Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 60 ~ Suka Berhemat


__ADS_3

Waktu sudah hampir menjelang petang. Nabil lebih dulu terjaga dari tidurnya. Tapi tidak untuk Shanum. Wanita itu sepertinya memang benar-benar kelelahan, setelah pagi tadi hingga siang diajak Nabil jalan-jalan sekaligus berbelanja. Lalu pulangnya diajak bertempur.


Nabil memandangi wajah cantik istrinya yang sedang terlelap damai dalam buaiannya. Bahkan dia ingin berlama-lama dalam posisi seperti sekarang ini. Nabil akui kalau istrinya memang sangat cantik sejak dulu. Sejak pertemuan pertama mereka Nabil memang sudah tertarik dengan sosok model bernama Shanum. Namun tertarik sebagai teman kencan saja, karena memang sejak dulu tidak pernah tahu arti cinta.


Lalu mengapa sikap Nabil saat itu cenderung cuek dan dingin pada Shanum? Dan jawabannya karena Nabil kecewa. Kecewa mengetahui kenyataan bahwa Shanum adalah sepupunya. Padahal dia sudah berniat untuk menjadikan Shanum teman kencannya. Hingga akhirnya peristiwa naas terjadi.


Shanum sama sekali tidak terganggu saat suaminya terus merusuh. Mengecupi pipinya dnegan gemas. Mencium bibirnya berulang kali. Rasanya Nabil seperti mendapat durian runtuh dengan menjadi suami seorang Shanum.


Ngghhh…


Shanum melenguh saat semakin lama merasakan tidurnya terganggu. Padahal dia masih ingin tidur lebih lama lagi.


Cup


Nabil mengecup bibir istrinya lagi dan itu berhasil membuka mata Shanum.


“Bangun Sayang! Apa kamu masih capek?” tanya Nabil dengan senyum mengembang menatap netra istrinya.


“Iya, Kak. Aku mager banget. Boleh nggak aku rebahan saja seperti ini?” Tanyanya sambil mengucek matanya.


Nabil yang cukup pengertian akhirnya mengiyakan saja permintaan Shanum. Tapi ia akan tetap meminta istrinya bangun lalu mandi. setelah itu biar ia yang turun membawakan makan malam ke dalam kamar.


“Ya sudah, aku mandi dulu. Kamu bisa rebahan sebentar sambil nunggu aku. atau kita mandi bareng saja? lebih menyingkat waktu?” tawar Nabil.

__ADS_1


“Ish, aku beneran capek, Kak. Sana mandi dulu!” usir Shanum dengan wajah memerah.


Nabil sangat gemas melihatnya. Sebenarnya ia masih ingin berlama-lama bersama istrinya. Tapi dia ingat kalau istrinya pasti sudah lapar. Akhirnya ia mandi lebih dulu dengan cepat setelah itu bergantian dengan Shanum.


Beberapa saat Nabil keluar kamar dengan rambut masih basah. Sedangkan Shanum sudah menunggunya sambil duduk di bibir ranjang. Baju ganti Nabil juga sudah disiapkan oleh Shanum dan tertata rapi di atas tempat tidur.


“Terima kasih, Sayang! Sekarang mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat dalam bathup. Kamu sepertinya butuh berendam agar menghilangkan pegal-pegal dan membuat tubuh lebih rileks.” Ucap Nabil.


Shanum mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi. sedangkan Nabil yang baru saja berganti baju, ia langsung keluar kamar menuju dapur untuk mengambil makan malamnya.


Sesampainya di antai bawah, Nabil melihat Mamanya juga hendak menuju dapur. Mungkin wanita itu akan menyiapkan makan malamnya.


“Mau kemana?” tanya Carissa.


“Mau ambil makan malam untuk Shanum, Ma. Dia sedang kurang enak badan, jadi Nabil membawakan makan malamnya ke kamar saja.” jawab Nabil menghiraukan tatapan Mamanya yang penuh selidik.


“Biar Mama bantu siapkan. Kamu juga jangan terlalu sering membuat istri kamu kelelahan. Ingat dia sedang mengandung cucu Mama.” Ucap Carissa.


“Nggak, kok Ma. Nabil tadi hanya mengajaknya melihat rumah dan berbelanja sebentar.” Jawab Nabil mengelak dari tuduhan Mamanya.


Carissa hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis. Setelah itu dia masuk ke dapur diikuti oleh Nabil. wanita itu menyiapkan makanan sehat untuk menantunya. Carissa memang sangat perhatian. Bukan hanya pada menantunya, pada siapa saja khususnya keluarganya, dia selalu mengutamakan mereka.


Kebetulan rumah masih tampak sepi. Kalau weekend begini Nabila pasti pulang ke rumah mertuanya. Jadi, berhubung Nabil dan Shanum ingin makan malam di kamar, alhasil Carissa dan Barra makan malam berdua saja di meja makan.

__ADS_1


“Apa istri kamu suka dengan hunian yang kamu tunjukkan tadi?” tanya Carissa dengan tangan sibuk mengambil sup untuk menantunya.


“Suka. Bahkan dia tadi sampai menangis terharu karena kejutan yang Nabil berikan.” Jawabnya tersenyum sumringah sambil mengingat binar bahagia Shanum tadi.


“Syukurlah. Mama ikut senang mendengarnya.”


Kini Nabil sudah masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan untuk dirinya dan sang istri. Karena nampannya tidak cukup, jadi Nabil hanya membawa satu piring nasi porsi besar dan lauknya. Mereka akan makan satu piring berdua.


“Kak, ini banyak sekali?” Tanya Shanum dengan heran.


“Ini buat kita berdua. Biar hemat piring, hehehe…” jawab Nabil.


“Sejak tadi kamu bilangnya hemat-hemat terus. Apa memang sebenarnya kamu ini orang yang suka berhemat?” canda Shanum lalu mengambil piring yang berisi nasi dan menuangkan supnya.


“Nggak lah, Sayang. Beda urusannya kalau sama yang lainnya. Kamu mau minta apapun akan aku kabulkan. Tidak ada kata hemat-hemat lagi. apalagi kamu minta dilayani seperti tadi sore, aku siaa-pmmmh"


Shanum langsung menyuapkan makanan ke dalam mulut suaminya yang hendak bicara vulgar. Sedangkan Nabil mengunyah makanan suapan istrinya sambil tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2