Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 59 ~ Rasanya Sangat Manis


__ADS_3

Warninggg!!!!!🔥🔥🔥


Shanum sendiri sangat menikmati sapuan lembut bibir suaminya. bahkan kini ia memberi kesempatan untuk Nabil agar lebih memperdalam ciumannya. Yaitu dengan sedikit membuka bibirnya yang sejak tadi masih tertutup. Nabil pun dengan senang hati mengeksplor setiap inci pada rongga mulut istrinya. Rasanya sangat manis. Seperti saat pertama kalinya ia merasakan bibir Shanum saat itu.


Cukup lama mereka berdua berciuman dalam posisi berdiri. Nabil segera meleoas paguttannya sebelum Shanum kehabisan pasokan oksigen. Benar saja, wajah Shanum memerah dengan nafas naik turun.


Tak lama kemudian Nabil mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur. Nabil mematikan lampu kamarnya lalu menyalakan lampu yang ada di atas nakas, hingga suasana kamarnya saat ini tampak temaram. Pria itu kembali menghamipri istrinya yang masih terlentang di atas tempat tidur.


Nabil mengungkung tubuh istrinya. Menatapnya intens penuh damba. Sebenarnya selama ini Nabil cukup kuat menahan hasrattnya untuk tidak menyentuh istrinya. Semua itu ia lakukan karena tidak ingin memaksa Shanum dan akan berujung membuat wanitanya mengingat kejadian pahit itu. namun sekarang, apakah ia akan mendapat ijin dari istrinya untuk melakukannya.


Nabil mengusap kening Shanum dengan lembut. Menyingkirkan anak rambut Shanum yang sedikit berantakan menutupi wajahnya. Pria itu tersenyum hangat menatap wajah ayu istrinya. Wajah wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta sekaligus wanita yang kini tengah mengandung calon buah hatinya.


Nabil sedikit menggeser tubuhnya ke bawah agar bisa menjangkau perut istrinya. Dia mengecupnya dengan pelan dan durasinya cukup lama. Entah apa yang dibisikkan oleh pria itu, Shanum sendiri juga tidak tahu.


“Bolehkah aku meminta hakku sekarang?” tanya Nabil setelah mencium perut Shanum.


Shanum mengangguk yakin karena memang selama ini ia belum memberikan haknya setelah menikah dengan Nabil.


“Terima kasih. Aku akan melakukannya dengan pelan, agar tidak melukainya.” Ucap Nabil meyakinkan.


Setelah mendapat jawaban anggukan kepala dari Shanum, Nabil kembali mencium bibirnya dnegan sangat lembut. Namun ciumannya kali ini semakin lama semakin menuntut. Nabil sangat pandai memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya. Hingga suara cecapan kedua bibir yang saling bertaut itu memenuhi kesunyian ruangan itu.

__ADS_1


Puas dengan permainan lidahnya, tangan Nabil mulai membuka satu per satu kancing baju Shanum hingga menampakkan dua gundungan besar yang masih terbungkus kain berwarna merah maroon. Nabil kembali mendaratkan bibirnya di atas aset berharga istrinya. Menggigitnya lembut, menyesapnya hingga meninggalkan tanda kemerahan di sana. Setelah itu Nabil melepas kait penyangga yang menutupi aset berharga istrinya.


Matanya semakin berbinar. Dia sangat takjub dengan keindahan tubuh Shanum yang terpampang nyata di depan matanya. kedua tangan Nabil mendarat dengan sempurna pada dua aset Shanum lalu meremassnya dengan lembut. Nafas Shanum terengah-engah, lalu Nabil membungkam bibir Shanum dnegan ciuman yang sedikit kasar.


Gai_rah Nabil semakin membumbung tingga saat mendengar suara indah Shanum baru saja keluar saat dirinya memainkan pucuk asetnya yang berwarna merah muda itu. apalagi kini Nabil mulai memainkan lidahnya di sana secara bergantian.


Shanum sudah tidak bisa lagi menahan suaranya. Ia terus mende sah saat Nabil semakin rakus melahap dua asetnya secara bergantian dalam tempo tak beraturan.


Nabil sudah berhasil menanggalkan semua kain yang melekat pada tubuh istrinya. Apalagi kini pandangannya tertuju pada inti Shanum yang terlihat sangat bersih dan mulus. Nabil dengan cepat melepas bajunya sendiri lalu segera menyergap inti istrinya yang sangat menggoda itu.


Shanum semakin dibuat tak karuan saat merasakan lidah suaminya menari-nari di bawah sana. Reflek Shanum mencengkeram rambut suaminya. bukan untuk meminta berhenti, melainkan semakin menekan kepala Nabil agar lebih dalam memberikan kenikmatan di bawah sana.


Nabil tidak ingin istrinya mencapai puncak hanya dengan permainan lidahnya. Pria itu segera memasukkan senjatanya yang sudah menegang sejak tadi. mendorongnya dengan pelan, lalu menggerakkannya maju mundur.


Benar saja, Shanum semkain dibuat terbang melayang dengan perlakuan suaminya seperti itu. dia yang lebih dulu terang_sang akhirnya ia bisa mencapai puncaknya.


Nabil menghentikan sejenak gerakannya saat merasakan tubuh istrinya mengejang. Bahkan senjatanya saat ini terasa seperti diremaas kuat oleh inti Shanum. Sungguh rasanya sangat nikmat.


Tubuh Shanum terasa lemas setelah mencapai kenikmatannya. Sedangkan Nabil yang belum mencapainya, pria itu kembali menggerakkan miliknya maju mundur saat inti Shanum masih berdenyut.


Lenguhan panjang dari bibir Nabil menandakan pria itu sudah meraih kenikmatannya. Ia melepasnya dengan pelan lalu mengusap keringat di kening istrinya.

__ADS_1


“Apa aku telah menyakitinya?” tanya Nabil dengan khawatir.


“Tidak.”


“Syukurlah. Terima kasih, Sayang! Aku sangat mencintaimu.” Ucap Nabil lalu meninggalkan kecupan di kening Shanum.


Setelah itu Nabil merebahkan tubuhnya di samping Shanum. Nabil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Shanum. Dia meletakkan kepala Shanum di lengannya dan mendekapnya erat.


“Tidurlah, kamu pasti sangat lelah!” perintahnya penuh perhatian.


Shanum tidak menjawab ataupun memberikan bahas isyarat. Karena wanita itu memang sudah tidak tahan menahan rasa kantuknya akibat permainan panasnya sore ini.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2