
#Flashback On
Shanum merasa mual dan pusingnya kembali menyerang. Padahal dokter sudah memberikan beberapa obat yang bisa mengurangi rasa mual. Entahlah, dia masih tidak percaya kalau dalam rahimnya kini sedang tumbuh janin dari pria yang dulu sangat ia cintai. Namun cara melakukannya juga sangat menyakitkan.
Sepulang dari rumah sakit dua hari yang lalu, Shanum terlihat makin stress. Namun ia sama sekali tidak ingin memberitahu kaabar itu pada Bi Asih. Cukup Kayla dan Andra saja yang tahu.
Shanum juga sudah mengancam Andra untuk tidak mengatakan papaun pada Nabil. Meskipun hubungan Andra dan Nabil memang sedang tidak baik-baik saja. akhirnya Andra menyanggupi permintaan Shanum untuk merahasiakan itu semua, asal ia diberi kesempatan untuk menebus kesalahannya.
Drt drt drt
Shanum mendengar suara vibrasi ponselnya. Ia mengambilnya dan ternyata ada pesan dari Naya. Shanum tidak percaya saat membaca pesan Naya yang mengatakan kalau Nabil saat ini sedang berada di rumahnya dan hendak pergi ke rumah orang tua Shanum.
Shanum hanya bisa menebak apa alasan Nabil datang menemui kedua orang tuanya, termasuk dirinya juga. hati yang masih sakit, ditambah dengan hadirnya calon janin yang tak diinginkan itu membuat Shanum harus secepatnya menyusun strategi untuk menjauhi Nabil. Karena tidak menutup kemungkinan jika pria itu mengatakan kejadian yang sesungguhnya pada kedua orang tuanya.
Shanum mengabaikan pesan Naya. Ia mencari kartu nama milik Andra yang kemarin diberikan oleh pria itu. Shanum terpaksa meminta bantuan Andra untuk mengajaknya pergi jauh dari tempat ini sebelum keberadaannya diketahui oleh Nabil.
Tepat pukul tujuh malam, mobil Andra sudah berhenti di depan rumah Shanum. Shanum segera pergi dan berpamitan pada Bi Asih dengan alasan ingin keluar cari udara segar bersama temannya. Dia juga tidak membawa apa-apa. Hanya tas kecil yang berisi dompet dan ponsel saja.
#Flashback Off.
Di sebuah penginapan yang terdapat di daerah dekat pariwisata tak jauh dari tempat tinggal Shanum, tampak wanita itu sejak tadi keluar masuk kamar mandi hanya karena ingin memuntahkan semua isi perutnya.
__ADS_1
Entah ini sudah yang ke berapa kalinya, Shanum masih terus merasakan mual. Sedangkan Kayla yang selalu setia menemaninya sejak semalam juga ikut sedih melihat keadaan Shanum.
“Num, minum teh hangat dulu! Aku baru saja membelinya.” Ujar Kayla yang baru saja masuk kamar.
Tanpa menjawab, Shanum segera meminum teh hangat yang baru saja dibeli Kayla. Sejenak ia merasa lebih nyaman. Rasa mualnya juga perlahan hilang. Hanya saja badannya kini tampak lemas. Bagaimana tidak lemas kalau sejak tadi keluar masuk kamar mandi.
“Num, apa kamu yakin akan pergi jauh? Bagaimana dengan kedua orang tua kamu jika mereka mencari keberadaan kamu?” tanya Kayla ingin memastikan. Pasalnya semalam saat Shanum pergi dari rumahnya, dan Andra juga menghubungi Kayla agar ikut, Shanum meminta Andra agar membawanya pergi jauh dari Nabil.
“Iya. untuk saat ini lebih baik aku menghindari dia. Urusan orang tuaku, biar nanti aku akan menghubunginya setelah hatiku lebih tenang.” Jawab Shanum dengan tatapan lurus ke depan.
Kayla juga bingung mau memberikan saran seperti apa. Jujur saja kalau dia menjadi Shanum, mungkin akan melakukan hal yang sama. Kayla yang sudah tahu smeua cerita tentang Shanum ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh temannya itu. beruntungnya Shanum tidak sampai mempunyai niatan untuk menggugurkan janinnya.
Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar. Kayla segera membukakan pintu kamarnya, ternyata yang datang adalah Andra. Dia tidak mungkin mempersilakan Andra masuk ke kamar, akhirnya mengajak pria itu duduk di depan teras depan penginapan.
“Shanum sejak bangun tidur terus memuntahkan isi perutnya. Aku kasihan melihatnya. Tapi dia ingin benar-benar pergi jauh.” Kayla memberitahu Andra tentang kondisi Shanum.
Semenjak mengetahui kejadian yang sebenarnya, Kayla yang semula sudah menuduh ndra yang tidak-tidak, perlahan hubungan mereka berdua membaik.
“Apa Shanum bisa keluar? Aku ingin bicara langsung dengannya.” Pinta Andra. Setelah itu Kayla masuk ke kamar untuk memanggil Shanum.
Beberapa saat kemudian ketiga orang itu sudah duduk di teras penginapan. Andra tampak terdiam setelah mendengar keinginan Shanum yang tetap ingin pergi jauh. Padahal pria itu sudah memberi nasehat pada Shanum agar mengurungkan niatnya. Apalagi saat ini sedang hamil dan sering mengalami morning sickness.
__ADS_1
“Baiklah kalau kamu tidak mau membantuku. Terima kasih sejauh ini telah menolongku.” Ujar Shanum dan segera beranjak meninggalkan Andra dan Kayla.
“Tunggu! Baiklah. Aku akan membawamu pergi dari sini.” cegah Andra berhasil menghentikan langkah Shanum.
Siang itu juga Shanum pergi dari penginapan. Andra akan membawa Shanum pergi ke salah satu Villa milik keluarganya yang sudah lama tidak ditempati. Meskipun lokasinya masih berada di satu kawasan dengan tempat tinggal Andra, namun pria itu bisa menjamin kalau Nabil tidak akan bisa menemukannya.
Shanum yang awalnya menolak karena tempatnya masih dekat, akhirnya ia mau setelah dibujuk Kayla dan juga Andra dengan alasan mempermudah temannya itu berkunjung.
.
.
.
*TBC
Guys maap ya sementara ini othor ngga bisa rajin up seperti biasa. Karena sibuk dg pekerjaan di dunia nyata🙏🙏. Tapi sebisa mungkin akan diusahain up meskipun cm 1 bab. Terima kasih🙏🙏🤗🤗
Happy Reading‼️
__ADS_1