
"Maaf... Maaf... telah membuat mu marah dengan ucapan ku" ucap laki - laki itu dengan meyakinkan.
"Maaf... kata Anda, apa Anda tau maaf Anda sudah terlambat untuk di ucapkan. Tapi tak apa setidaknya Anda sadar kesalahan Anda." kata ku yang tak percaya setelah mendengar ucapan yang terlontar dari laki - laki itu kepada ku.
"Hahaha... kamu kira aku akan tulus ucapin permintaan maafnya. Tak ada sedikit pun niatan ku untuk minta maaf pada mu janda. Hahahaha..." ucap laki - laki itu dengan tertawa sangat puas mengejek diri ku.
"Sudah ku duga orang seperti Anda mana bisa ucapin permintaan maaf dengan tulus. Walaupun tulus pasti ku jamin di saat Anda sedang terkapar tak berdaya di akhir hayat. Barulah di situ Anda akan dengan memohon - mohon untuk di maaf kan. Tapi rasanya mustahil Anda akan seperti itu. Karena jika ku liat sampai akhir hayat pun gengsi Anda untuk minta maaf padaku terlalu besar dan tak akan Anda lakukan." kata ku dengan begitu tegas.
"Beraninya kau bicara seperti itu. Dasar janda tak tau diri" ucap laki - laki itu dengan geram kepadaku.
__ADS_1
"Ck... bukannya kebalik ya. Yang nggak tau diri itu Anda. Dan ingat tak semua janda bisa di tindas dan diam saja di saat orang seperti Anda berani mengungkit statusnya. Dan jangan Anda kira bahwa janda tak berhak untuk menunjukkan keberaniannya dalam menindas orang seperti Anda." kata ku lagi dengan lantang.
"Janda aja bangga. Ck... apa yang harus di banggain jadi janda. Apalagi janda kaya diri mu ini" kata laki laki itu sambil menunjuk diriku.
"Iya ucapan Anda memang benar nggak ada yang bisa di banggain dari seorang janda, itu menurut Anda. Tapi di satu sisi janda bisa Bahkan sangat bisa di banggakan ketika ia menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak - anaknya yang telah berhasil membanggakan ia dengan keberhasilan anaknya. Dan bodohnya laki - laki yang tega membiarkan dan menelantarkan anaknya serta membuat seorang wanita memiliki status janda karena ulahnya. Seperti Andalah saat ini. Liat wajah Anda yang sangat menyedihkan ini." kata ku pada laki - laki itu.
"Lebih baik aku tetap sendiri dari pada harus kembali dengan Anda" kata ku dengan langsung menolaknya mentah - mentah.
"Apa kau yakin tak ingin kembali dengan ku. Ini penawaran terakhir untuk mu" kata laki - laki itu mencoba bertanya kembali pada ku setelah aku menolaknya.
__ADS_1
"Sebegitu inginnya kah Anda kembali pada ku. Sampai Anda bertanya seperti itu. Bukannya kata Anda aku ini janda yang tak bisa di banggakan, jadi buat apa Anda masih ingin berhubungan dengan janda tak bisa di banggakan ini." kata ku pada laki - laki itu.
"Kau benar juga untuk apa aku merendahkan diriku dan memohon - mohon padamu. Banyak di luaran sana yang masih ingin dekat dengan ku. Bahkan aku juga bisa dapat perawan bukan janda kaya seperti dirimu." kata laki - laki itu pada ku.
"Baguslah aku juga tak ingin mengenal Anda lagi. Dan aku ingin Anda tak pernah menggangu kehidupan ku lagi dan putri ku. Ingat itu baik - baik laki - laki tak tahu diri." kata ku dengan cueknya.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1