
Warningggg!!!!🔥🔥🔥🔥
Malam ini Nabil masih berada di rumah orang tuanya. Tentunya tanpa Shanum. Karena tadi saat ia hampir melakukan pertempuran dengan istrinya ternyata ada yang mengetuk pintu kamarnya. Siapa lagi kalau bukan sang Mama.
Sebenarnya kesal, tapi Nabil mencoba untuk menahannya. Apalagi Mamanya bicara sambil memegang ponsel yang masih dalam keadaan tersambung panggilannya dengan Papanya. Dan Nabil diminta Papanya saat itu juga untuk pulang memberikan laporan hasil meetingnya dengan klien yang di luar kota.
Memang urusan proyek yang dibahas Nabil dengan kliennya itu sangat penting. Dan Barra benar-benar ingin bertanya sekaligus meneliti hasil laporan Nabil selama tiga hari.
Berulang kali Nabil melihat jam dinding di ruang kerja Papanya. Dia juga sudah mengirim pesan pada istrinya untuk meminta maaf atas batalnya misi tadi siang. Shanum pun sama sekali tidak mempermasalahkannya.
“Baiklah. Papa sangat puas dengan hasil meeting kamu kemarin. Untuk laporan lainnya biar Nabila yang mengerjakan.” Ucap Barra menutup map berisi dokumen dari Nabil.
“Ya sudah Pa kalau begitu Nabil pamit pulang dulu.” Ucap Nabil merasa lega, dna langsung keluar dari ruang kerja Papanya.
“Ini sudah waktunya jam makan malam. bahkan sudah lewat sedikit, lebih baik kamu makan dulu.” Ucap Barra menghentikan langkah Nabil.
“Nabil langsung pulang saja, Pa. Shanum di rumah sendiri pasti sejak tadi sudah menungguku.” Tolak Nabil dengan halus lalu segera pulang.
Barra mengulum senyum melihat tingkah anak laki-lakinya. Namun dalam hati ia sangat bahagia melihat rumah tangga anaknya baik-baik saja. apalagi Nabil sangat mencintai istrinya. Begitu juga dengan Shanum.
***
__ADS_1
Saat ini Nabil sudah tiba di rumahnya. Pria itu buru-buru masuk ke kamarnya karena sangat khawatir dengan keadaan Shanum. Entah khawatir atau ingin melanjutkan misinya yang tertunda tadi.
Nabil menghembuskan nafasnya kasar saat melihat istrinya sedang tidur sangat nyenyak. Dia merasa sedikit kecewa sekaligus menyesal. Tapi apalah daya kalau istrinya sudah tidur begini, lebih baik besok saja melakukannya. Akhirnya Nabil masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dulu sebelum ikut tidur bergabung dengan istrinya. Bahkan perutnya sama sekali tidak merasa lapar hanya karena gagal melanjutkan misi.
Cukup lama Nabil berada di dalam kamar mandi. mungki pria itu sengaja berendam air hangat untuk merileks’kan tubuhnya yang lelah.
Cklek
Nabil keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk sebatas pinggang. Rambutny yang masih basah pun ia biarkan menetes membasahi tubuhnya. Setelah itu Nabil mengambil baju tidurnya.
Tiba-tiba saja darah Nabil berdesir hebat saat ada sepasang tangan lentik memeluknya dari belakang lalu mengusap dadanya. Nabil memejamkan matanya merasakan sensasi yang dilakukan istrinya saat ini.
Meskipun posisi Shanum sedang memeluknya dari belakang, Nabil bisa merasakan kalau saat ini istrinya sedang berpakaian sekssi. Karena dada wanita itu menempel tepat di punggungnya dan kulit mereka saling bersentuhan.
“Sayang…..!” lirih Nabil saat jemari istrinya semakin nakal meraba turun melepas handuk yang dikenakan Nabil.
Shanum tidak mempedulikan panggilan suaminya. dia kini sudah berhasil melepaskan handuk suaminya lalu tangannya kembali meraba di bagian bawah pusar Nabil.
Nabil memegang kedua tangan istrinya untuk menghentikan kegiatan nakal itu. kemudian ia berbalik badan menghadap tubuh istrinya. Nabil benar-benar terpesona dengan penampilan istrinya saat ini. sangat cantik dan tentunya menggoda. Perut buncit Shanum yang terbalut dengan lingerie berwarna hitam itu semakin membuat Nabil kesusahan menelan salivanya.
Cup
__ADS_1
Nabil berjongkok mencium perut buncit istrinya. Setelah itu barulah ia mencium bibir Shanum. Bibir yang selama tiga hari ini ia lewatkan kenikmatannya. Keduanya sama-sama saling membalas ciuman itu. ciuman yang berawal lembut hingga semakin memanas.
Dengan gerakan cepat Nabil mengangkat tubuh istrinya duduk di meja rias. Mungkin karena dia sudah tidak kuat menahan hasrattnya dan meja rias adalah tempat yang paling dekat di jangkau.
Nabil duduk di kursi kecil yang biasa dipakai istrinya bersolek. Sedangkan Shanum duduk di meja rias dengan posisi kakai terbuka. Keduanya kembali saling memaguut. Nabil bergerak lebih agresif dengan langsung menyerang dua aset berharga milik istrinya yang semakin padat berisi. Pria itu seperti bayi yng sedang kehausan dan tidak ingin diganggu oleh siapapun saat melahap dua aset milik Shanum secara bergantian.
Tangan Shanum reflek menekan kepala suaminya agar semakin memperdalam ciumannya pada ujung buah yang berwarna pink itu.
“Mas….” Suara indah Shanum keluar begitu saja dan semakin membuat Nabil terbakar gairrahnya.
Nabil menghentikan kegiatannya sejenak. Pria itu menengadah melihat wajah istrinya yang sudah sama-sama panas. Bahkan tatapan Shanum sudah dipenuhi oleh gaiirah dan ingin segera dipuaskan.
Nabil menarik sebuah tali di pinggang istrinya. Sekali tarikan, dia sudah b isa melihat pemandangan indah milik Shanum yang sangat dia rindukan. Nabil menundukkan kepalanya lalu tenggelam di bawah sana untuk menyesap madu dari inti Shanum yang selalu memabukkan.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!