Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 14 ~ Omong Kosong


__ADS_3

Keesokan paginya Shanum lebih dulu terjaga dari tidurnya. Ia merasakn ada sesuatu yang sedang melingkar di atas perutnya. Shanum juga merasakan seluruh tubuhnya remuk, tapi dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengannya.


Shanum mengerjapkan matanya pelan. Ia juga merasakan hembusan nafas hangat yang menerpa area lehernya. Karena sangat penasaran, ia melirik sesuatu yang ada di sampingnya dan melupakan sejenak sesuatu yang melingkar di perutnya.


Aaaaaa……!!!!


Shanum berteriak kencang saat melihat Nabil tengah tidur di sampingnya. Apalagi pria itu terlihat bertelanjang dada.


“Apasih, berisik sekali!” gumam Nabil dengan mata masih terpejam.


Jantung Shanum berdegup sangat kencang. Ia melirik tangan Nabil yang melingkar di perutnya. Dan membuat Shanum semakin terkejut adalah saat ia menyingkap selimut tebalnya, saat ini tubuhnya dan tubuh Nabil sama-sama polos tanpa sehelai benang pun yang menutupinya.


Aaaaaa…….!!!!


Shanum kembali berteriak. Dan kali ini berhasil membuat Nabil terbangun. Pria itu juga tak kalah terkejutnya saat sadar sedang berada di atas ranjang bersama Shanum tanpa memakai apapun.


“Kak! Apa yang telah kamu lakukan?” teriak Shanum histeris.


“Kamu jahat! Pergi dari sini!!!” Shanum memukuli dada Nabil berulang kali sambil menangis.

__ADS_1


Nabil segera menangkap tangan Shanum karena dia juga bingung menghadapi sikap Shanum yang terlihat sangat ketakutan sekaligus sedih.


“Apa kamu tidak ingat sama sekali dengan kejadian semalam, hah?” tanya Nabil dengan suara sedikit tinggi karena tidak terima disalahkan oleh Shanum.


Shanum seketika itu terdiam. Ia mencoba mengumpulkan kembali ingatannya. Yang dia ingat, semalam ia minum minuman yang diberikan oleh seseorang. Setelah itu kepalanya pusing dan berpamitan pergi ke toilet. Sesampainya di toilet dia merasakan hawa aneh dalam tubuhnya. Lalu ia keluar toilet dengan berjalan sempoyongan dan tanpa sengaja bertemu dengan Kevin.


Shanum merasa tubuhnya semakin panas. Dan saat sedang dipapah oleh Kevin, ia bertemu dengan Nabil. Setelahnya Shanum sudah tidak ingat apa-apa lagi.


“Apa kamu sudah ingat?” tanya Nabil saat melihat Shanum terdiam cukup lama.


“Tidak. Aku hanya ingat saat ada seseorang memberikanku minuman saat di pesta semalam. Setelah itu apa yang terjadi, Kak?” tanya Shanum dengan raut wajah ketakutan.


Nabil meremat rambutnya dengan kasar. Benar dugaannya. Ada seseorang yang sengaja menjebak Shanum dengan memberikan obat peranggasang. Namun ia tidak tahu apa tujuan mereka.


“Kamu ini bicara apa? Kamu bisa lihat sendiri bagaimana keadaan kita saat ini. jelas semalam kita melakukannya. Apa kamu sama sekali tidak mengingatnya, hem?” Nabil juga bingung bagaimana cara mengatasi masalah ini.


“Tapi kenapa Kak Nabil melakukannya?”


“Kenapa? Aku ini pria normal, Num. semalam kamu yang menggodaku. Aku sudah menolak, tapi kamu terus menyerangku. Jadi semua ini bukan salahku sepenuhnya.” Jawab Nabil yang sudah mulai emosi. Kemudian ia memunguti bajunya yang berserakan di lantai. Tatapannya seklias tertuju pada kain sprei yang ada noda darahnya. Ia sudah tahu kalau itu adalah noda darah perawann Shanum, karena semalam ia masih ingat dengan jelas betapa sempitnya milik Shanum saat ia terus mencoba menghujamnya.

__ADS_1


Setelah memakai pakaiannya, Nabil keluar dari kamar Shanum begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu. Sedangkan Shanum masih menangisi keadaannya. Ditambah lagi ia melihat noda darah pada sprei. Ia tidak menyangka mahkotanya akan hilang sebelum dia menikah. apalagi yang merenggutnya adalah sepupunya sendiri.


Shanum terus menangis. Meskipun ia mencintai Nabil secara diam-diam, tapi tidak begini caranya agar bisa menjadikan Nabil miliknya. Shanum masih memiliki akal sehat. Dia juga sudah berencana akan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya pada Nabil, tak peduli pria itu akan menolaknya. Tapi setelah kejadian ini, apakah ia masih mengharapkan cinta Nabil. Walau memang semua ini bukan sepenuhnya salah Nabil.


Sementara itu saat ini Nabil sudah berada di dalam kamar mandi. ia sedang mengguyur tubuhnya dengan shower. Nabil tidak bisa berpikir jernih. Justru ia masih terbayang-bayang kegiatan panasnya semalam dengan Shanum. Karena Nabil juga baru pertama kalinya melakukan hubungan badan secara nyata. Sialnya, kenapa harus dengan Shanum. Walau sebenarnya jika ia menikah dengan perempuan itu juga sah-sah saja.


“Arghhhhh…. Siall!!! Siapa yang telah memberikan obat itu ke minuman Shanum?” teriak Nabil frustasi.


Usai mandi, Nabil masih mengenakan handuknya sebatas pinggang. Ia tak lantas memakai bajunya, tapi ia memilih telentang di atas ranjangnya. Tubuhnya juga masih terasa lelah. Tapi jujur saja ia masih ingin mengulangi kegiatan semalam.


“Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak akan bertanggung jawab dalam bentuk apapun. Karena semua ini bukan kesalahanku. Aku juga tidak akan pernah menjalin hubungan dengan siapapun.” Gumam Nabil dengan hati tak karuan.


Memang Nabil tidak suka terikat hubungan dengan siapapun. Jadi selama ini juga Nabil tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Baginya cinta hanyalah omong kosong. Dan dengan kejadian yang baru saja ia alami dengan Shanum, ia akan mengajak bicara baik-baik dengan Shanum.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2