Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Percakapan Kami Sudah Selesai


__ADS_3

"Matamu itu udah katarak ya. Makannya nggak bisa bedain orang ganteng yang ada di depanmu ini." kata laki - laki itu masih tetap memuji dirinya ganteng.


"Mau mata ku katarak lah atau apa lah itu yang jelas Anda memang nggak ganteng sama sekali." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu.


"Kamu memang harus di bawa ke dokter deh. Biar bisa bedain mana orang yang ganteng dan mana yang nggak ganteng." kata laki - laki itu malah menyarankan aku untuk pergi ke dokter.


"Terus kalau misalnya aku nurutin apa yang kamu suruh itu dengan pergi ke dokter. Lalu keluhan yang nanti aku bilangin ke dokternya apa. Masa iya aku bilang aku punya penyakit dok, penyakit nya itu aku nggak bisa bedain orang ganteng sama yang nggak ganteng. Jadi dok aku ini sebenernya punya penyakit apa ya dok, kalau keluhannya seperti itu. Lantas gimana nanti jawaban dari dokter. Apa Anda tau jawabannya apa nanti yang akan dokter bilangin ke aku." kata ku menjawab ucapan laki - laki itu dan bertanya juga pada laki - laki itu.


Laki - laki itu pun terdiam tak kala aku menjawab ucapannya itu. Entahlah dia diam karena apa, apa karena dia baru kepikiran setelah aku bicara seperti itu. Atau dia lagi memikirkan sesuatu yang dapat membuat aku tak bersuara lagi untuk menjawab ucapannya.

__ADS_1


Cukup lama aku menunggu dia mengeluarkan suara. Namun, sampai sekarang dia tak mengucapkan sepatah kata pun keluar dari bibirnya itu. Yang akhirnya aku pun mulai bosan menunggu jawaban dari laki - laki itu. Dan aku berniat untuk pergi saja dari hadapan laki - laki itu. Karena aku merasa percakapan kami sudah selesai sampai di sini.


"Kenapa Anda nggak jawab. Apa Anda udah nyerah dan pasrah karena tak bisa jawab ucapan dari ku tadi." kata ku bertanya pada laki - laki itu. Dan laki - laki itu pun hanya melihatku tanpa mau menjawab ucapan ku.


"Oke karena Anda tak bersuara lagi. Aku pergi saja. Dah semoga kita tak pernah ketemu lagi." kata ku pada laki - laki itu.


Yang sejak tadi, aku ingin sekali pergi darinya. Karena berada di dekat laki - laki itu. Bisa - bisa darah ku naik. Hingga akhirnya aku harus pergi ke dokter.


Sekitar beberapa menit aku pun telah sampai di tempat putri ku, Sinta, dan ibu nya Sinta berada. Terlihatlah mereka sedang duduk santai di salah satu bangku.

__ADS_1


Terdengar suara putri ku yang sedang bercanda dengan Sinta. Sementara ibunya Sinta menjadi pendengar dan sesekali terlihat ia pun tertawa mendengar candaan yang keluar dari putri ku dan putrinya.


Rasa kesal setelah bertemu dengan laki - laki itu. Aku buang jauh - jauh setelah melihat keceriaan mereka. Dan aku mulai ikut dalam candaan mereka itu.


Hingga tak terasa waktu pun sudah hampir sore. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Setelah pamit pada Ibunya Sinta dan Sinta. Aku dan putri ku pun pergi dari tempat kami berdua saat ini. Untuk pergi ke parkiran mengambil motor. Setelah motor sudah ku ambil aku pun langsung mengendarainya pulang ke rumah.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2