
"Wanita itu.... wanita itu... Argh... wanita itu..." kata ku sambil berteriak.
"Nak kamu kenapa? siapa wanita itu? coba kasih tau ibu siapa wanita itu?" kata ibu yang langsung bertanya pada ku ketika aku berteriak seperti itu pada mereka.
"Bu, wanita itu bu... wanita itu... argh... aku ingin memukulnya bu... menjambak rambutnya... Ah... wajahnya sangat aku benci... argh..." kata ku yang semakin tak terkendali.
Hingga saat aku telah menyelesaikan ucapan ku itu pada ibu ku. Aku seketika terduduk dari tidur ku dan langsung berteriak dan memukul - mukul ranjang ku.
Bahkan mata ku seperti mata yang ingin keluar dari kelopak mata ku. Rambut ku pun aku jambak - jambak sampai rambut ku tak enak untuk di pandang.
"Nak cukup jangan kaya gini. Sadar nak sadar hiks... hiks... ibu mohon lawan semuanya... jangan kamu siksa tubuh mu sendiri kaya gini. Dan lihat lah ibu. Liat ibu di sini nggak ada wanita itu dan hanya ada ibu, ayah dan putri mu. Lihat lah ibu mohon sadar lah nak. Hiks... hiks... hiks..." kata ibu pada ku sambil diiringi isak tangis yang begitu pilu.
__ADS_1
"Mamah... hiks... hiks..." kata putri ku memanggil ku sambil menangis.
"Nak bener kata ibu sadar lah nak. Wanita itu nggak ada di sini. Mana coba jika wanita itu ada di sini biar ayah yang lawan wanita itu." kata ayah mencoba meyakinkan ku bahwa wanita itu nggak ada di sini.
"Ada yah wanita itu ada disini. Lihat lah di sana dia sedang tertawa terbahak - bahak kepada ku. Argh... wajahnya yah sangat membuat ku muak... pukul yah wanita itu... ku mohon yah pukul dia. Ah sekarang wanita itu hampir mendekati ku yah... Cegah dia yah supaya tak mendekati ku." kata ku memberitahukan keberadaan wanita itu pada ayah ku.
Karena saat ini di dalam pikiran dan bayangan ku wajah wanita itu selalu ada di mana - mana. Bahkan tak hanya itu wanita itu pun sepertinya sudah memicu ku untuk mengingat lagi perilakunya terhadap ku dulu.
"Di sana yah di belakang ayah" kata ku sambil menunjuk belakang tubuh ayah ku.
Lalu ayah ku pun mulai melihat ke belakang tubuhnya. Namun, tak ada apa - apa di sana. Tapi ia mencoba seolah - olah ia pun melihat wanita yang di maksud ku. Dan ia pun mulai memukul wanita itu yang jelas - jelas tak ada siapa - siapa di sana.
__ADS_1
Buk... buk...
Suara yang aku dengar karena aku melihat ayah memukul wanita itu. Sementara ibu dan putri ku hanya bisa menjadi orang yang melihat semua ini dalam diam. Mereka sangat sadar bahwa saat ini kejiwaan ku telah terguncang.
"Terus yah... terus pukul wanita itu. Berikan dia pelajaran yah. Ku mohon terus pukul dia yah... aha... Haha... hahahaha..." kata ku pada ayah ku sambil tertawa tak jelas di akhir kalimat yang ku ucapkan.
"Bu liat lah ayah telah memukul wanita itu. Hingga babak belur dan wanita itu meringis kesakitan. Hahahaha... Hahahaha..." kata ku memberitahukan hal yang ku liat pada ibu mengenai wanita itu.
"Iya nak ibu juga liat itu" kata ibu yang hanya mengiyakan saja ucapan ku.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸