Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 74 ~ Tidak Tega


__ADS_3

Mobil itu lagi. mobil yang ernah diihat Shanum beberapa bulan yang lalu. Yaitu mobil milik Vincent, mantan rekan bisnis suaminya. perasaan Shanum semakin tidak enak. Meskipun dia tahu kalau suaminya tidak pernah ada masalah dengan pria itu. setidaknya Shanum harus memastikan kalau suaminya baik-baik saja.


Shanum mengambil ponselnya untuk menghubungi Nabil. dia tidak peduli walau Nabil saat ini sedang menyetir. Karena biasanya suaminya akan menerima panggilannya meski sedang menyetir.


Dan benar saja. panggilan pertama lagsung Nabil angkat. Shanum pun menceritakan kekhawatirannya tadi. bersyukurlah kalau sang suami baik-baik saja dan tidak ada mobil yang mencurigakan di belakangnya.


Klik


Shanum menutup panggilannya dengan Nabil. dia segera menghampiri Queen yang tadi ia titipkan sebentar pada Bi Murti.


***


Hari ini Nabil sedang sibuk dengan pekerjaannya. Semenjak ia menduduki posisi CEO yang menggantikan Papanya, kesibukannya menjadi dua kali lipat dari biasanya. Untungnya Nabila juga sangat aktif membantu sang kakak.


“Bil, kamu nanti bisa nggak menggantikan aku meeting dengan Tuan Rahardian?” tanya Nabil saat Nabila masuk ke ruangannya.


“Maaf, Bil sepertinya aku tidak bisa. Jadwal meeting dengan Tuan Rahardian jam lima sore bukan? Aku sudah ada janji makan malam dengan Jo.” Tolak Nabila dengan halus.


Nabil hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Sebenarnya ini juga tugasnya, berhubung meetingnya di luar jam kerja, Nabil sedikit keberatan. Apalgi kliennya ini baru mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaannya. Tertunya yang dibahas nanti sangat banyak.


“Ya sudah, kamu boleh keluar kalau gitu.” Usir Nabil pada adiknya.


“Eh, tanda tangani ini dulu! Gimana sih?” gerutu Nabila dengan kesal.


Tanpa menunjukkan reaksi apapun Nabil segera menanda tangani berkas yang dibawa oleh Nabila. Setelah itu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Kini jam pulang kantor sudah tiba. Namun Nabil justru bersiap untuk pergi ke sebuahrestauran dimana dia akan meeting dengan kliennya. Kali ini Nabil hanya datang seorang diri, karena asisten pribadinya sudah ia suruh pulang. menurutnya dia bisa menanganinya sendiri. Biar setelah meeting saja, hasilnya akan diberikan pada asistennya itu untuk proses perbaikan.

__ADS_1


Nabil sudah berada di ruangan VVIP restaurant. Dia melihat jam tangannya, dan kliennya itu sudah terlambat sepuluh menit.


Cklek


“Selamat malam, Tuan Nabil!” sapa seorang pria yang baru saja memasuki ruangan vvip restaurant.


Nabil yang sedang memainkan gadgetnya sontak menoleh pada seorang pria yang baru datang itu. netapa terkejutnya dia saat melihat siapa pria gerangan yang akan menjadi kliennya.


“Tuan Vincent?” sapa Nabil tak percaya.


Pria itu tersenyum hangat mendekati tempat duduk Nabil. mengulurkan tangan mengucapkan salam pertemuannya.


“Jadi, Tuan Rahardian itu anda?” tanya Nabil masih tak percaya. Pasalnya hanya itu nama yang tertera di jadwal meeting tentang identitas kliennya. Sedangkan Vincent yang sebelumnya pernah menjadi rekan bisnisnya dulu bernama Vincent Pramudya .R


“Iya. Rahardian memang nama mendiang Papa saya, dan perusahaan yang saya pegang saat ini adalah perusahaan pusat milik Papa saya. suatu kebahagiaan bagi saya bisa kembali menjalin kerjasama dengan perusahaan Tuan Nabil.” ucap Vincent.


Nabil membaca proposal itu sambil memikirkan sesuatu. Entah kenapa dia bisa menjalin kerjasam lagi dengan Vincent. Meskipun dia sangat tahu kalau perusahaan milik Vincent juga sama besarnya dengan perusahaannya. Hanya saja Nabil sedikit tidak nyaman dengan perangai pria itu, dimana dulu pernah menggoda istrinya hingga berakhir membuat dirinya cemburu buta.


Namun Nabil sudah bertekat jika bekerjasama dengan perusahaan Vincent, dia tidak akan membawa serta istrinya dalam urusan apapun.


Cukup lama Nabil dan Vincent membahas masalah kerjasama. Bahkan mereka berdua sampai makan malam bersama. Nabil melihat sosok Vincent berbeda dari yang ia kenal dulu. Ptia itu sepertinya sudah berubah. Tapi entahlah, dia juga tidak mau terlalu tahu tentang masalah pribadi kliennya itu.


“Terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Nabil. saya tunggu agenda meeting selanjutnya. Sepertinya kita perlu meninjau ulang proyek yang akan kita kerjakan nanti langsung di lapangan.” Ucap Vincent sebelum berpamitan pulang.


“Baiklah. Tuan Vincet tunggu saja, biar saya perbaiki dulu data-data ini. saya juga berterima kasih banyak pada Tuan Vincent.” Jawab Nabil dengan mengulurkan tangannya pada Vincent.


Usai meeting dengan Vincent, Nabil langsung pulang. dia merasa sangat bersalah pada istrinya yang mungkin sejak tadi menunggunya untuk makan malam. karena awalnya dia hanya bilang pulang agak terlambat. Bukan berarti melewatkan makan malam bersama snag istri.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Nabil melihat rumah tampak sepi. Di meja makan juga kosong. Lalu dia segera masuk ke dalam kamar. rupanya Shanum sedang memberikan ASI pada Baby Queen.


Glek


Nabil melihat dengan jelas pemandangan indah di hadapannya. Selama ini dia yang masih berpuasa dari sentuhan Shanum, mendadak Nabil tidak terima kalau hanya Baby Queen yang menikmati sumber kehidupan itu. dia juga butuh. Apalagi setelah capek bekerja seharian.


“Mas!” Panggil Shanum terkejut saat melihat suaminya sudah berdiri di hadapannya. Bahkan tatapan Nabil saat ini tertuju pada satu titik yang membuat Shanum merasa sangat malu.


“Kenapa ditutup? Bukankah itu juga milikku?” tanya Nabil yang kini sudah duduk di samping istrinya.


“Jangan ganggu Queen, Mas! Dia mau tidur.” Cegah Shanum saat tangan suaminya akan merusuh.


“Setelah Queen tidur, boleh ya aku minta? Aku sudah lama merindukan itu, Sayang.” Rayu Nabil dengan tatapan sayu.


Shanum yang memang sudah selesai masa nifasnya, sampai saat ini dia masih takut untuk melakukan hubungan badan dengan suaminya. tapi melihat wajah melas Nabil, Shanum tidak tega untuk menolaknya.


“Tapi, pelan-pelan ya, Mas?” pinta Shanum malu-malu.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2