Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 77 ~ Tidak Akan Pernah Tergantikan


__ADS_3

Nabil terduduk lemas di kursi tunggu depan kamar jenazah. Barra lagi-lagi menguatkan Nabil atas meninggalnya Shanum. Barra juga merasa kehilangan Shanum. Karena kebetulan tadi dia juga sedang berada di jalan yang sama saat terjadi kecelakaan.


Barra yang awalnya sedang sibuk dengan ponselnya sambil menunggu pergantian lampu lalu lintas, tiba-tiba dia mendengar suara benturan yang cukup keras di seberang jalan. Sebuah mobil yang menghantam pembatas jalan. Seketika jalanan menjadi ramai dan macet. Diduga mobil tersebut menghindari sebuah truk besar yang akan menyeberang. Entah siapa yang salah, namun mobil itu yang sudah lepas kendali hingga menabrak pembatas cukup keras.


Barra dari jauh seperti mengenali mobil itu, yang tak lain mobil milik anaknya. pria itu bergegas keluar untuk memastikan siapa yang menjadi korban dari kecelakaan itu. dan benar, dia melihat menantunya tampak dievakuasi oleh tim medis yang sudah tiba di lokasi kejadian. Sedangkan ia mengurus sebentar mobil Shanum yang ringsek bagian depan. Setelah itu barulah ia pergi ke rumah sakit.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Barra berusaha menghubungi Nabil namun tidak mendapat jawaban. Setelah panggilan ketiga kalinya Nabil baru menerima panggilan itu. setelahnya Barra memasuki rumah sakit untuk mengetahui kabar menantunya.


Pria itu benar-benar tidak menyangka saat pihak rumah sakit mengatakan kalau korban kecelakann yang terjadi baru saja dinyatakan meninggal dunia akibat benturan keras di kepalanya.


**


Tatapan Nabil masih kosong. Dia tidak tahu menahu kenapa semua ini bisa terjadi. Kenapa istrinya bisa pergi mengendarai mobil seorang diri. Bukankah tadi pagi Shanum mengatakan kalau akan meminta dijemput oleh Kayla.


Sepasang kekasih sedang tergesa-gesa berjalan melewati lorong rumah sakit. Baik Andra maupun Kayla sangat terkejut mendengar kabar duka dari sahabatnya.


“Nabil!” Panggil Andra.


Sayangnya Nabil tak merespon ucapan sahabatnya. air matanya sudah mengering. Dia seperti sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi setelah wanita yang sangat ia cintai dan sudah ia perjuangkan kini memilih pergi dari dunia ini tanpa meninggalkan pesan apapun.

__ADS_1


Kayla ikut terisak dalam pelukan Andra. Dia tidak menyangka kalau Shanum akan pergi secepat ini. bahkan sahabatnya itu meninggal dalam kecelakaan saat dalam perjalanan menuju butik untuk menemuinya. Kayla tidak tahu kalau Shanum membawa mobil sendiri tanpa seorang sopir. Kalau kejadiannya akan seperti ini, mungkin Kayla akan menjemput Shanum.


Beberapa saat kemudian jenazah Shanum sudah bisa dibawa pulang ke rumah duka. Nabil pun ikut dalam mobil ambulans yang membawa mendiang istrinya.


Kabar duka meninggalnya Shanum sudah sampai ke telinga kedua orang tuanya, juga kakaknya. Rosma beberapa kali pingsan lantaran tidak percaya kalau anak perempuan kesayangannya akan pergi secepat ini. semua orang lainnya ikut berduka.


Suasana rumah Nabil tampak ramai oleh orang-orang yang datang ingin berbelasungkawa. Para karyawan dan juga beberapa rekan bisnis Nabil yang sudah mendengar kabar tersebut langsung berdatangan.


Bagas, Rosma, Zaky dan istrinya juga sudah sampai setelah menempuh perjalanan udara kurang dari satu jam. Tangis Rosma pecah di samping jenazah Shanum. Sedangkan Nabil sejak tadi duduk tidak jauh dari istrinya dibaringkan. Entah apa yang saat ini dalam pikiran Nabil. pria itu sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi.


Baby Queen yang mendengar keramaian di rumahnya terganggu, hingga membuat bayi yang masih belum genap dua bulan itu terus menangis. Beruntungnya masih ada stok asi yang selama ini disediakan oleh Shanum.


“Bil, Mama mohon kamu harus ikhlas melepas kepergian istri kamu. Semua ini memang sangat sulit buat kamu. Tapi ingat, anak kamu masih kecil dan butuh kasih sayang orang tuanya. Lihatlah Queen, yang sejak tadi menangis.” Bisik Carissa mencoba membuat hati Nabil tenang.


Seketika itu Nabil tersadar. Ia segera menghampiri anaknya yang masih menangis. Nabil menggendongnya, membawa ke tempat yang jauh dari keramaian. Seketika itu tangis Baby Queen reda.


“Sayang, maafkan Papa yang gagal menyelamatkan Mama kamu.” Bisik Nabil tepat di telinga anaknya.


Nabil hanya bisa menangis pilu. Menyesali perbuatannya pun tidak akan bisa mengembalikan nyawa istrinya. Dia harus kuat, karena ada Queen yang masih membutuhkan kasih sayangnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian jenazah Shanum sudah bisa dikebumikan. Semua keluarga besar ikut pergi ke pemakaman. Meskipun tak sedikit dari mereka yang masih terisak.


Nabil berusaha tegar mengantar istrinya ke peristirahatan terakhir. Dia tidak ingin menjadi pria yang lemah. Terlebih ada Queen yang membutuhkannya.


Taburan bunga menutupi gundukan tanah yang masih basah dengan batu nisan bernama Shanum. Tak ada ucapan yang keluar dari semua orang berada dalam pemakaman itu. hanya iringan doa dalam hati masing-masing yang terus melantun mengiringi kepergian Shanum.


Satu per satu orang meninggalkan pemakaman. Kini tinggal Nabil yang masih bersimpuh di samping makam istrinya.


“Sayang, ingatlah janji yang pernah aku ucapkan. Sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah tergantikan.” Tangis Nabil pecah di samping makam istri tercintanya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2