
Andra sangat lega mendengar jawaban Nabil. bahkan dia menawarkan diri untuk membantu proses autopsy itu.
“Bil, sebaiknya coba kamu periksa rekaman cctv di sekitar kompleks perumahan kamu.” Ucap Andra, lalu melanjutkan ceritanya berdasarkan apa yang dikatakan oleh istrinya.
Nabil hanya mengangguk. Ia akan melihatnya nanti saat di rumah. dan untuk proses autopsy yang akan dilakukan, Nabil akan mencari tim forensic khusus di luar rumah sakit dimana istrinya terakhir ditangani. Entah kenapa Nabil merasa jika mengambil dokter spesialis forensic dari rumah sakit itu, pasti akan ada sedikit kendala.
***
Nabil menguatkan hatinya. Dia berani mengambil keputusan untuk melakukan autopsy terhadap jenazah istrinya. Jika hasilnya terbukti bahwa itu jenazah Shanum, Nabil harus siap menerima kenyataan itu.
Sebelumnya dia sudah membicarakan semua ini pada Papanya. Barra juga sama seperti Nabil saat Andra memberikan saran. Namun setelah itu akhirnya Barra pasrah.
“Apapun yang kamu lakukan, Papa selalu mendukungmu.” Ucap Barra dengan menepuk punggung anaknya.
Hari itu juga Nabil melakukan saran yang diberikan oleh Andra. Saat ini dia sedang berada di rumah. lebih tepatnya di ruang kerjanya.
Nabil membuka rekaman cctv yang menampilkan pemandangan di sekitar area perumahannya. Mencari mobil mencurigakan seperti yang pernah dikatakan oleh Kayla.
Cukup lama Nabil melihat beberapa rekaman cctv di depan rumahnya. Karena ia harus melihat rekaman itu satu per satu terhitung dari pertama kali ia menempati rumahnya.
Klik
Nabil berulang kali memutar rekaman itu. ada satu mobil yang sama dan hamipr setiap hari berhenti jarak yang tak jauh dari rumahnya. Di sana bertepatan saat mobil Kayla baru saja keluar, dan ada mobil mencurigakan itu.
__ADS_1
Setelah itu Nabil melihat rekaman dimana ia baru keluar rumah, dan lagi-lagi mobil itu mengikutinya. Perasaannya semakin tak karuan. Karena kejadian itu tepat saat istrinya dulu mengatakan bahwa ada sebuah mobil mencurigakan tengah mengikutinya.
Nabil kemudian melihat rekaman cctv di area kantornya. Lagi-lagi ia menemukan mobil itu tengan berhenti tepat di depan gedung perkantorannya. Yang menjadi pertanyaannya adalah, siapa pemilik mobil itu. dan tugasnya saat ini adalah melihat plat nomor mobil itu kemudian mencari siapa pemiliknya.
***
Setelah mencari beberapa tim ahli forensic dan beberapa pihka kepolisian untuk mengawal jalannya autopsy, hari ini juga proses autopsy itu dilakukan.
Pikiran Nabil masih berputar-putar. Dia semakin tidak fokus saat ikut mendampingi proses itu. pikirannya terpecah dengan pelaku pemilik mobil mencurigakan itu. dan juga tentang kepingan ingatan yang berputar-putar di otaknya.
“Tidak mungkin!” gumamnya lirih menyangkal pikiran buruknya.
Proses autopsy itu dilakukan selama empat jam. Dan hasilnya akan keluar keesokan harinya. Nabil sudah tidak sabar menanti hasilnya keluar. Entah kenapa dia sedikit yakin kalau jenazah itu bukan istrinya.
Deg
Dalam isi surat itu menunjukkan kalau seratu persen jenazah itu tidak memiliki kecocokan DNA dengan istrinya. Itu tandanya Shanum masih hidup.
Seulas senyum tipir terbit dari bibir Nabil. namun tak lama kemudian senyum itu sirna, kala menyadari bahwa nyawa istrinya saat ini sedang tidak aman.
Hal pertama yang Nabil lakukan adalah mendatangi pihak rumah sakit yang menangani jenazah istrinya. Dia sangat yakin kalau ada beberapa pihak yang ikut berencana dalam peristiwa itu.
Barra dan Andra ikut lega mendengar kabar baik itu. Andra pun membantu dengan membuatkan laporan polisi yang ditujukan pada pihak rumah sakit. Secepatnya dia harus menemukan siapa saja yang terlibat dari kejadian rekayasa kematian Shanum.
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan pula, Nabil mendapat kabar dari Nabila kalau perusahaan sedang dalam masalah besar. Yaitu perusahaan Vincent memutus kerjasamanya secara sepihak. Jelas saja pihak perusahaan Nabil sangat dirugikan dalam hal itu. meskipun Vincent berani membayar penalty.
“Aku sangat yakin kalau kamu lah yang meneybabkan semua itu.” gumam Nabil dengan tangan terkepal kuat.
Nabil sebelumnya tidak percaya kalau pemilik mobil mencurigakan itu adalah Vincent. Sekarang, setelah mendapat kabar pemutusan hubungan kerjasama dari pria itu, Nabil semakin yakin kalau Vincent lah pelakunya.
Yang menjadi pertanyaan besar dalam benak Nabil adalah, apa alasan Vincent melakukan itu semua. Bukankah selama ini dia tidak pernah memiliki masalah dengan pria itu. kalaupun menginginkan istrinya, kenapa dia sampai melakukan pengintaian dalam waktu yang cukup lama.
Bayangan ingatan Nabil kembali saat dia tak sengaja mendengar ucapan beberapa pekerja yang sedang membicarakan Vincent. Entah siapa perempuan gila yang dibicarakan dua orang pria itu. dan masih memiliki hubungan dengan Vincent.
Nabil bergerak cepat untuk mencari identitas Vincent. Termasuk keberadan pria itu saat ini. di samping itu nyawa istrinya juga sedang terancam saat ini.
“Sayang, tunggu aku datang menyelamatkanmu!” gumam Nabil dengan rahang mengeras.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1