Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 70 ~ Pulang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Kabar bahagia dari keluarga kecil Nabil atas kelahiran anak pertamanya itu telah sampai ke telinga Barra dan Carissa tentunya. Bahkan Bagas dan Rosma yang tinggalnya jauh dari anak menantunya itu sudah mendengar kabar itu hanya selang beberapa menit saja pasca Shanum melahirkan.


Saat ini Shanum sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Wanita itu masih memerlukan perawatan khusus setelah melahirkan. Beruntungnya Shanum melahirkan secara normal, jadi ia tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pemulihannya.


Carissa dan Barra juga saat ini sudah berada di ruang perawatan Shanum. Carissa tampak sedang menimang cucu perempuannya yang sangat cantik itu. karena memang cucu pertamanya, anak dari Nabila berjenis kelamin laki-laki. Jadi lengkap sudah kebahagiaan Carissa dan Barra yang memiliki cucu laki-laki dan perempuan.


Sedangkan Nabil saat ini sedang menyuapi istrinya. Mereka berdua juga masih menunjukkan raut bahagianya, walau Shanum sendiri masih merasakan sakit pasca melahirkan tadi. tapi itu tidak sebanding dengan rasa bahagia yang ia dapatkan hari ini.


“Sudah, Mas! Aku sangat kenyang.” Ucap Shanum.


“Baiklah. Sekarang minum dulu, setelah itu minum obatnya.” Jawab Nabil dengan sabar mengambilkan minum sekligus menyiapkan obat yang akan diminum istrinya.


Setelah Carissa puas menimang cucunya, dia memberikan bayi mungil itu pada Shanum. Kemudian sepasang kakek nenek itu keluar dari ruang perawatan Shanum untuk membiarkan anak menantu mereka menikmati waktunya bersama anggota baru keluarganya.


“Sayang, dia sangat cantik. Sama seperti kamu.” Puji Nabil yang masih terharu melihat wajah imut anaknya.


“Mirip Papanya juga. jadi perpaduan antara aku dan kamu, Mas. Oh iya, kamu kasih nama siap dia?” tanya Shanum.


Memang sebelumnya Shanum dan Nabil sudah melakukan perjanjian. Kalau anak yang lahir laki-laki, Shanum yang akan memberikan nama. Sedangkan kalau yang lahir perempuan, Nabil lah yang memberi nama. Dan saat USG menunjukkan jenis kelaminnya perempuan, Nabil sudah mulai mencari nama yang pas untuk calon anaknya.


“Aku beri dia nama Queenara. Panggilannya Baby Queen. Cantik seperti ratu. Ratu dalam keluarga kita.” Jawab Nabil.

__ADS_1


“Baby Queen. Nama yang sangat bagus, Mas. Terima kasih.” Ucap Shanum tersenyum haaru lalu mengecup pipi bayi yang sejak tadi tampak pulas dalam tidurnya.


**


Hanya membutuhkan tiga hari saja Shanum dan Baby Queen menjalani perawatan di rumah sakit. Hari ini juga Shanum dan bayinya sudah diperbolehkan pulang.


Carissa sejak pagi juga sudah datang untuk membantu persiapan pulang Shanum. Sedangkan saat ini Nabil sedang menyelesaikan administrasi sekaligus mengambil obat yang masih dibutuhkan oleh Shanum.


“Apa sudah siap, Sayang?” tanya Nabil saat baru saja masuk.


“Sudah, Mas. Perwat tadi juga sudah menyiapkan kursi roda untukku.” Jawab Shanum.


Tak lama kemudian Nabil membantu istrinya untuk duduk di kursi roda. Sedangkan Carissa menggendong Baby Queen. Shanum sangat senang akhirnya bisa pulang kembali ke rumah. sebentar lagi dia juga akan menikmati hari-harinya dengan keriwehan mengurus Baby Queen.


Shanum keluar dari mobil dengan bantuan suaminya. meskipun bisa berjalan sendiri, namun Nabil tetap menggandengnya. Bi Murti juga sudah siap mengambil beberapa baju kotr dari bagasi mobil.


“Ayah, Bunda!” Ucap Shanum terkejut saat melihat keberadaan kedua orang tuanya sudah di rumah.


Rosma langsung memeluk anak perempuannya itu dengan haru. Begitu juga dengan Shanum yang sangat erat membalas pelukan Bundanya. Lalu bergantian dengan Ayahnya.


Kini semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga. Shanum memilih masuk ke kamar lebih dulu untuk beristirahat sambil memberikan ASI untuk anaknya.

__ADS_1


Kedua orang tua Shanum sengaja akan tinggal beberapa hari demi menemani cucunya yang baru lahir. Sedangkan untuk kakak Shanum masih belum bisa datang karena kesibukan pekerjaannya.


Malam ini adalah malam pertama Nabil dan Shanum mengurus Baby Queen di rumahnya setelah pulang dari rumah sakit. Bayi yang masih berusia beberapa hari itu terlihat masih anteng. Bahkan waktunya dia habiskan hampir untuk tidur saja. untungnya tidak sampai mengajak Mama dan Papanya begadang. Mungkin sesekali terbangun saat malam kalau diapersnya penuh atau sedang buang air besar.


Nabil yang awalnya masih kaku saat menggantikan diapers anaknya, lama-lama pria itu terbiasa. Bahkan tanpa membangunkan istrinya, dia akan menanganinya sendiri. Kecuali Baby Queen sedang kehausan, barulah Nabil akan membangunkan istrinya.


“Sayang, Ayah dan Bunda pulang dulu ya?” Pamit Rosma pada Shanun dan Nabil setelah beberapai hari mereka tinggal di rumah anaknya.


“Terima kasih, Bun sudah tinggal beberapa hari di sini. padahal Shanum masih ingin Bunda di sini loh.” Jawab Shanum sedikit merengek seperti anak kecil.


“Kamu ini sudah menjadi orang tua loh, Num. jangan seperti anak kecil lagi, dan jangan buat susah suami kamu yang bekerja demi kamu dan anak kamu.” Bagas ikut menyahut memberikan pengertian pada Shanum.


“Iya Ayah, iya. Shanum ngerti kok.” Jawab Shanum dengan cemberut.


Nabil hanya menanggapinya dengan senyuman. Meskipun apa yang diucapkan Ayah mertuanya benar, tapi dia juga sama sekali tidak keberatan jika dibuat susah oleh istri dan anaknya. karena dia bekerja kalau bukan buat keluarga, buat siapa lagi.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2