
Sudah seminggu ini Shanum tinggal di rumah mertuanya. Dan selama itu pula kondisi badan Shanum yang sangat baik dan sehat. Dia tidak lagi mengalami morning sickness. Mungkin beenar apa yang diucapkan Nabil saat itu kalau anak dalam kandungannya itu ingin dekat dengan Papanya.
Hubungan Nabil dan Shanum juga perlahan membaik. Nabil yang sangat protektif terhadap kandungan istrinya, dia selalu menjaganya dengan hati-hati. Bahkan Shanum tidak boleh melakukan pekerjaan apapun. Nabil juga lebih sering pulang kantor tepat waktu demi menemani sang istri yang sedang di rumah.
Hari ini weekend. Nabil berencana mengajak Shanum untuk keluar jalan-jalan. Wanita itu juga tampak sumringah karena baru kali ini diajak suaminya keluar.
“Maaf, aku baru sempat mengajak kamu keluar. Kemarin aku masih khawatir akan membuatmu kecapekan jika kita keluar jalan-jalan.” Ucap Nabil sebelum keluar kamar.
“Nggak apa-apa kok, Kak. Aku paham dengan kekhawatiran kamu.” Jawab Shanum.
Hari ini sebelum Nabil mengajak istrinya jalan-jalan ke mall, pria itu akan pergi ke suatu tempat. Mungkin tempat yang akan membuat Shanum terkejut. Dan Nabil berharap istrinya senang dengan kejutan yang akan ia berikan nanti.
Beberapa saat setelah berkendara, mobil Nabil memasuki sebuah kompleks perumahan elit. Shanum yang menyadari akan hal itu seketika menunjukkan raut wajah bingungnya. Dia pikir suaminya akan mengajak jalan-jalan ke mall atau kemana. Tak tahunya datang ke rumah saudara atau temannya.
“Ini rumah siapa, Kak? Kok sepi.” Tanya Shanum saat Nabil baru saja membukakan pintu mobil untuknya.
“Sudah, ayo masuk dulu. Nanti aku kasih tahu saat di dalam sana.” Jawab Nabil lalu menuntunnya masuk ke dalam rumah itu.
Shanum dibuat terkejut lagi saat melihat Nabil membawa kunci rumah itu lalu membukanya.
Cklek
Shanum sungguh terkejut dengan keindahan di dalam rumah itu. rumah dengan ukuran sedang berlantai dua, dan didominasi dengan cat yang berwarna golden white semakin membuat kesan mewahnya begitu terasa.
__ADS_1
“Apa kamu suka?” tanya Nabil.
“Maksudnya?” Tanya Shanum dengan wajah masih bingung.
“Ini rumah kita. Rumah yang akan kita tempati bersama keluarga kecil kita.” Jawab Nabil.
Shanum jelas terkejut. Dia tidak menyangka kalau suaminya akan mengajaknya tinggal di hunian semewah ini. meskipun dian tahu kalau suaminya orang berada. Tapi ia tidak akan menyangka akan secepat ini.
“Terima kasih.” Jawab Shanum dan tanpa aba-aba wanita itu langsung memeluk Nabil dengan erat.
Nabil yang sempat terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari istrinya, akhirnya ia ikut membalas pelukan itu. hatinya sangat bahagia melihat Shanum memeluknya seperti ini. karena sudah seminggu lebih mereka sah menjadi suami istri, tak pernah sekalipun Shanum memeluknya seperti sekarang ini. namun wanita itu juga tidak menolak jika ia peluk saat tidur.
“Ini masih belum ada apa-apanya. Ini masih sebagian kecil dari usahaku untuk membuat kamu hidup bahagia.” Ucap Nabil setelah Shanum mengurai pelukannya.
Cup
Nabil mengecup kening Shanum sebagai jawabannya. Pria itu sangat bahagia mendengarkan ucapan istrinya.
Setelah itu Nabil mengajak Shanum berkeliling melihat isi rumah barunya itu dan mengenali beberapa ruangan yang ada di sana. Nabil berencana dalam waktu dekat akan mengajak istrinya pindah ke rumah barunya itu. sebelumnya ia juga sudah mengatakan pada kedua orang tuanya. Ya walau Carissa sebenarnya kurang setuju, karena wanita paruh baya itu masih ingin dekat dengan menantunya. Apalagi sedang hamil muda. Tapi setelah mendapat pengertian dari Barra, akhirnya Carissa mengijinkan.
Tidak lama mereka berdua melihat isi dalam rumah itu, karena Nabil akan mengajak istrinya jalan-jalan ke mall.
“Nanti kalau kita sudah pindah, aku akan tetap menyewa seorang pembantu. Jadi kamu tidak akan kesepian jika aku sedang bekerja. Atau kamu mau ke rumah Mama juga tidak apa-apa.” Ucap Nabil saat mereka sedang dalam perjalanan menuju mall.
__ADS_1
“Iya. terserah Kak Nabil saja.” jawab Shanum.
Kini mereka sudah tiba di mall. Nabil terlebih dulu mengajak Shanum berbelanja pakaian. Meskipun Shanum sudah mempunyai cukup pakaian baru, tapi dia ingin membelikan istrinya baju khusus untuk ibu hamil. Karena sebentar lagi perut istrinya itu akan membuncit. Jadi akan membutuhkan baju dengan ukuran yang lebih longgar.
Nabil membelikan banyak sekali pakaian untuk istrinya. Dia memang sangat royal jika dengan uang. Pantas saja sejak dulu ia sering digandrungi wanita cantik yang pastinya menginginkan uang Nabil.
Saat ini Nabil dan Shanum sedang berada di depan kasir untuk antri pembayaran. Sejak tadi Nabil juga tak henti-hentinya menanyakan keadaan Shanum. Dia takut kalau istrinya kelelahan karena berbelanja yang cukup menyita waktu.
“Nabil!!!”
Merasa ada yang memanggil namanya, Nabil pun menoleh ke sumber suara. Matanya melotot saat melihat siapa yang sedang memanggilnya dan sedang berjalan ke arahnya dengan raut wajah gembira.
Grep
“Kamu kemana saja sih selama ini?” tanyanya sambil memeluk tubuh Nabil.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!