
“Maaf, anda siapa? Kak Nabil kenapa?”
Andra menghentikan langkahnya saat melihat sosok perempuan cantik sedang berdiri di hadapannya. Andra juga tidak pernah melihat perempuan itu sebelumnya.
“Dia mabuk. Kamu siapa?” Andra justru bertanya balik dan mengabaikan pertanyaan Shanum yang lainnya.
“Aku sepupu Kak Nabil. Biar aku saja yang membawanya masuk ke dalam. Terima kasih sudah mengantarnya pulang.” jawab Shanum lalu menarik Nabil dan membawanya masuk ke dalam rumah, walau tubuh pria itu sangat berat.
Andra hanya berdiri mematung dan membiarkan perempuan yang bernama Shanum itu membawa Nabil masuk ke rumahnya. Jujur saja Andra sampai terpesona dengan wajah cantik natural Shanum yang hanya mengenakan piyama panjang.
“Mungkin dia yang bernama Shanum. Sial, kenapa aku tadi tidak tanya namanya.” Gumam Andra lalu ia segera pergi dari rumah Nabil dan memesan taksi untuk mengantarnya pulang.
Sementara itu saat ini Shanum sudah berhasil membawa Nabil masuk ke dalam kamarnya. Pria itu sudah benar-benar terlelap akibat terlalu banyak minum. Shanum hanya melepas sepatu Nabil. Tidak mengganti pakaiannya, karena dia sendiri tidak berani. Takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Baru saja Shanum beranjak dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Nabil yang sudah terlelap, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh Nabil hingga membuatnya jatuh ke dalam pelukan.
Brukk
Jantung Shanum berdegup kencang saat tak sengaja bibirnya menyentuh bibir Nabil. Ada rasa aneh dalam hatinya. Ini juga baru pertama kalinya bagi Shanum dalam posisi seperti ini. entah itu namanya ciumaan pertama atau bukan. Namun yang pasti beberapa detik bibir mereka bertemu.
“Bisa nggak kamu jangan murahan lagi, hah?” gerutu Nabil dengan suara lirih dan mata terpejam.
Shanum hanya menelan salivanya. Dia juga bingung kenapa Nabil bicara seperti itu padanya. Dan apa benar ucapannya itu ditujukan pada dirinya.
Setelah menunggu tidak ada respon lagi dari Nabil, Shanum akhirnya pergi dan membiarkan Nabil tidur.
Shanum masih memegang dadanya yang masih menyisakan degupan jantung sedikit cepat. Hatinya merasa aneh tapi tida bisa menyimpulkan apapun.
__ADS_1
“Kenapa jadi seperti ini?” gumam Shanum masih penasaran dengan hatinya.
Keesokan harinya kebetulan weekend, otomatis Shanum libur bekerja. Begitu juga Nabil. Biasanya kalau weekend seperti ini pembantu Nabil juga akan libur. Jadi Shanum memutuskan untuk datang ke rumah Nabil membuatkan sup hangat.
Shanum memasuki rumah Nabil yang masih terlihat sepi. Sudah bisa dipastikan kalau pria itu mungkin masih terlelap dalam mimpinya. Akkhirnya Shanum langsung masuk ke dapur membuat sup untuk Nabil agar bisa menghilangkan rasa pusing setelah semalam mabuk.
Beberapa menit Shanum sudah menyelesaikan kegiatan masaknya. Ia menyajikan masakannya di atas meja makan sebelum membangunkan Nabil. Namun sepertinya niat itu ia urungkan saat melihat si pemilik rumah baru saja keluar kamar dengan wajah yang terlihat lebih segar.
Nabil sendiri sangat terkejut saat melihat keberadaan Shanum di dapurnya. Ditambah lagi Shanum menatapnya dengan seulas senyum manis yang selalu membuat Nabil terpesona.
“Kenapa kamu di sini?” tanya Nabil dengan suara datar.
“Maaf kalau aku lancang, Kak. Aku hanya menbuatkan sup untuk Kak Nabil. Semalam Kak Nabil mabuk dan pasti masih meninggalkan rasa pusing. makanlah sup ini selagi masih hangat.” Jawab Shanum.
Nabil tak menjawab. Ia segera menarik kursi dan duduk. Jujur saja aroma sup buatan Shanum sangat menggoda selera. Sedangkan Shanum hanya mengulas senyum tipis.
“Terima kasih.” Jawab Nabil singkat tanpa melihat wajah Shanum.
Benar saja, masakan Shanum sangat enak saat Nabil baru saja menyuapkam satu sendok sup ke dalam mulutnya. Baginya, Shanum adalah sosok yang sangat sempurna. Sudah cantik, pandai memasak lagi.
***
Hari berlalu begitu cepat. Tanpa terasa Shanum sudah satu bulan bekerja dengan Nabil. Perempuan itu sedikit demi sedikit sudah bisa belajar ilmu bisnis. Meskipun prosesnya sangat sulit lantaran sikap arogan bosnya itu.
Selama kedatangan Shanum, Nabil sudah tidak lagi membawa wanita cantik ke dalam kantor. bahkan tanpa bertanya pada Shanum, Barra sudah cukup lega karena anaknya sudah mengalami kemajuan dengan tidak lagi mendengar kabar skandal yang menimpa putra sulungnya itu. tapi Nabil masih sering datang ke Club bersama teman-temannya, yang pastinya masih dikelilingi wanita cantik.
“Weekend besok kamu harus ikut datang ke acara jamuan makan malam rekan bisnisku sekaligus perayaan pesta ulang tahun perusahaannya.” Nabil memberitahu Shanum yang sedang duduk mempelajari beberapa dokumen di tangannya.
__ADS_1
“Baik, Tuan.” Jawabnya dengan sopan.
Nabil tidak hanya mengajak Shanum. Melainkan Kevin juga. walau sebenarnya ia sangat malas mengajak sekretarisnya itu, karena nanti pasti akan membuat Kevin lebih dekat dengan Shanum.
Waktu itu akhirnya tiba. Nabil datang bersama Shanum satu mobil. Sedangkan Kevin mengendarai mobilnya sendiri. Mereka bertiga memasuki ballroom hotel yang sangat megah di kota. Semua tamu undangan tampak terpesona dengan kecantikan Shanum. Tak banyak dari mereka yang mengenali wajah Shanum, karena fotonya pernah mengisi beberapa cover masalah kecantikan.
Rupanya ketiga teman Nabil yakni Andra, Dave, dan Lucky juga ikut diundang dalam acara itu. karena memang ketiga teman Nabil itu juga sama-sama pengusaha muda.
Nabil memilih bergabung dengan ketiga temannya. Dia membiarkan Shanum dengan Kevin. Lagipula mereka sedang berada di tempat yang ramai. Pasti aman-aman saja.
“Cantik juga sepupu kamu, Bil!” puji Andra sambil menatap Shanum yang sedang berbincang dengan Kevin.
“Kamu jangan macam-macam! Meskipun dia hanya sepupuku, tapi tidak aku biarkan dekat dengan cassnova seperti kamu.” Jawab Nabil dan sontak membuat ketiga teman Nabil terkekeh.
Nabil merasa waktunya cukup untuk menghadiri acara itu. dia ingin mengajak Shanum pulang lebih dulu. Namun tiba-tiba saja ia melihat Shanum yang berjalan dari toilet dengan sempoyongan dan dipapah oleh Kevin.
“Panas sekali!” lirih Shanum merasakan hawa aneh pada tubuhnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1