Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Ragu untuk Menemuinya


__ADS_3

Sejak saat itu, aku tak di biarkan ke luar dari ruangan ku dan aku hanya berinteraksi dengan dokter dan perawat yang merawat ku saja.


Sudah beberapa minggu juga ibu dan keluarga ku tak menjenguk ku lagi. Sedih rasanya saat orang yang selalu menyempatkan waktu untuk sekedar melihat kondisi ku tak kunjung melihat ku lagi.


Sedangkan dilain tempat tepatnya di kediaman ku. Putri kecil ku selalu merengek ingin bertemu dengan ku. Dan itulah yang menyebabkan kelurga ku tak bisa mengunjungi ku karena mereka sibuk membuat putri ku mengerti dan mencari alasan agar menutupi ke beradaan ku yang sesungguhnya pada putri ku itu.


Setiap hari yang ku lewati hanya duduk termenung memikirkan apa aku harus segera sembuh dan melanjutkan kehidupan ku setelah sembuh. Atau aku akan terus seperti ini. Dan tak akan mendapatkan kebahagiaan sama sekali.


Sementara orang yang ku pukuli waktu itu. Kejiwaannya bertambah lagi dengan rasa ketakutan yang luar biasa ketika melihat orang yang sedang duduk. Bayangan ku yang tak henti - henti memukulinya selau ia ingat.


Sampai dokter dan perawat pun tak bisa berbuat apa - apa . Hanya bisa melihat ke sedihan atas apa yang menimpa orang itu.

__ADS_1


Kini pintu itu pun mulai terbuka. Karena ini adalah jadwal ke dua ku minum obat. Aku sempat ingin mengalihkan perhatian perawat itu.


Agar aku bisa menemui orang yang ku pukuli itu. Dan meminta maaf kepadanya. Itu adalah pemikiran ku ketika pikiran ku kembali normal. Namun, ketika pikiran ku sedang kacau aku tak akan mengingat kesalahan ku itu. Pada orang yang ku pukuli.


Bahkan aku sudah beberapa kali menghancurkan barang - barang yang ada di ruangan ku di saat kejiwaan ku kembali datang dan tak bisa di kendalikan.


Disaat perawat akan mulai memberikan obatnya. Aku lalu menyuruhnya untuk berbalik dulu menghadap ke pintu. Dan di saat perawat itu berbalik aku langsung mendekap mulutnya dan tak lama setelah itu perawat itu pun pingsan.


Karena aku ingin menemui orang yang ku pukuli itu. Hingga aku pun berpikir jika aku menemuinya dengan baju yang sama saat aku memukulinya orang itu pasti akan ketakutan.


Hingga akhirnya ide itu pun muncul dalam benakku. Ketika aku menggunakan baju perawat itu bukankah orang yang ku pukuli tak akan terlalu sock saat aku menemuinya. Karena ia mengira bahwa aku adalah orang yang akan merawatnya dan memberikan obatnya selama ini.

__ADS_1


Sesampainya aku di ruangan orang yang ku pukuli itu. Aku sempat ragu untuk menemuinya dan aku juga takut nanti aku malah kambuh lagi kejiwaannya dan memukuli orang itu lagi.


Namun, aku pun mencoba kan diri, buat melangkah lebih dekat menemuinya. Beruntung saat aku telah berada didekatnya ia sedang tertidur.


Aku lalu memberanikan diri berbicara dengannya. Kata pertama yang aku ucapkan adalah kata maaf. Yang mungkin tak bisa aku dapatkan balasan darinya atas apa yang telah aku perbuat kepadanya.


Hingga akhirnya aku tak bisa lagi menahan tangisan ku dan akhirnya aku pun menangis disana tersedu - sedu dan pilu serta sakit menghantam hati ku.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2