
Warninggg!!!!!!🔥🔥🔥
“Panas sekali!” lirih Shanum merasakan hawa aneh pada tubuhnya.
Nabil sangat terkejut melihat keadaan Shanum. Apalagi saat ini Shanum sedang bergerak resak dalam pelukan Kevin. Nabil sangat tidak suka dan marah pada Kevin. Dia segera menarik Shanum ke dalam pelukannya dan memberikan tatapan tajam pada Kevin.
“Apa yang kamu lakukan pada Shanum?” tanya Nabil dengan tatapan menusuk.
“Saya tidak melakukan apa-apa, Tuan. Justru saya membantu Shanum.” Jawab Kevin ketakutan.
Nabil segera membawa Shanum pulang, karena memang yang tidak beres dengan perempuan itu. apalagi saat ini Shanum terus bergerak resah sambil bergumam kepanasan.
“Aku tidak akan membiarkanmu selamat jika semua ini ada hubungannya dengan kamu.” Ancam Nabil sebelum pergi meninggalkan Kevin.
Nabil menggandeng Shanum keluar dari ballroom. Shanum berjalan dengan sempoyongan karena Nabil semakin mempercepat langkahnya.pria itu benar-benar marah karena sepertinya ada seseorang yang sengaja memberikan obat peranggsang pada Shanum. Entah apa itu alasannya.
Kini Nabil sudah berada di dalam mobil bersama Shanum. Tadi Nabil terpaksa menggendong Shanum karena perempuan itu terus bergerak kepanasan dan hendak membuka bajunya di sepanjang jalan menuju basement.
Nabil memasang sabuk pengaman Shanum dan mengikat kedua tangan Shanum dengan dasinya agar perempuan itu tidak bisa berbuat apa-apa.
“Panas! Kak tubuhku panas sekali!” racau Shanum dengan terus bergerak. Bahkan saat ini Shanum mendekatkan tubuhnya pada Nabil dengan susah payah.
“Tenang, Num! bertahanlah, sebentar lagi kita pulang.” jawab Nabil lalu mengemudikan mobilnya.
Setelah mobil Nabil keluar dari basement hotel, dia memacu kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia ingin segera sampai rumah karena kasihan melihat Shanum yang sudah sangat tersiksa.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil Nabil sudah memasuki halaman rumahnya. Ia segera keluar mobil dan berlari memutar untuk membantu Shanum keluar. Nabil kembali menggendong Shanum dan membawanya masuk ke dalam rumah.
“Kak, tolong aku! kenapa seperti ini. aku tidak kuat Kak!” racau Shanum dalam gendongan Nabil. Shanum juga mengusap-usapkan wajahnya ke ceruk leher Nabil sambil merabaa-raba dada Nabil.
Nabil berjalan ngos-ngosan memasuki kamar Shanum. Bukan karena berat badan Shanum, melainkan gerakan Shanum yang membuat dirinya ikut terbakar.
Brukk
Nabil tanpa sengaja menjatuhkan tubuh Shanum ke lantai. Padahal ia berniat membawa Shanum ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya dengan air hangat. Untung saja tubuh Shanum tidak menyentuh lantai sepenuhnya, hingga perempuan itu masih bisa berdiri kembali.
“Ayo, Num lebih baik kamu berendam di dalam bathup.” Ajak Nabil tapi mendapat reaksi yang sangat mengejutkan dari Shanum.
Shanum memeluk tubuh Nabil dengan erat. Ia meraih tengkuk Nabil dan menciumnya dengan kasar. Tidak hanya itu, Shanum kini menggesek-gesekkan dadanya pada dada Nabil hingga membuat Nabil semakin terpancing gairrahnya.
“Cukup Shanum! Jangan seperti ini!” Nabil terpaksa membentak Shanum karena Shanum semakin tidak bisa dikendalikan.
Bukannya Shanum takut dengan bentakan Nabil, dia justru kembali mencium bibir Nabil dengan sangat rakut seolah hasrattnya ingin segera dipenuhi saat ini juga. Nabil yang hampir kehilangan akalnya, ia melepas ciuman Shanum. Tapi sayangnya Shanum menarik kuat tubuh Nabil hingga keduanya jatuh di atas tempat tidur dengan posisi Shanum di bawah kungkungan Nabil.
Kali ini Nabil sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. apalagi saat ia menimpa tubuh Shanum, ia melihat dua bulatan besar milik Shanum yang sangat menggoda karena memang gaun Shanum memiliki belahan dada yang rendah.
“Shiitttt!” umpat Nabil dengan mata memerah menahan gejolak dalam dirinya.
Meskipun berada di bawah kungkungan Nabil, tapi sejak tadi Nabil masih tampak diam. Shanum pun kembali berulah dan semakin membuat Nabil hilang akal. Akhirnya Nabil memegang kedua tangan Shanum dan merentangkannya ke atas kepala. Setelah itu ia menciumi bibir Shanum dengan sangat rakus dan mengeksplor setiap inci rongga mulut perempuan itu.
Merasa mendapat sambutan, Shanum juga semakin liar. Badannya sudah benar-benar tidak tahan untuk menginginkan yang lebih.
__ADS_1
Nabil kini turun ke leher jenjang Shanum yang putih mulus itu. mengecupnya dan meninggalkan banyak tanda merah di sana. Suara desahhan Shanum keluar begitu saja karena sangat menikmati sentuhan Nabil.
“Ahh… Kak, nikmat sekali!” racau Shanum saat Nabil mulai mengecup perut rata Shanum.
Entah bagaimana caranya, saat ini Nabil sudah berhasil meloloskan gaun Shanum sebatas pinggang. Lalu kedua asetnya yang sangat menantang itu masih tertutup oleh kain penyangga berwarna hitam. Nabil memberikan sentuhan pada dua aset itu. Shanum pun semakin mengerang nikmat.
“Jangan salahkan aku jika melakukan ini padamu, Num! karena kamu yang lebih dulu menggodaku.” Gumam Nabil yang sudah dipenuhi oleh kabut gairrah.
Selama ini Nabil selalu bersolo karir sambil membayangkan wajah Shanum. Dan malam ini dia seperti memenangkan lotre untuk bisa menikmati tubuh wanita yang selalu menjadi objek fantasinya. Nabil pun tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.
Mereka berdua terus bertempur dalam kenikmatan. Shanum yang awalnya merasa kesakitan, dan masih terpengaruh oleh obat peerangsang itu, akhirnya ia sedikit melupakan rasa sakit pada intinya. Semakin lama seiring dengan genj**an yang diberikan oleh Nabil, Shanum sangat menikmatinya.
Entah sudah ke berapa kalinya merka berdua mengalami pelepasan. Hingga akhirnya suara lenguhan panjang dari bibir mereka berdua mengakhiri pertempuran malam itu. Nabil menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Shanum yang sudah terlelap beberapa detik yang lalu.
Cup
Nabil mengecup kening Shanum sebelum akhirnya ia ikut terlelap sambil mendekap tubuh polos Shanum.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️