Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan


__ADS_3

Bahkan aku berharap ada salah satu keluarga suamiku untuk menemani ku melahirkan anggota baru dalam keluarganya pun. Tak ada sama sekali. Padahal kalau ku pikir jika mereka menyayangi dan menginginkan bayi ini. Mereka setidaknya menemaniku berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anggota baru dalam keluarganya ini.


Namun aku salah mereka seperti tak memiliki perasaan seperti itu terhadap bayi ku ini. Sehingga mereka dengan teganya tak ingin melihat bayiku ini. Kasihan sekali bayi ku ini, padahal ia tak salah apa - apa, melainkan Kamilah yang harus disalahkan atas semua ini.


"Ketika aku akan melahirkan dan berjuang antara hidup dan mati. Kemana mas kamu dan keluarga mu. Kenapa tak datang menemani ku atau sekedar melihat bayi kita nanti ketika sudah aku kahirkan." kata ku di dalam pikiran ku saat ini.


Tetapi aku selalu berdoa agar bayiku ini tak mengalami hal yang sama seperti ku, kelak dewasa nanti. Ia harus memiliki kebahagian membina rumah tangga dengan baik dan penuh kasih sayang.


Saat itulah, aku pun mulai mendengarkan dokter yang akan membantu ku melahirkan bayi ku ini. Dengan tiga kali tarikan nafas yang panjang bayiku pun lahir ke dunia ini dengan keadaan yang sehat dan baik.

__ADS_1


Ketika ku dapati bayi kecil dan mungil di hadapanku, aku pun meneteskan air mata bahagia telah melahirkannya walau aku benci dengan ayahnya yang sangat tak memiliki perasaan terhadapku.


Beberapa hari setelah bayiku dilahirkan aku pun memposting bayiku di sosial media, dan taukah kalian orang pertama yang mengomentari statusku ini. Ya dia ayah dari anakku ini yang mengomentarinya, kemana ia saat aku membutuhkannya, tak ada kabar tak ada kejelasan mengapa ia tak pernah datang ke rumah. Dan kenapa disaat aku ingin melupakannya ia hadir kembali dalam hidupku, setelah sekian banyak luka yang ia torehkan kepadaku selama ini.


Aku pun tak menanggapinya dan memilih mengabaikannya, karena aku berencana untuk meminta gugatan perc.....n kepadanya. Tak terasa sekarang anakku sudah berusia 3 bulan dan selama itu pula aku merawat dan menyayangi putri kecilku sendirian tanpa adanya seorang ayah di samping anakku.


"Kamu harus jadi orang yang berguna nak, dan jangan sampai kamu bernasib sama dengan mamah. Sama mamah juga minta maaf mamah tak akan mengenalkan kamu pada papah mu yang tak peduli sedikit pun pada mu di saat mamah mengandung mu nak. Kelak ketika dewasa kamu pun akan tau mengapa mamah bersikap egois seperti ini." kata ku yang mengeluarkan unek - unek beban yang ada di hati ku.


Tiga bulan ini juga adalah hari dimana aku resmi menjadi seorang janda beranak satu. Ya akhirnya aku memutuskan untuk berpisah dengannya dan berencana membesarkan putriku seorang diri. Dan taukah kalian apa yang terjadi setelah aku resmi jadi janda, dulu ketika aku masih memiliki suami aku akan menjadi bahan pembicaraan tentang status istri yang tak pernah ada suami disisi ku dan sekarang setelah aku jadi janda apakah aku tidak dijadikan bahan pembicaraan meraka.

__ADS_1


Jawabannya adalah aku bahkan jadi bahan pembicaraan ter utama oleh mereka. Kenapa aku harus menerima semua ini aku tak meminta status seperti ini atau bahkan semua wanita pun tak ingin memiliki status yang saat ini aku terima.


Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan ini. Sekarang menjadi bagian dalam kehidupanku. Dua tahun sudah aku memiliki status seorang janda dan kini aku ingin mulai membuka hati untuk seorang laki - laki lagi. Sehingga di tahun ketiga aku berstatus janda aku pun akan melangsungkan pernikahan yang awalnya akan menikah sirih menjadi menikah secara hukum dan agama.


Dan dipernikahan kedua ku ini. Aku merasa menjadi ratu sehari yang mana aku dirias menggunakan kebaya yang indah, dan ada resepsi pernikahan juga. Ini adalah awal baru aku memulai kehidupan setelah rasa pahit kehidupanku selama tiga tahun kebelakang. Dan aku berharap di pernikahanku yang kedua ini, aku tak mengalami hal yang sama dan aku ingin hidup bahagia bersamanya sampai maut lah yang memisahkan kita nanti.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2