Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Memastikan Hasilnya Akurat


__ADS_3

Seketika aku langsung terdiam untuk beberapa saat tak kala ibu memberitahukan tentang filing itu.


Aku sempat kaget saat ibu menyentuh bahuku dan menyadarkan ku dari termenungnya aku beberapa saat yang lalu.


Dan bahkan ibu sempat menanyakan apa aku baik - baik saja. Kemudian aku pun langsung memberitahu ibu kalau aku baik - baik saja. Hanya sempat kaget dan merasa tak percaya atas filing ibu ini.


"Kamu nggak apa - apa kan nak, ko diem" kata ibu ku pada diri ku.


"Eh... iya bu nggak papa ko" kata ku menjawab ucapan putri ku.


Karena bagiku itu mustahil sebab kalau ngga salah dua minggu lalu aku sempat mengeceknya namun hasilnya tetap sama yaitu negatif.


Jadi aku pun membiarkan saja ucapan dari ibuku itu. Namun sayang aku ngga bisa lupain begitu aja. Sampai akhirnya aku pun menelpon suamiku untuk membeli alat kehamilan ketika ia pulang kerumah dan aku juga memintanya ngga cuman satu namun beberapa alat kehamilan dan dari berbagai merek juga untuk memastikan hasilnya akurat.


Setelah aku menelpon suamiku, aku pun kemudian ke kamar karena rasa kantuk yang tidak bisa lagi ditahan. Setelah masuk kamar tak lama kemudian aku pun langsung terlelap.


Entah udah berapa lama aku tidur, seketika aku terbangun karena merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh pipiku dan mengganggu tidur lelap ku hingga aku terjaga dari tidur ku ini.


Di lihatlah siapa orang yang telah menggangu tidurku ini. Aku sempat ingin marah karena telah diganggu tidurnya, tetapi ketika aku lihat siapa dia aku seperti tak ingin memarahinya malah aku ingin dipeluk olehnya.

__ADS_1


"Eh... mas aku siapa?" kata ku pada suami ku.


"Kaget ya" kata suami ku pada ku.


"Iya mas, tapi tadi sih kaget nya sekarang aku jadi pengen di peluk sana kamu mas" kata ku sedikit manja pada suami ku.


"Ya udah sini" kata suami ku pada ku.


Dan ia pun langsung mengabulkan keinginanku ini. Kemudian aku merasa bahagia sekali mendapatkan respon baik tak kala aku memeluknya, rasa nyaman, tenang dan tentram saat di peluk olehnya menghantarkan aku kembali ke tidur lelap ku.


Ia lalu membaringkan aku untuk mendapatkan posisi yang lebih enak saat tertidur. Setelah itu dia mandi dan menemaniku tidur sambil tak lupa memeluk ku.


Kemudian aku pun, perlahan - lahan mulai melepaskan pelukannya itu. agar ia tak terbangun dan terusik tidurnya oleh gerakan aku yang ingin lepas dari pelukannya.


Setelah aku terlepas dari pelukan suami ku aku kemudian bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh ku yang merasa tak nyaman setelah tidur barusan.


"Aku langsung mandi aja kali ya. Enggak enak banget sih rasanya tubuh ini kalau belum mandi." ucapan ku yang ku keluarkan dalam hati.


Lalu setelah aku selesai mandi aku bergegas kembali ke kamar dan membangunkan suami ku.

__ADS_1


"Mas bangun" kata ku membangunkan suami ku dari tidurnya itu.


Tak lama setelah itu, suami ku pun mulai menjawab ucapan ku. " Hem... iya sayang ini udah bangun ko."


Makan malam pun tiba. Dimana kini semua keluarga telah berada di meja makan dan mereka sudah berada di posisi favorit masing - masing.


Aku mengambilkan makan untuk suami ku, dilanjut untuk putri kecilku dan terakhir untuk ku. Karena ibu pun melakukan hal yang sama seperti ku. Dan itu merupakan kebiasaan yang ibu lakukan setiap harinya terhadap ayah.


Hingga aku tak sungkan meniru tindakan ibu itu. Dan kini hal itu juga udah menjadi kebiasaan ku setiap harinya untuk suami dan putriku.


Setelah usai makan, kami semua pun mengobrol sebentar dan dilanjut masuk ke kamar masing - masing karena rasa kantuk sudah ada kepada kami kala itu.


Ketika sampai di kamar aku rebahkan tubuh ku ini. Dan ku pandang langit - langit kamar sambil mengenang perkataan ibu yang mengira kalau aku hamil.


Rasa tak sabar pun menderaku kala itu. Inggin rasanya aku memutar jarum jam agar cepat pagi. Biar bisa cepat tau hasil tes kehamilan itu.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2