Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 33 ~ Kemarahan Barra


__ADS_3

Nabil hanya memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Papanya. Dia juga masih diam menundukkan kepalanya, siap menerima amukan Papanya.


“Maafkan Nabil, Pa!” lirih Nabil memohon ampun pada Papanya.


“Maaf? Untuk apa kamu meminta maaf pada Papa? Siapa yang kamu sakiti? Apa kamu sudah meminta maaf pada Shanum, hah? Astaga Nabil! Bisa-bisanya kamu melakukan itu pada Shanum.” Barra terduduk di kursinya dengan nafas masih tersengal.


Tak lama kemudian Carissa masuk ke ruang kerja suaminya, karena dari luar samar-samar terdengar suara teriakan sang suami. wanita paruh baya itu melihat anak laki-lakinya sedang tertunduk sedih. Sedangkan suaminya tampak memijit kening dengan raut wajah memerah.


“Nabil, Mas? Ada apa dengan kalian?” tanya Carissa penasaran.


“Tanya saja sama anak kamu yang selalu membuat onar itu. tidak cukup kah selama ini sering membuat skandal dengan beberapa wanita? Aku kira selama ini juga dia sudah berubah setelah mengirim Shanum ke perusahaan. Tidak tahunya justru ia membuat skandal dengan Shanum.” Jawab Barra dengan tatapan masih penuh amarah.


Carissa melotot tajam tak percaya dengan ucapan suaminya baru saja. sedetik kemudian tatapan beralih pada Nabil yang sejak tadi menundukkan kepalanya. Wanita itu sontak memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.


“Benarkah itu, Bil? Katakan pada Mama kalau semua itu tidak benar.” Tanya Carissa dengan lirih sambil menahan isak tangisnya.


“Maafkan Nabil, Ma!” jawab Nabil tanpa berani melihat Mamanya.


“Papa nggak mau tahu. Kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu. Mau ditaruh dimana muka Papa saat Om Bagas mengetahui anak perempuan kesayangannya telah kamu rusak?” Barra yang masih emosi segera keluar dari ruangan kerjanya karena kalau tidak, bisa-bisa ia menghajar Nabil. Terlebih ada istrinya juga di ruangan itu.


Carissa menangis pilu terduduk di sofa tak jauh dari tempat Nabil. Sungguh ia tidak menyangka kalau anak sulungnya akan berbuat ulah lagi. selama ini ia cukup bungkam mendengar Nabil yang selalu terlibat skandal dengan beberapa wanita di luaran sana. Karena saat itu Carissa juga tahu kalau semua itu bukan sepenuhnya salah Nabil, melainkan para wanita itu yang sengaja ingin mendekati Nabil atau sengaja ingin membuat citra perusahaan buruk.

__ADS_1


Tapi untuk kali ini, Carissa benar-benar tidak habis pikir dengan perbuatan Nabil yang tega merenggut mahkota Shanum. Apalagi hubungan dengan keluarga Shanum sangat baik.


Menyadari sang Mama sedang menangis, Nabil segera mendekati Mamanya lalu duduk bersimpuh tepat di hadapan Carissa.


“Maafkan Nabil, Ma! Nabil khilaf Ma!” Mohon Nabil sambil mencium kaki Mamanya.


Carissa benar-benar sakit melihat tingkah Nabil yang di luar batas, namun saat Nabil bersimpu seperti itu, hati seorang Ibu tetap tidak tega melihatnya. Tidak bisa untuk tidak memaafkan kesalahan anaknya.


“Bangunlah, Nak! Mama dan Papa memang tidak pernah mengajarimu seperti itu. namun satu hal yang Mama inginkan. Mama ingin anak laki-laki Mama ini menjadi pria yang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mengakui kesalahannya. Pergilah, temui kedua orang tua Shanum dan meminta maaf. Setelah itu minta maaflaah pada Shanum.” Tutur Carissa panjang lebar.


Nabil langsung berdiri dan memeluk Mamanya. Baru kali ini ia membuat wanita yang sudah melahirkannya bersedih. Nabil berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini tidak akan membuat hati Mamanya sakit lagi.


“Maafkan Nabil, Ma! Nabil berjanji akan menuruti semua keinginan Mama dan tidak akan lagi membuat Mama bersedih.” Ucap Nabil mengeratkan pelukannya.


Nabil mengangguk, setelah itu dia keluar dari ruang kerja Papanya. Mungkin sekarang juga ia akan pergi untuk menemui Shanum dan kedua orang tuanya.


***


Nabil masuk ke kamarnya untuk mempersiapkan diri pergi ke kota dimana Shanum tinggal. Namun sebelum Nabil masuk kamarnya, Nabila memanggilnya.


“Ada apa?” tanya Nabil pada saudara kembarnya.

__ADS_1


Nabila menatap Nabil dengan tatapan kecewa. Tentunya wanita itu sudah tahu kelakuan kakaknya dari sang Papa. Tapi bagaimana pun juga ia harus memberikan dukungan positif pada Nabil.


“Pertanggung jawabkan perbuatanmu! Kamu jangan khawatir dengan Nila, biar menjadi urusanku.” Ucap Nabila.


Nabil menjadi terharu dengan ucapan Nabila. Dia lanta memeluk saudara kembarnya itu. Saudara yang selalu mendukungnya dan memberikan semangat tentang apapun yang telah dialami oleh Nabil selama ini.


“Baiklah. Terima kasih banyak, Bil!” jawab Nabil lalu segera masuk ke dalam kamarnya.


***


Sore ini juga Nabil terbang ke kota tempat tinggal Shanum. Dia sudah siap bicara jujur dan mengakui kesalahannya pada kedua orang tua Shanum. Sekaligus akan mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Nabil berangkat ke bandara dengan diantar oleh Jo, adik iparnya. Sebelum ia berangkat tadi, ia sudah meminta doa sang Mama agar dipermudah segala urusannya, walaupun pada kenyataannya sangat sulit.


Kebetulan keluarga Shanum tinggal di kota yang sama dengan Naya, sepupunya. Nabil mengirim pesan pada Naya untuk memberitahu kalau dia akan berkunjung ke sana tanpa mengatakan tujuan utamanya. Karena mungkin selama beberapa hari Nabil memilih untuk menginap di rumah sepupunya itu.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2