Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 84 ~ Menembak Shanum


__ADS_3

Zaky mengurungkan niatnya menghubungi Nabil. dia mendekat pada pria yang tengah bicara melalui sambungan telepon. Pria itu sangat mencurigakan. dan yang membuat Zaky terkejut, pria itu adalah perawat yang mengantarnya melihat keadaan Ruby tadi.


Tanpa basa-basi, Zaky langsung mengamankan pria yang bertugas sebagai perawat itu. dengan cepat ia membelit kedua tangan pria itu setelah menutup sambungan teleponnya yang ia duga keluarga Ruby.


“Hei, apa yang kamu lakukan?” tanya perawat itu berusaha meronta dari Zaky.


“Cepat katakan yang sebenarnya, dimana keluarga Ruby saat ini berada?” tanya Zaky mengintimidasi.


“Aku tidak tahu apa yang kamu maksud. Cepat lepaskan aku!” pria itu ketakutan, namun tetap berusaha tidak menunjukkan kepanikannya.


Zaky masih memiting tangan pria itu. justru saat ini dia menyeret perawat itu menuju ruangan direktur rumah sakit. Namun sayangnya langkah Zaky terhenti saat pria itu mengatakan sesuatu.


“Baiklah, saya akan bicara jujur. Tapi tolong jangan laporkan saya pada direktur rumah sakit ini.” ucap pria itu memohon.


***


Saat ini Zaky dan Bagas sedang dalam perjalanan pulang ke rumah Nabil. lebih tepatnya membantu Nabil yang saat ini sudah bergerak menuju tempat tinggal Vincent.


Perawat yang sudah dibayar oleh Vincent tadi mengatakan kalau memang disuruh Vincent untuk tutup mulut. Dan setelah mendapat intimidasi dari Zaky, akhirnya perawat itu bicara jujur, termasuk memberitahu alamat tempat tinggal Vincent.


Sementara itu Nabil yang baru saja selesai meeting, dia langsung menuju alamat tempat tinggal Vincent. Barra pun ikut serta menemani anaknya dalam misi menyelamatkan menantunya.


Barra juga menghubungi pihak kepolisian agar ikut menangkap Vincent. Mereka menyusun strategi bagaimana caranya agar Vincent tidak tahu rencana ini.


Nabil mengemudikan mobilnya dengan perasaan tak menentu. Dia sudah tidak sabar untuk menyelamatkan istrinya. Dia juga sangat khawatir bagaimana keadaan Shanum saat ini. apalagi istrinya cukup lama terpisah dengan buah hatinya.


“Tenanglah, Bil! Papa yakin kalau Shanum pasti baik-baik saja.” ucap Barra meredakan ketegangan yang sedang Nabil rasakan.

__ADS_1


“Iya, Pa. terima kasih.”


Nabil semakin menambah kecepatannya kala mendapat kabar dari orang suruhannya kalau saat ini ada sebuah helicopter di area tempat tinggal Vincent. Sepertinya pria itu akan membawa kabur Shanum.


Nabil sangat marah mendengar kabar itu. dia harus segera sampai rumah pria berengsek itu sebelum berhasil membawa kabur istrinya.


Beberapa saat kemudian Nabil sampai. Beberapa anggota kepolisian juga berpencar agar tidak membuat Vincent curiga. Selain itu akan lebih mudah menangkap pria itu.


“Tuan, saya baru saja melihat seseorang yang kepalanya ditutup dan dibawa masuk ke helicopter.” Ucap seseorang pada Nabil melalui sambungan telepon.


Nabil segera berlari sebelum Vincent berhasil membawa kabur istrinya dengan naik helicopter itu. Barra juga memberitahu beberapa anggota polisi yang berpencar agar berjaga di sekitar helicopter yang akan ditumpangi oleh Vincent.


Kebetulan anak buah Vincent tidak ada yang mengetahui hal itu. apalagi mereka jumlahnya lebih sedikit daripada anggota kepolisian yang berjaga.


Sementara itu Shanum yang sudah berada di dalam helicopter, berusaha untuk menyelamatkan diri. Vincent saat ini masih ada di dalam rumah. hanya ada seorang pria dalam helicopter itu, yang diyakini seorang pilot.


Tak jauh dari helicopter itu terparkir, tampak Vincent berjalan dengan santai seperti tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaannya. Dia mengulas senyum sinis karena setelah ini akan membuang Shanum. Lebih tepatnya membunuh Shanum dengan membuangnya ke laut lepas.


“Tuan Vincent!” Ucap seseorang yang sontak membuat Vincent terkejut.


“Kamu kaget dengan keberadaanku, baj***an?” tanya Nabil dengan tatapan sinis pada Vincent.


Vincent seketika mati kutu. Rencananya yang tinggal selangkah lagi gagal gara-gara Nabil sudah bergerak cepat menemukan keberadaannya.


“Jangan bergerak!” salah satu anggota polisi mengacungkan senjatanya pada Vincent.


“Shhiittt!” umpat Vincent saat tahu kalau Nabil membawa polisi untuk menangkapnya.

__ADS_1


Beberapa anggota polisi yang lain juga sedang berjaga di sekitar rumah Vincent. Mereka berjaga-jaga kalau saja ada anak buah Vincent ada yang masih berada di rumah itu dan berusaha menyelamatkan bos mereka. Begitu juga ada dua orang polisi yang mengepung sebuah helicopter yang diduga ada Shanum di dalamnya.


Seorang polisi dengan cepat meringkus Vincent, sebelum pria itu melarikan diri. Tapi Vincent terlihat biasa saja tanpa takut kalau dirinya sudah berada dalam pengamanan polisi.


Bruk


“Mas!!” teriak Shanum yang terjatuh karena berhasil keluar dari helicopter.


Sontak saja itu mengalihkan Nabil yang sejak tadi memantau Vincent. Dia sangat lega melihat istrinya masih hidup. Lalu anggota polisi yang lain berhasil mengamankan seorang pilot helicopter itu.


“Sayang!” Nabil dengan cepat menghampiri istrinya.


Tanpa disangka, ternyata Vincent memberontak dari genggaman polisi, lalu mengambil pistol dari polisi yang sejak tadi menahannya. Dia sangat bersyukur bahwa polisi itu belum memborgol tangannya. jadi meskipun akhirnya nanti ia tetap menjalani hukuman, setidaknya dia puas suah berhasil menembak Shanum. Dan pistol yang behasil ia rebut itu langsung ia tarik pelatuknya, dan


Dor


Dor


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


 


__ADS_2