Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 50 ~ Suami Siaga


__ADS_3

Entah Shanum tertidur berapa lama pagi itu setelah drama mual-mualnya kembali menyerang. Namun saat ini ia merasa tubuhnya lebih baik. Bahkan sangat baik dari hari sebelumnya. Perutnya juga terasa hangat seperti ada yang sedang mengusapnya pelan. Tak lama kemudian ia mulai mengerjapkan matanya.


Di saat mata Shanum sudah terbuka lebar, di hadapannya ada seseorang yang sedang duduk di samping ranjangnya. Dan orang itu masih mengusap lembut perutnya. Shanum segera menepis tangan Nabil.


“Maaf!” Ucap Nabil menahan tangan Shanum yang hendak menepisnya.


“Untuk apa kamu datang ke sini?” tanya Shanum dengan suara datar.


“Bagaimana keadaannya? Apa masih mual-mual? Atau lebih baik setelah kedatangan Papanya?” Tanya Nabil mengabaikan pertanyaan Shanum.


Shanum tidak menjawabnya. Lagi-lagi wanita itu akan menepis tangan Nabil yang masih menyentuh perutnya. Padahal jujur saja Shanum merasa sangat baik setelah mendapat sentuhan itu. apakah memang anak dalam kandungannya sangat merindukan Papanya.


“Maafkan aku yang seminggu ini tidak ada kabar. Aku bahkan tidak menepati janji untuk menemuimu. Perusahaan Papa sedang ada masalah besar. Maaf, jika aku lebih mementingkan urusan kantor ketimbang kamu.” Ucap Nabil dengan sungguh-sungguh.


Memang benar masalah yang sempat mengacaukan perusahaan Barra tidak lain penyebabnya adalah Dedy. Tapi bukan pria itu pelakunya. Melainkan anaknya, yaitu Nila. Dedy sudah meminta maaf pada Barra atas kejadian yang sama sekali tidak ia ketahui. Begitu juga Barra meminta maaf atas putusnya hubungan anak-anak mereka. Beruntungnya Dedy mau berbesar hati menerima itu semua. Pria itu juga akan menyelesaikan kekacauan di perusahaan Barra akibat ulah Nila.


Setelah urusannya selesai, hari ini juga Nabil langsung terbang ke kediaman Nabil. bahkan prai itu mengambil jam penerbangan pagi. hingga pagi ini jam delapan, ia sudah sampaai rumah Shanum.


Nabil menceritakan semuanya pada Bagas karena tak kunjung datang. Bagas juga memakluminya. Pria itu juga mengatakan pada Nabil kalau Shanum mau memberikan kesempatan untuknya. Betapa bahagianya Nabil mendengar kabar itu. sayangnya saat dia ingin bertemu langsung dengan Shanum, Rosma mengatakan kalau sejak pagi drama mual-mual Shanum kembali menyerang. Dan itu terjadi setiap pagi. akhirnya Nabil meminta ijin untuk menemui Shanum yang sedang tidur di kamarnya.


“Terima kasih. Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku. Aku janji akan selalu menjaga dan mencintai kalian.” ucap Nabil menatap mata indah Shanum yang kebetulan wanita itu tidak lagi membuang mukanya.

__ADS_1


“Aku mau minum.” Ucap Shanum mengalihkan pembicaraan, karena dia tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Nabil.


Dengan sigap Nabil mengambilkan segelas air putih di atas nakas dan memebrikannya pada Shanum. Hati Nabil bersorak senang setelah melihat jawaban Shanum. Karena dia hanya melihat dari gerak tubuh Shanum yang tidak lagi menolaknya, itu berarti Shanum mau memberikan kesempatan memperbaiki kesalahannya. Nabil tidak peduli walau suara Shanum masih terkesan datar tanpa minat.


Keadaan Shanum sudah benar-benar membaik. Dia kini sudah bangun dan sedang berada di ruang keluarga bersama Nabil dan kedua orang tuanya.


“Lebih baik kabar ini segera kamu sampaikan pada orang tua kamu, Bil.” ucap Bagas.


“Baik, Om. Nanti, Nabil akan menghubungi Papa agar bisa segera mempersiapkan pernikahan ini.” jawab Nabil.


“Shanum tidak ingin ada pesta meriah. Shanum ingin acara ini dilangsungkan secara sederhana saja.” Ucap Shanum tiba-tiba.


Ketiga orang yang sedang berada di ruang keluarga itu seketika terdiam. Tapi mereka juga tidak ingin menolak usulan Shanum. Yang terpenting adalah Shanum dan Nabil resmi menikah.


***


Hari ini juga Nabil mengabarkan berita bahagia itu pada Mama dan Papanya. Termasuk rencana pernikahan yang sederhana yang diinginkan oleh Shanum. Barra dan Carissa juga tidak keberatan sama sekali. Dan rencananya hari pernikahan Nabil dan Shanum akan dilangsungkan tiga hari lagi. jadi Nabil tidak perlu pulang, melainkan menunggu kedatanagn keluarganya. Untuk beberapa dokumen yang diperlukan, Nabil meminta bantuan Nabila.


Sore ini Nabil masih berada di rumah Bagas. Dan selama persiapan pernikahannya, Nabil memilih tinggal di hotel terdekat. Karena memang tidak pantas jika ia menginap di rumah Bagas.


“Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Nabil pada sosok calon istrinya yang saat ini sedang menonton acara tv. Sedangkan Nabil duduk tak jauh dari Shanum.

__ADS_1


Shanum yang ditanya seperti itu hanya diam saja sambil berpura-pura menikmati acara tv. Padahal sejak tadi ia ingin sesuatu tapi enggan mengatakannya pada Nabil. sedangkan kedua orang tuanya saat ini sedang ada acara di luar.


“Katakan saja, aku akan mengabulkan permintaan kamu.” Lanjut Nabil berlaku layaknya suami siaga.


“Aku ingin minum jus mangga muda. Kebetulan di rumah stok mangganya sudah habis.” Jawab Shanum akhirnya.


Nabil mengulas senyum bahagia kala mendengar suara Shanum yang memintanya untuk dibelikan jus mangga muda. Pria itu segera berdiri dan siap pergi membelikan sesuai dengan permintaan calon istrinya.


“Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan membelikan jus mangga sesuai keinginan kamu.” Ucap Nabil bersemangat.


“Aku tidak mau beli. Karena tidak akan ada orang yang jual jus mangga muda.” Sahut Shanum menghentikan langkah Nabil.


“Lalu?” tanya Nabil bingung.


“Belikan buah mangga mudanya di pasar setelah itu baru buatkan jusnya.” Jawab Shanum lalu kembali menikmati acara tv yang ditontonnya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2