
Taukah kalian? Apa isi dari surat yang ku terima dan ku baca dari suami ku itu. Dan betapa tak percayanya aku setelah menerima surat itu darinya.
Terdapat gurat kekecewaan dalam wajah ku tak kala aku melihat dan membaca surat itu. Aku pun sampai tak bisa berkata apa - apa untuk waktu yang lumayan lama.
Agar aku dapat mengendalikan hal apa yang akan ku lakukan pada orang yang telah memberikan surat itu kepada ku.
Dimana harusnya aku melihat bayi yang ku lahirkan tadi dengan bersyukur dan bahagia karena ia telah hadir didalam kelurga kecil ku itu.
Namun, semua itu harus sirna seketika tak kala aku menerima surat darinya. Surat yang mana itu adalah surat yang sudah pernah ku berikan kepada suami pertama ku dan aku pun mendapatkan status baru setelah memberikan surat itu kepada suami pertama ku itu dulu.
Ya surat yang di berikan suami ke dua ku adalah surat gugatan perceraian yang mana itu membuat aku shock di buat nya.
Karena apa? Itu karena aku tak percaya dengan surat yang ku pegang ini. Dan selama ini, perlakuan dia ke pada ku tak jahat malah ia memberikan perhatian dan tanggung jawab selama bersama ku dan sebelum aku melahirkan bayinya.
__ADS_1
Tetapi kenapa setelah bayi itu lahir. Aku malah mendapatkan surat ini. Apa ini? Aku nggak ngerti dan nggak paham dengan semua ini hingga akhirnya aku pun memutuskan untuk bertanya.
"Sayang, kenapa kamu memberikan aku surat ini. Memangnya apa kesalahan ku, tolong kasih tau aku biar aku memperbaikinya" Kata ku kepada suami ku itu.
"Kau tak salah apa - apa tapi aku memang sudah tak ingin bersama mu lagi karena aku sudah nggak butuh kamu lagi" Kata suami kedua ku.
Deg...
Maksudnya apa sudah tak butuh aku. Jadi selama ini sikapnya kepada ku dan kepada putri ku adalah kebohongan. Itulah yang aku simpulkan dalam benak ku tak kala ia berucap tadi.
Dan karena aku masih penasaran dengan kata butuh itu. Aku lalu menanyakan kembali kepadanya.
"Maksud kamu apa. sudah nggak butuh aku" kata ku dengan nada bicara yang lumayan keras dan menuntut penjelasan.
__ADS_1
"Kau yakin ingin tau" Dengan sinis ia bukannya menjawab pertanyaan ku ia malah bertanya kepada ku.
"Iya. Aku ingin tahu langsung dari mulut mu itu b.....k" Kini aku pun sudah tak memikirkan hormat pada laki - laki yang ada di hadapan ku ini. Laki - laki yang pantas ku katakan seperti itu di akhir ucapan ku.
"Waw... ternyata di balik wajah manis mu itu. Terdapat jiwa pemberani juga" sambil bertepuk tangan dan menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan.
"Kenapa? kaget? asal kau tau setiap orang pun bisa marah disaat ia tak bisa lagi menahan kemarahan nya itu. Dan aku pun termasuk dalam setiap orang itu" kata ku dengan berani mengeluarkan kata yang lebih tinggi dari perkataanku tadi.
"Hem, baiklah. Aku sekarang tak mau berdebat dengan mu lagi karena aku sudah muak liat muka sok manis mu ini." kata laki - laki itu.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1