Skandal CEO Playboy

Skandal CEO Playboy
Bab 58 ~ Penuh Cinta


__ADS_3

Shanum sedikit maju dari antrian karena sebentar lagi gilirannya membayar. Dia sama sekali tidak peduli dengan ulah suaminya dengan seorang wanita cantik yang sebelumnya pernah Shanum lihat. Yaitu Laura.


“Kamu ini apa-apaan sih?” Nabil segera melepas pelukan Laura dengan kasar.


Nabil heran, bagaimana bisa Laura ada di kota ini. padahal dia dulu sudah melarang wanita itu untuk datang ke kantornya ataupun menemuinya lagi.


“Aku mencari kamu kemana-mana, Bil. Akhirnya kita bertemu di kota ini. dan aku sangat yakin kalau kita ditakdirkan berjodoh.” Ucapnya penuh percaya diri.


“Jaga bicara kamu, dan jangan lagi menemuiku!” Ancam Nabil dengan suara pelan namun tegas.


Laura bergidik ngeri mendengar ancaman Nabil. apalagi wajahnya terlihat tidak ramah. Sangat berbeda saat pria itu masih menjadi teman kencannya dulu.


“Aku sudah menikah. jangan lagi kamu menggangguku, atau kamu akan tahu akibatnya.” Ancamnya lagi sebelum menyusul Shanum yang baru saja menyelesaikan pembayarannya sambil menenteng banyak paper bag.


Laura melihat Nabil menghamipri seorang wanita yang menurutnya adalah istri pria itu. dia sangat terkejut saat melihat wajah Shanum. Wajah yang tidak asing baginya. Yaitu wanita yang dulu pernah ia lihat bekerja di perusahaan Nabil.


Beberapa paper bag belanjaan Shanum kini sudah berganti ke tangan Nabil. mereka sekarang sedang menuju salah satu restaurant yang ada di mall itu. tapi sayangnya sejak tadi Shanum sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun.


“Shanum, aku bisa menjelaskan semua yang kamu lihat tadi.” ucap Nabil saat keduanya sudah duduk.


“Perutku lapar, Kak. Aku tidak ingin mendengar apapun.” Jawab Shanum singkat.

__ADS_1


Nabil menghembuskan nafasnya kasar. Lebih baik nanti saja saat sudah di rumah menjelaskan tentang pertemuannya dengan Laura tadi. mengingat kondisi hati Shanum yang saat ini pasti tidak baik-baik saja. dan kemungkinan besar wanita itu sedang cemburu.


Shanum dan Nabil menikmati makanannya tanpa berbicara. padahal sebelumnya Nabil sudah merasa senang dengan hubungannya yang sudah perlahan menghangat. Ya, walaupun semua ini menurutnya hal yang wajar kalau setiap perjalanan dalam rumah tangganya tidak selamanya mulus. Pasti ada saja masalah yang datang menghampirinya. Tergantung dari individu masing-masing bagaimana cara menyikapinya.


Usai makan hingga perjalanan pulang ke rumahnya pun Shanum masih memilih mengunci mulutnya. Justru wanita itu memejamkan matanya saat di mobil demi menghindari suaminya yang pasti membahas masalah tadi.


Sesampainya di rumah, kebetulan rumah juga terlihat sepi, Shanum langsung masuk ke kamar. dia berganti pakaian, mencuci mukanya sebentar setelah itu istirahat.


“Kamu marah?” tanya Nabil mencegah istrinya yang hendak naik ke tempat tidur.


“Tidak. Aku tidak berhak marah. Terserah Kak Nabil saja mau bertemu dengan siapapun.” Jawab Shanum membuang mukanya.


“Kalau kamu membiarkan aku bertemu dengan siapapun, kenapa sikap kamu dingin seperti itu? padahal yang aku inginkan kamu marah karena kamu cemburu melihat aku dengan Laura tadi.”


“Entahlah, Kak. Aku sendiri sangat awam mengenai hal seperti itu. aku tidak tahu apa arti kata cemburu itu. asal Kak Nabil tahu kalau sejak dulu aku tidak pernah sekalipun berhubungan dengan seorang laki-laki. Jadi,-“


Nabil tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibir Shanum. Dia sungguh tidak menyangka dengan pengakuan Shanum baru saja. wanita itu tidak mengerti arti kata cemburu. Dan itu artinya bahwa dirinyalah orang pertama yang menjadi cinta pertama istrinya. Sungguh bahagia sekali Nabil bisa menjadi cinta pertama Shanum.


Shanum mendorong tubuh suaminya hingga ciuman itu terlepas begitu saja. kemudian ia membuang mukanya dengan wajah yang memerah.


“Apa kamu tahu kalau itu namanya cemburu, hemm? Aku sangat senang karena menjadi cinta pertama kamu.” Ucap Nabil meraih kepala Shanum agar wanita itu mau menghadap ke arahnya.

__ADS_1


“Aku janji tidak akan membuat hati kamu terluka karena mencintaiku. Dan perlu kamu tahu, bahwa sejak dulu sebelum kehadiran kamu, aku tidak pernah mengenal yang namanya cinta terhadap lawan jenis. Jika kamu sering mendengar aku mempunyai banyak kekasih, itu smeua bohong. Aku hanya bersenang-senang saja dengan mereka tanpa ikatan apapun dan tanpa melakukan perbuatan di luar batas.” Ucap Nabil dengan jujur.


Shanum juga tidak menyangka mendengar pengakuan Nabil baru saja. dilihat daro sorot mata Nabil memang pria itu bicara dengan jujur tanpa ada kebohongan sama sekali. Lalu mengenai Nabil yang tidak pernah melakukan perbuatan di luar batas dengan teman kencannya, Shanum masih penasaran.


“Dan, kejadian pahit yang kita lakukan dulu itu adalah pertama kalinya bagiku.” Lanjut Nabil ingin memastikan.


“Aku percaya.” Jawab Shanum singkat lalu menghindari tatapan suaminya.


“Kenapa kamu membuang muka seperti itu, hem?” Tanya Nabil kembali meraih wajah istrinya dan mengakup kedua pipi Shanum.


Cup


Nabil kembali mengecup bibir istrinya. Namun hanya sekilas, karena ia ingin melihat reaksi Shanum. Apakah wanita itu terlihat tidak nyaman. Tapi yang dilihat Nabil justru saat ini Shanum sedang memejamkan mata. Tak ingin kehilangan kesempatan, atau sebelum Shanum membuka matanya, Nabil kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Shanum. Namun kali ini bukan hanya sekadar kecupan. Tapi ciuman yang sangat lembut penuh cinta.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2