Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Kondisi Memprihatinkan


__ADS_3

Kemudian seorang dokter pun memberanikan dirinya menemui ku di ruangan ku dan menyuntikan obat ke tubuhku yang membuat aku pun langsung tak sadarkan diri.


Lalu dokter itu memberitahukan keluarga ku atas kondisi memprihatinkan ku kala itu. Dan tak lama setelah itu, ibu dan semua keluarga ku mendatangi ku di rumah sakit.


Saat mereka mendapatkan pemberitahuan tentang kondisi ku mereka semua pun. Tanpa pikir panjang langsung datang ke rumah sakit.


Ketika mereka sampai di rumah sakit dan melihat kondisi ku mereka pun merasa sedih atas apa yang menimpa ku.


Walau mereka belum mengetahui penyebabnya tapi mereka merasa kalau ini adalah masalah yang sangat berat untuk apa yang ku terima.


pasalnya aku tak pernah se marah dan tak terkendali mengatur emosi ku secara berlebihan. Hingga menyebabkan aku harus di berikan obat seperti itu oleh dokter.


Yang baru ku alami pertama kalinya dalam hidup ini. Banyak juga isi pikiran mereka yang beragam penyimpulan atas apa yang menimpa ku.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu. Aku pun mulai membuka mataku. Perlahan aku melihat sekeliling ku. terdapat banyak orang di ruangan ku itu.


Kemudian ibu menghampiri ku karena ia tadi melihat kalau aku sudah sadarkan diri lagi. Ibu ku ingin sekali rasanya menanyakan apa yang terjadi kepada ku. Tapi ia urungkan niatnya itu, yang takut kalau misalnya aku belum siap menceritakan penyebab aku tak bisa mengontrol emosi ku itu.


"Nak, udah bangun, mau minum" Kata Ibu ku yang menghampiri ku kala itu.


Aku pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepala ku sebagai jawabannya. Bahwa aku tak menginginkan apa pun saat itu.


Mataku masih menatap kosong tak ada kekuatan lagi dan seperti tak sanggup kalau saat ini ia bercerita tentang keadaannya yang menyedihkan ini.


Kemudian kakak pertamaku tak tahan melihat kondisiku. Hingga kakak ku pun kemudian bertanya kepada ku.


"Dek, kamu kenapa? kakak masih nggak paham kenapa bisa kamu nggak bisa mengatur emosi mu itu. Kemana adek kakak yang selalu bersikap lembut dan tak akan marah seperti ini. Malah kakak seperti tak mengenali adek kakak yang selama ini kakak kenal" Kata kakak pertamaku terhadap ku.

__ADS_1


Aku hanya terdiam mendengarkan ucapan kakakku itu. Tanpa sedikit pun aku ingin membalas ucapan kakak ku.


Hingga tak lama setelah itu salah satu keluarga ku, langsung bertanya tentang keberadaan suami ke dua ku pun, langsung membuat aku kembali histeris dan tak terkendali.


Berteriak histeris karena marah, emosi dan akhirnya aku pingsan tak sadarkan diri karena lelah teriak - teriak tak henti - hentinya saat itu.


Hingga akhirnya dokter mengatakan dengan berat hati bahwa aku terlah menjadi depresi berat yang harus di tangani lebih lanjut.


Bagai tamparan yang tak bisa di percaya oleh semua keluarga ku mengenai ku kala itu membuat mereka memandang ku dengan tatapan kesedihan.


Beberapa hari dirumah sakit pun. Akhirnya aku bisa di perbolehkan pulang. Dengan syarat aku harus bisa mengendalikan emosi ku. Walau sebenarnya ia juga ragu apakah iya sanggup mengendalikan emosi nya sendiri. Dan aku pun hanya bisa pasrah dengan keadaanku saat ini.


Next Episode...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2