
“Apa maksud kamu, hah?” Teriak Nila tidak mengerti.
“Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu bi*sekssual?”
Raut wajah Nila langsung berubah memerah. Dia tidak menyangka kalau Nabil akan mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya.
Sedangkan Nabil menatapnya dengan tatapan sinis. Dia memang sudah tahu siapa Nila yang sesungguhnya. karena pada waktu itu dia tidak sengaja bertemu dengan Nila di sebuah Club malam bersama teman-temannya. Yang pasti teman yang sefrekuensi dengannya. Ada pria dan wanita. lalu Nabila yang sudah tahu, dia diminta oleh Nabil untuk mengumpulkan bukti-bukti perbuatan Nila selama ini.
Nila yang sejak dulu memiliki perilaku sekssual yang menyimpang, kedua orang tuanya tiak tahu sama sekali. Lalu dengan dijodohkannya dengan Nabil, dia ingin menutupi semua keburukannya itu. walau sebenarnya Nila mau-mau saja dan terobsesi dengan Nabil.
“Cepat angkat kaki dari ruanganku sekarang juga! Sampai aku tahu kamu bertindak di luar batas, tunggu saja akibatnya!” Ancam Nabil membuat Nila mengepalkan kuat tangannya.
Tanpa berbicara apa-apa, Nila segera keluar dari ruangan Nabil. wanita itu jelas saja tidak ingin jati dirinya diketahui orang lain termasuk kedua orang tuanya. Namun diperlakukan seperti ini oleh Nabil membuat Nila tetap tidak terima.
Kini Nabil merasa lebih lega setelah memutuskan hubungannya dengan Nila. Meskipun wanita itu tidak terima dengan keputusannya. Lalu setelah ini ia akan kembali melanjutkan perjuangannya untuk mencari Shanum. Tapi ada satu hal yang harus Nabil lakukan terlebih dulu saat ini. yaitu menemui Papanya.
Nabil menarik nafasnya pelan sebelum mengetuk pintu ruangan Papanya. Dia berharap masalahnya segera selesai setelah hubungannya dengan sang Papa membaik.
Tok tok tok
__ADS_1
“Masuk!”
Setelah terdengar sahutan dari dalam, Nabil langsung memasuki ruangan Papanya. Di sana terlihat Barra sedang berdiri di tepi jendela besar dengan pandangan ke luar. Mungkin pria itu tahu kalau yang mengetuk pintu tadi adalah anak laki-lakinya.
“Pa!” Panggil Nabil dengan suara lirih namun masih bisa didengar oleh Barra.
Barra tetap diam. entah apa yang sedang dalam pikiran pria paruh baya itu. beberapa hari setelah kepulangan Nabil juga ia seperti sengaja tidak ingin menemui Nabil terlebih dulu. Rupanya Barra saat ini juga sedang bingung bagaimana caranya meminta maaf pada Bagas, orang tua Shanum. Bagaimanapun juga ia tetap ikut bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan oleh anaknya.
Nabil melangkah mendekati Papanya yang massih berdiri di tepi jendela. Ada rasa penyesalan yang begitu dalam terhadap pria paruh baya yang sejak kecil telah mendidiknya itu. Nabil sadar kalau selama ini dia sering membuat masalah. Jelas hal itu membuat hati kedua orang tuanya sakit.
“Pa, maafkan Nabil! Nabil saat ini sedang berusaha mencari keberadaan Shanum. Nabil janji akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan Nabil pada Shanum.” Ucap Nabil dengan sungguh-sungguh.
“Papa percaya dengan kesungguhan hati kamu untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kamu itu pada Shanum.Tapi ingat satu hal, kalau sampai kamu mengulangi perbuatan itu lagi, kamu bukan lagi anak Papa.” Ucap Barra menghadap Nabil yang masih tertunduk.
Nabil mendongak menatap Papanya. Tak lama kemudian pria itu langsung bersimpuh pada kaki Papanya. Untuk pertama kalinya Nabil memohon maaf pada Papanya seperti itu selama hidupnya. Itu tandanya Nabil merasa kalau kesalahannya kali ini benar-benar fatal. Harusnya Nabil juga bersyukur karena sang Papa masih memberikaan maaf padanya.
“Bangunlah! Cepat cari keberadaan Shanum!” Ucap Barra lalu meraih pundak anak laki-lakinya itu untuk membantunya berdiri.
Nabil berdiri lalu memeluk erat tubuh Papanya. Begitu juga dengan Barra. Pria paruh baya itu ikut membalas pelukan Nabil dengan menepuk pelan punggungnya seolah memberikan kekuatan dan semangat untuk mencari Shanum.
__ADS_1
“Terima kasih, Pa. Terima kasih sudah memberikan maaf pada Nabil. Nabil janji tidak akan mengulangi perbuatan yang akan mengecewakan Papa dan Mama lagi.” ucap Nabil.
Setelah keadaan lebih tenang. Nabil mengatakan pada Papanya tentang hubungannya dengan Nila. Dia mengatakan kalau baru saja ia memutuskan pertuangannya dengan Nila. Barra angat terkejut sekaligus bangga dengan sikap Nabil yang cepat tanggap menyelesaikan masalah satu per satu. Bahkan Barra tidak menyangka saat Nabil mengatakan tentang jati diri Nila selama ini. hanya saja Nabil meminta sang Papa untuk tetap membicarakannya baik-baik dengan kedua orang tua Nila. Agar suatu hari nanti tidak akan ada dendam diantara keduanya.
Drt drt drt
Nabil tiba-tiba saja merasakan getaran ponselnya dalam saku celananya. Dia segera mengambilnya dan membaca pesan itu. matanya melotot tak percaya setelah melihat pesan foto dimana wanita yang selama ini di acari sedang berada di sebuah rumah sakit. Nabil sangat yakin kalau itu memang Shanum. Karena foto itu diambil dari jarak yang tidak dekat. Dan postur tubuhnya memang sangat mirip dengan Shanum.
“Pa, maaf! Nabil mau minta ijin untuk beberapa hari cuti dari kantor. ada kabar baru tentang keberadaan Shanum yang baru saja Nabil dapat dari seseorang.” Ucap Nabil.
Barra hanya mengangguk samar dan mengulas senyum tipis.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!