
“Kak Nabil mau apa?” tanya Shanum bingung sekaligus takut.
Nabil buru-buru menjauhkan tubuhnya dari Shanum setelah sadar dengan apa yang dilakukannya.
“Jangan lupa pakai sabuk pengamanmu!” Jawab Nabil lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
Shanum hanya mengangguk patuh. Lalu ia diam dengan melihat pemandangan melalui kaca jendela mobil yang tampak asri. Sedangkan Nabil yang tengah fokus menyetir sesekali melirik makhluk cantik di sampingnya.
“Gila! Benar-benar tidak aman kalau Shanum terus berada di dekatku.” Batin Nabil setelah merasa ada yang aneh dan bergejolak.
Beberapa menit perjalanan, akhirnya mobil Nabil memasuki basement kantor. setelah itu dia masuk ke kantor lewat lift khusus yang akan membawanya menuju lantai lima. Shanum pun mengikuti langkah Nabil.
Sesampainya di lantai lima, Shanum melihat di lantai itu hanya ada beberapa ruangan saja. dan bisa dipastikan kalau salah satunya adalah ruangan CEO milik Nabil. Shanum menghentikan langkahnya saat Nabil masuk ke ruangannya.
“Kenapa kamu diam di situ? Mau kerja nggak?” tanya Nabil tanpa menoleh sedikitpun pada Shanum.
“Ehm, iya, Kak. Ruanganku dimana ya, Kak?” tanya Shanum karena tidak mungkin ia bekerja di ruangan CEO.
“Masuklah dulu!” titah Nabil lalu diikuti oleh Shanum.
Ternyata ruangan CEO sangat luas. Dan Shanum melihat di dalam ruangan itu ada sekat kaca dan dilengkali dengan meja kursi kerja. Apakah mungkin dia ditempatkan di situ. Belum juga ia bertanya pada Nabil, tapi Nabil sudah memberitahunya.
“Mulai sekarang dan entah sampai kapan, kamu akan menempati tempat itu.” tunjuk Nabil pada meja dan kursi yang berada tapat berhadapan dengan mejanya. Dan jaraknya sekitar tiga meter.
__ADS_1
Nabil juga sangat kesal karena Shanum harus bekerja dalam ruangan yang sama. Menurutnya hal itu akan sangat menganggu konsentrasinya dalam bekerja. Atau lebih tepatnya ia akan kesulitan untuk membawa teman wanitanya masuk. Dan semua itu adalah rencana Papanya sejak kedatangannya kemarin. Nabil sendiri tidak berani melarang keinginan Papanya.
Shanum hanya mengangguk lalu melenggang menuju tempat duduknya tanpa bertanya pada Nabil tentang pekerjaan apa yang harus ia lakukan.
Setelah Shanum duduk, dia melihat seisi ruangan yang akan menjadi tempatnya bekerja. Apalagi berada dalam ruangan dimana ada seseorang yang sangat ia sukai. Jujur saja Shanum merasa gugup dihadapkan pada situasi seperti ini. tapi dia juga senang. Setidaknya setiap hari ia bisa melihat wajah tampan Nabil.
Shanum yang sangat awam mengenai perasaan, dia tidak tahu apa benar dirinya benar-benar jatuh cinta pada Nabil atau hanya obsesi belaka. Karena bagi Shanum, cukup melihat wajah Nabil dan bisa berada di dekatnya sudah membuatnya cukup senang. Belum ada rasa ingin memiliki pria itu dalam diri Shanum. Atau mungkin lebih tepatnya dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.
“Kamu pikir pekerjaanmu di sini hanya diam dan melamun saja?” ucap Nabil tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Shanum.
“Maaf, Kak. Lalu apa tugasku hari ini?” Jawab Shanum dengan tenang.
Nabil kembali ke meja kerjanya lalu mengambil setumpuk dokuemn dan diberikan pada Shanum.
Bruk
“Hari ini tugas kamu mempelajari dokumen itu dan teliti lagi apakah ada isinya sudah benar apa masih ada yang salah. Selain itu, tugas kamu juga harus membuatkan minuman sesuai dengan permintaanku.” Ucap Nabil dengan tersenyum smirk. Dia benar-benar niat mengerjai Shanum.
Shanum hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Baru juga mulai bekerja, tapi sudah diberi tugas yang sangat banyak. Apalagi Shanum sangat tidak suka membaca. kecuali membaca novel online bertema romansa. Pasti dia akan semangat. Hehehe….
“Tapi, Kak-“
“Dan satu lagi. jangan panggil aku “Kak” saat sedang berada di jam kerja. Panggil Tuan. Seperti semua karyawanku yang lainnya.” Potong Nabil dengan cepat.
__ADS_1
“Ii..iya Tuan. Ehm, maaf. Bukankah yang harus membuatkan minuman itu tugas OB?” tanya Shanum, karena ia paling anti kalau disuruh membuat sesuatu yang ada aturan takarnya.
“Di sini aku CEO-nya. Jangan sekali-kali kamu menawar pekerjaan yang sudah diberikan atasan kamu.” Jawab Nabil dengan kesal.
Shanum tidak berani lagi protes. Dia menganggukkan kepalanya lalu memulai pekerjaan pertamanya yang cukup berat. Sedangkan Nabil langsung menuju meja kerjanya.
Keduanya kini tengah fokus dengan pekerjaan masing-masing. Shanum tampak menguap karena sangat bosan membaca dokumen itu. padahal masih ada banyak dokumen yang belum selesai ia pelajari. Kemudian ia melirik gelas yang berisi air putih di mejanya. Dia mencelupkan jarinya lalu mengusapkannya pada kedua matanya secara bergantian. Hal itu ia lakukan berharap bisa menghilangkan rasa kantuknya.
Sedangkan Nabil sejak tadi melihat tingkah aneh Shanum hanya menahan tawanya. Sungguh baru pertama kalinya Nabil melihat ada seorang perempuan yang sikapnya seperti Shanum.
Cklek
Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka dan muncullah sosok wanita cantik dengan pakaian yang sangat sekksi. Wanita itu adalah Laura. Dia berjalan menuju meja kerja Nabil tanpa melihat ada Shanum di ruangan Nabil.
“Sayang! Kenapa semalam kamu meninggalkanku? Paadahal aku sangat merindukanmu.” Ucap Laura dan tanpa basa-basi mencium bibir Nabil.
Hal itu tidak luput dari pandangan Shanum. Perempuan itu sangat terkejut dan langsung menutup mulutnya saat melihat Laura mencium bibir Nabil.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️