
“Nabil sudah merenggut kesucian Sha-“
“Berengsekkk!!! Baj***an kamu!”
Zaky yang sudah tidak kuat menahan amarahnya, ia langsung mendekati Nabil dan menarik kerah baju pria itu. mencengkeram kuat dan melayangkan beberapa bogeman tepat mengenai wajah tampannya.
Bugh
Bugh
Bugh
“Kurang ajar kamu! Aku nggak akan membiarkan kamu selamat setelah memperlakukan adikku seperti itu.” Umpat Zaky kembali memukuli Nabil.
Bagas dan Rosma masih terkejut dnegan pengakuan jujur Nabil, sampai-sampai mereka membiarkan Zaky memukuli Nabil. Ternyata itu alasan Shanum pergi dan ingin tinggal jauh dari orang tuanya. Bagas dan Rosma tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hati anak perempuannya itu setelah apa yang diperbuat oleh Nabil.
“Cukup! Hentikan!” teriak Bagas.
Tapi sayangnya Zaky masih belum puas meluapkan amarahnya. Kemudian Bagas segera mendekati Nabil dan Zaky lalu melerai mereka berdua.
“Ayah biarkan Zaky memberi pelajaran pada baj***an itu! dia pantas mendapatkannya.” Teriak Zaky yang masih berusaha menyerang Nabil.
Rosma segera menjauhkan Zaky dari Nabil. Wanita itu meminta Zaky keluar dari ruang tamu terlebih dulu agar suasana sedikit lebih kondusif.
Tak lama kemudian Rosma kembali lagi ke ruang tamu setelah memastikan Zaky tidak menyerang Nabil. Sedangkan Nabil sejak tadi masih diam belum bicara lagi. apalagi luka bekas pukulan Zaky terasa sangat sakit. Tapi inilah imbalan yang pantas ia terima.
__ADS_1
“Maafkan Nabil, Om Tante! Nabil benar-benar khilaf saat itu. ijinkan Nabil mempertanggung jawabkan semuanya.” Ucap Nabil memberanikan diri menatap Bagas dan Rosma bergantian.
Bagas dan Rosma tentunya sangat kecewa dengan perbuatan Nabil. Walaupun pernah berniat menjodohkanya dengan Shanum, namun setelah kejadian ini jujur saja sangat sulit menerima Nabil apalagi Shanum jelas masih sangat terluka.
“Om tidak habis pikir, kenapa kamu tega sekali melakukannya, Nabil. Walaupun memang sangat berat buat Om dan Tante memaafkan perbuatan kamu, tapi Om masih melihat usaha kamu. Untuk Shanum, Om tidak tahu apakah dia akan memaafkan kesalahan kamu.” Ucap Bagas membalas tatapan Nabil.
Nabil kembali tertunduk. Memang benar ucapan Ayah Shanum baru saja. mengingat dirinya yang terang-terangan menolak Shanum dan lepas tanggung jawab, tentunya Shanum pasti sangat membencinya.
“Ijinkan Nabil bertemu dengan Shanum, Om. Nabil ingin minta maaf pada Shanum dan akan bertanggung jawab.” Ucap Nabil memohon.
“Setelah Shanum memutuskan keluar dari perusahaan kamu, semenjak saat itu dia mengatakan tidak ingin lagi tinggal di rumah ini. dia memilih tinggal di rumah peninggalan kakek neneknya. Ternyata alasannya itu. Tante ikut sakit merasakan bagaimana selama ini Shanum menyimpan bebannya sendiri.” Rosma berbicara dengan lirih dan air mata yang terus mengalir.
Sungguh Rosma tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan anak perempuannya saat itu. betapa bodohnya dirirnya yang sama sekali tidak peka dengan apa yang telah terjadi pada Shanum.
“Nabil mohon, Tante! Dimana alamat Shanum saat ini tinggal?” sekali lagi Nabil memohon.
Akhirnya Nabil menurut saja dengan saran yang diberikan oleh Bagas. Tidak peduli besok Shanum mau menemuinya atau tidak, yang penting dia sudah menemukan Shanum.
Setelah itu Nabil berpamitan pulang. besok dia akan datang lagi ke sini untuk bertanya alamat tempat tinggal Shanum, karena Bagas tidak bisa memberikannya sekarang.
**
Nabil mengurungkan niatnya untuki menginap di rumah Naya, mengingat Zaky baru saja menghajarnya. Tentu saja pria itu masih marah padanya dan juga tidak akan mengijinkan dirinya untuk menginap di sana. Akhirnya Nabil memilih untuk menginap di hotel saja.
Nabil menginap di hotel yang tak jauh dari tempat tinggal Bagas. Sesampainya di sana, ia langsung mengobati luka di wajahnya bekas pukulan dari Zaky. di saat itu juga Mamanya melakukan panggilan video pada Nabil hanya untuk mengetahui bagaimana kabar anak laki-lakinya.
__ADS_1
Nabil berusaha menghindar dari Mamanya agar tidak sampai melihat wajahnya yang babak belur. Walau dari suaranya saja masih bisa dirasakan kalau ada yang tidak beres dengan Nabil.
“Nabil, kenapa denganmu?” tanya Carissa cemas karena sejak tadi Nabil sama sekali tidak memperlihatkan wajahnya.
Karena desakan dari Sang Mama, akhirnya Nabil terpaksa menunjukkan wajah babak belurnya. Carissa sangat terkejut melihatnya. Meskipun Nabil mengatakan kalau itu adalah hukuman yang setimpal yang harus ia terima, namun tetap saja Carissa tidak tega melihat nasib anaknya seperti itu.
Sambungan panggilan video itu masih tersambung. Carissa ikut menangis melihat Nabil yang sesekali meringis merasakan perih luka di bibirnya. sedangkan Nabil sendiri mencoba untuk menenangkan Mamanya kalau dirinya baik-baik saja.
“Nabil, bolehkah Mama bertanya sesuatu?” tanya Carissa dan dijawab anggukan oleh Nabil.
“Atas dasar apa kamu meminta maaf pada Shanum dan ingin mempertanggung jawabkan perbuatan kamu? Selain menebus kesalahan tentunya.” Tanya Carissa.
Nabil terdiam sejenak mendengar pertanyaan Mamanya. Mungkin lebih tepatnya ia ingin memantapkan hatinya. Setelah itu ia memberanikan diri menatap wajah Mamanya yang masih menyisakan air mata menangisi nasibnya.
“Ma, Nabil minta doa dan restu Mama agar dipermudah urusan Nabil untuk meminta maaf pada Shanum.” Jawab Nabil menjeda sejenak kalimatnya.
“Nabil mencintai Shanum, Ma.” Lanjutnya dengan mantap dan tatapannya tertuju pada Mamanya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️