Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Merasa Takut


__ADS_3

Karena aku tak ingin larut dalam kenangan menyedihkan itu. Aku pun tak ingin mengingatnya lagi. Karena saat ini yang harus ku lakukan adalah merawat, memberikan perhatian serta waktu ku untuk anak dan juga suami kedua ku ini.


Alhamdulillah pernikahan kedua ku sudah berjalan tiga bulan. Dan selama itu pula aku dan putri kecilku merasakan kebahagiaan yang tak pernah ku rasakan dan putriku rasakan selama tiga tahun sebelum aku resmi menikah dengannya.


Perhatian dan kasih sayang ia berikan kepada kami. Dan ia seperti tak ingin membuat kami bersedih dan tak ingin membuat kami merasa kekurangan selagi ia masih mampu dan sanggup memenuhi apa yang kami butuhkan itu.


Kebahagian kini ku rasakan saat aku melihat ia begitu menyayangi putriku seperti anak kandungnya sendiri. Namun di balik itu semua aku merasa takut tak kala nanti kami memiliki anak kandung. Apa iya akan menyayangi putriku seperti ini atau ngga aku ngga tau sama sekali.


Tapi ku harap saat aku diberikan kepercayaan lagi untuk mengandung dan memberikan anak untuk suami kedua ku. Ia bisa tetap menyayangi putriku seperti ini. Tak luput dari nanti ia telah memiliki anak sendiri dari ku.


Tak hanya itu aku juga berharap nanti aku pun tak membeda - bedakan kasih sayang untuk mereka nantinya.


Aku juga ingin kehidupan kami tetap bahagia sampai masa tua kami dan masa di mana anak - anak kami telah memiliki keluarga serta hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.


Tiga bulan ini. Aku masih belum mengalami tanda - tanda akan mengandung lagi. Bahkan ia juga sempat bertanya beberapa kali namun sayang jawabannya masih belum ada bayi di dalam rahimku ini.


Hingga saat itu aku merasa hampir frustasi dan tak percaya diri apa aku akan hamil lagi atau ngga.

__ADS_1


Namun ia selalu membuatku jangan bersikap seperti itu. Mungkin ini memang belum waktunya kita diberikan kepercayaan itu. Itulah yang sering ia katakan tak kala aku telah melihat hasil tes kehamilan yang hasilnya selalu negatif.


Hingga aku juga akhirnya sabar untuk menunggu kepercayaan itu diberikan kembali pada ku.


Dan aneh nya akhir - akhir ini aku selalu tak ingin di peluk olehnya dan setiap kali aku melihat wajahnya aku selalu marah melihatnya. Rasa ingin meluapkan kekesalan itu terjadi tak seperti biasanya kala aku marah terhadapnya.


Kekesalan ini seperti kekesalan yang seperti tak pernah kurasakan terhadap seseorang sampai segininya.


Ia juga sempat ingin meluapkan emosinya tak kala aku bersikap seperti itu padanya. Tapi ia menahannya dan itu juga seperti ada sesosok orang yang menahan ia untuk tidak meluapkan emosinya kepadaku.


Kami berdua pun di buat terheran - heran dengan sikap ku beberapa hari ini. Hingga kami akhirnya menjadi terbiasa dengan sikap ku ini.


Perubahan aku yang seperti ini membuat kami berdua merasa sangat aneh dibuatnya. Dan entah kenapa Ibuku malah menyarankan aku untuk menggunakan alat kehamilan untuk memastikannya.


Katanya ia punya filing kalau aku seperti orang hamil yang selalu berubah - rubah sikapnya secara berlebihan seperti yang ku alami ini.


"Nak, kamu coba pake alat kehamilan deh. Ibu kayanya yakin kamu hamil lagi." kata ibu pada ku.

__ADS_1


"Masa sih bu. Tapi aku takut kecewa Bu kalau misalnya nggak sesuai sama yang ibu bilang sama aku." kata ku menjawab ucapan ibu.


"Ya, setidaknya kamu coba dulu aja nak. Siapa tau beneran hamil." kata ibu mencoba meyakinkan ku untuk menggunakan alat kehamilan.


"Akan aku pikirin deh bu, mencoba atau enggak nya" kata ku menjawab ucapan ibu.


"Jangan lama - lama di pikirin nya nak. Biar lebih cepat tau lebih baik." kata ibu lagi pada ku.


"Iya bu" kata ku menjawab ucapan ibu dengan singkat.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Makasih untuk kalian yang udah nungguin setiap episodenya sampai saat ini.


Maaf author baru sempat nyapa kalian.

__ADS_1


Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian ya.


Kalian bisa tinggalin jejaknya berupa like, comment, dan vote untuk author.


__ADS_2