
“Tuan, kalau saya tidak salah ingat, itu mobil yang ditumpangi wanita yang anda cari.” Ucap Boby saat melihat sebuah mobil baru saja memasuki halaman minimarket.
Boby memang saat itu memantau Shanum dari jarak yang tidak terlalu dekat. Setelah berhasil mengambil foto Shanum, ia juga hendak mendekati mobil yang Shanum tumpangi, dimana ada seorang pria yang menyambut kedatangannya dan membukakan pintu untuknya. Sayangnya tiba-tiba Boby mendapat panggilan dari istrinya, jadi ia tidak sempat memfoto atau bahkan mengingat nomor plat mobil yang ditumpangi Shanum. Tapi ia ingat ciri mobilnya.
Entah sebuah kebetulan atau keberuntungan bagi Nabil saat ini. setelah Boby mengatakan bahwa mobil yang baru saja berhenti di halaman minimarket itu, Nabil segera mendekat. Namun tentunya tidak sampai diketahui oleh pemilik mobil itu.
Kebetulan mobil itu parkir paling pinggir, dan sangat dekat dengan tembok pembatas minimarket. Nabil berdiri di belakang mobil itu menunggu si pengemudi keluar. Dan saat pintu mobil itu baru saja dibuka, Nabil segera menghampiri pria itu dan mencekal tangannya.
“Hei, apa-apaan iiiinnii….?”
“Kamu??”
Kedua pria itu sama-sama terkejut. Ya, si pengemudi mobil yang diduga telah mengantar Shanum ke rumah sakit adalah Andra. Andra tidak menyangka kalau akan bertemu dengan Nabil, temannya. Begitu juga dnegan Nabil, yang tidak percaya kalau pria yang dicurigainya adalah Andra.
“Bil? Ada apa kamu di sini?” tanya Andra setelah Nabil melepas cekalan tangannya.
Nabil masih diam tak menjawab pertanyaan Andra. Sekelebat pikiran buruk sempat menghampirinya. Apakah mungkin Andra yang mengantar Shanum ke rumah sakit. Sedangkan Andra sendiri berusaha tetap tenang agar Nabil tidak mencurigainya.
“Tuan, bagaimana?” tanya Boby yang baru saja datang.
“Tidak. Sepertinya kamu salah orang.” Jawab Nabil dan segera pergi meninggalkan Andra.
“Tapi saya masih ingat, Tuan. Pria itu yang sedang bersama wanita yang anda cari.” Ucap Boby seketika itu membuat Nabil menoleh pada Andra.
Andra jelas sangat terkejut. Ternyata Nabil telah menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Shanum. Dan sekarang temannya itu sudah berhasil menemukan Shanum.
__ADS_1
“Katakan padaku, apa maksud kamu menyembunyikan Shanum, hah?” Nabil mencengkeram kerah baju Andra.
Mata Nabil memerah. Dia tidak menyangka kalau Andra lah yang telah menyembunyikan Shanum. Dia nggak habis pikir bagaimana Andra bisa melakukan itu. apa memang Andra sengaj, karena marah terhadapnya dan kini sedang balas dendam.
Bugh
Nabil memberikan sebuah pukulan tepat mengenai rahang Andra. Amarahnya semakin memuncak saat membayangkan Andra telah berbuat sesuatu dengan Shanum.
“Bil, tolong dengarkan aku dulu!” Cegah Andra saat Nabil hendak memberikan pukulan selanjutnya.
“Apa lagi yang ingin kamu katakan, hah? Kamu sengaja melakukan ini padaku karena ingin membalas sakit hati kamu padaku?” Nabil berusaha menyerang Andra lagi.
“Tuan, hentikan! Di sini tempat umum.” Boby juga ikut melerai pertengkaran dua pria di hadapannya.
Nafas Nabil masih memburu. Tatapannya tajam pada Andra. Setelah itu Boby mengajak kedua pria itu ke tempat yang sedikit lebih nyaman dan sepi untuk berbicara. tentunya Boby tetap mengawasi gerak-gerik Andra. Khawir jika tiba-tiba Andra kabur.
“Cepat katakan, apa yang ingin kamu jelaskan!” pinta Nabil dengan suara tegasnya.
“Maafkan aku, Bil! Sebelumnya aku dan Shanum tidak sengaja dipertemukan. Aku juga tinggal di daerah ini, dekat dengan tempat tinggal Shanum.” Ucap Andra.
“Jangan banyak basa-basi, cepat katakan dimana Shanum sekarang?” bentak Nabil tak sabaran.
Andra hanya menghembuskan nafasnya kasar. Ia lalu mengatakan dimana saat ini Shanum tinggal. Yaitu di villa miliknya. Reaksi Nabil semakin terkejut. Bagaimana bisa Shanum tinggal dengan pria yang telah menjebaknya. Nabil kembali dibuat emosi. Dia hendak melayangkan bogemannya lagi, tapi buru-buru dicegah Boby.
“Aku tidak tinggal bersama Shanum. Maaf, aku menuruti permintaan Shanum karena itu syarat darinya agar dia mau memaafkan kesalahanku.” Ucap Andra tertunduk sedih.
__ADS_1
Nabil membuang nafasnya kasar. Dia sadar kalau semua kesalahan satu malam yang dia lakukan saat itu berawal dari jebakan Andra. Kalau Shanum sudah memaafkan kesalahn Andra, apakah mungkin wanita itu juga akan mudah memaafkan dirinya.
“Sekarang katakan dimana alamat Villa kamu?” tanya Nabil.
“Akan aku beritahu kamu, tapi lebih baik jangan datang sekarang. apalagi sudah larut malam dan kedua orang tua Shanum juga sedang berada di sana.” Jawab Andra memberikan solusi.
“Maaf, keadaan Shanum memang kurang sehat. Aku khawatir kalau melihat kedatangan kamu malam ini akan semakin memperburuk keadaannya.” Lanjut Andra.
“Apa maksud kamu? Kenapa kamu mengkhawtirkan Shanum?” tanya Nabil tak terima.
“Bukankah memang saat itu kamu bilang tidak suka dnegan Shanum? Lalu apa salahnya jika aku mengkhawatirkan dia?” kini Andra menatap Nabil dengan sinis.
“Aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati wanitaku. Sampai kapanpun Shanum akan menjadi milikku. Sekarang beri aku alamat Villa itu. besok pagi aku akan datang ke sana.”
Akhirnya Andra terpaksa memberikan alamat Villa itu. dia juga tidak tega melihat Shanum terus menderita. Andra juga sangat yakin kalau Shanum sebenarnya mencintai Nabil. hanya keadaan saja yang membuat wanita itu membenci sosok Nabil.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1