merebahkan tubuhnya. Hatinya benar-benar hancur. Kenapa harus seperti ini nasibnya. Sedangkan kedua orang yang sedang bertengkar tadi langsung terdiam saat mendengar isakan lirih dari bibir Shanum.
“Bukan aku yang membuat Shanum hamil.” Bisik Andra pada Kayla. Namun Kayla hanya melirik sengit.
Kayla mendekati Shanum dan berusaha menenangkan temannya itu. walaupun mereka berdua baru saja saling mengenal, tapi hubungan pertemanan Shanum dan Kayla sangat baik.
Shanum masih terisak dalam pelukan Kayla. Kayla sangat tahu bagaimana perasaan temannya itu. lalu jika Andra bukanlah orang yang membuat temannya hamil, lantas siapa orangnya.
“Yang sabar, Num. kamu harus kuat menghadapi masalah ini. tenangkan hati dan pikiran kamu sebelum memutuskan jalan yang ingin kamu ambil.” Ucap Kayla bijaksana.
__ADS_1
Andra yang masih berada di ruangan itu juga ikut merasakan kesedihan Shanum. Apa dengan kabar kehamilan Shanum, lebih baik dia memberitahu Nabil. Agar dia mau mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Shanum, apa lebih baik aku memberitahu Nabil?” tanya Andra dengan pelan.
Shanum yang sejak tadi masih menangis, langsung berhenti dan menatap tajam pada Andra.
“Jangan sekali-kali kamu lancang dan ikut campur dengan masalah ini. apa kamu ingat, akibat ulah kamu lah aku jadi seperti ini.” Ucap Shanum dengan penuh amarah.
Kayla yang sama sekali tidak tahu menahu masalah apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya bisa menenangkan Shanum. Saat ini memang Shanum masih terbawa emosi. Sedangkan Andra juga sudah tidak berani lagi bicara. Dia hanya menundukkan kepalanya. Jika Shanum melarangnya untuk memebritahu kabar itu pada Nabil, lebih baik dia menurut saja.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya pulang setelah keadaan Sanum sudah lebih baik. Ketiganya tampak diam selama perjalanan pulang ke rumah.
***
Saat ini Nabil sedang berada di dalam kamarnya. Dia masih memikirkan ucapan Naya semalam, saat pesta pertunangannya. Benarkah kalau kedua orang tuanya telah berencana akan menjodohkannya dengan Shanum. Tapi kenapa papanya tidak pernah bilang apa-apa. Justru Papanya menjodohkannya dengan Nila.
Nabil tidak bisa diam terus seperti ini. dia harus bertemu dengan Papanya untuk meminta penjelasan. Akhirnya ia keluar kamar dan menemui Papanya.
“Ada apa memangnya? Setahu Mama sih tadi Papa kamu sedang di ruang kerjanya.” Jawab sang Carissa.
Tanpa menjawab pertanyaan Mamanya, Nabil langsung masuk ke ruaang kerja Barra. Benar saja pria itu sedang mempelajari beberapa berkas yang dipegangnya.
“Pa!” panggil Nabil mengalihkan atensi Barra.
“Iya, ada apa?” Barra melepas kacamatanya lalu meletakkan lembaran dokumen yang sedang ia baca tadi.
“Nabil ingin bertanya sesuatu, Pa.” jawab Nabil.
__ADS_1
Barra menganggukkan kepalanya lalu mempersilahkan Nabil bicara. Nabil bertanya to do poin sesuai yang dikatakan oleh Naya semalam. Nabil ingin tahu apa benar kalau saat itu mengirim Shanum datang ke perusahaan cabang dengan tujuan ingin menjodohkannya.
Sebelum menjawab, Barra menghela nafasnya pelan. Dia juga tidak mengerti kenapa Nabil menanyakan hal itu. bukankah dengan Shanum memilih pergi, itu tandanya Nabil tidak setuju dengan perjodohan itu.
“Memang benar. Papa dan Om Bagas telah merencanakan perjodohan kalian. tapi tidak mengatakannya secara langsung, karena kami ingin kalian dekat bukan karena paksaan, melainkan karena hati kamu lah yang terbuka menerima kehadiran Shanum. Dan Papa sudah tahu jawabannya. Sedangkan untuk perjodohan kamu dengan Nila, sejak awal memang Papa tidak mengatakan setuju saat Om Dedy ingin kamu menjadi suami Nila. Hanya saja setelah tahu kalau kamu tidak bisa menerima Shanum, Papa akhirnya menyetujui permintaan Om Dedy. Papa harap, meskipun kamu tidak berjodoh dengan Shanum, kamu bisa belajar mencintai Nila.” Jawab Barra panjang lebar.
“Kenapa Papa tidak bilang sejak awal?” tanya Nabil frustasi. Dia benar-benar sedang diliputi penyesalan yang sangat besar terhadap Shanum. Mungkinkah Shanum akan memaafkan kesalahannya yang fatal itu.
“Papa sudah bilang bukan, kalau Papa dan Om Bagas tidak ingin memaksa kehendak kalian berdua. Dan pegecualian dengan Nila. Papa terpaksa sekaligus memaksa kamu.” Jawab Barra lalu menatap heran wajah Nabil yang sangat aneh.
“Memangnya ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Barra penasaran.
Nabil mengusap wajahnya dengan kasar. Ingin bicara jujur pada Papanya tapi rasanya dia juga belum sanggup melihat kemarahan Papanya. Namun sepertinya sudah terlambat, karena Barra sudah menunjukkan raut wajahnya yang berbeda saat melihat Nabil.
“Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi?” bentak Barra dengan dada bergemuruh.
“Maafkan Nabil, Pa! Nabil sudah merusak Shanum.” Jawab Nabil dnegan suara lirih.
Plakkkk
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️
Sorry guys, ngga janji nanti bisa up lagi apa ngga. soalnya lagi sibuk bgt🙏🙏