Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Tambah Pusing


__ADS_3

Kini ayah ku pun hanya diam di luar ruangan ku. Tanpa melihatku walau hanya sebentar pun itu tak bisa sama sekali.


Hingga membuat ayah ku merasa sangat - sangat sedih melihat kondisi ku saat ini. Sampai ia pun berucap dalam hatinya.


"Risna kenapa hidup mu seperti ini. Apa belum cukup penderitaan mu selama ini. Ayah merasa sangat gagal karena tak bisa melihat mu bahagia untuk waktu yang lama. Baru saja kamu mendapatkan kebahagiaan mu bersama putri mu. Kini kamu malah kembali mendapatkan sakit ini lagi. Tapi ayah janji sama mu nak jika kamu sudah merasa lebih baik ayah pasti akan membantu mu mencari putra mu dan mengambilnya lagi untuk mu. Ini janji ayah untuk mu nak." suara hati ayah ku untuk ku.


Di perjalanan menuju rumah putri ku tak henti - henti nya bicara pada ibu ku untuk sesegera mungkin cepat sampai ke rumah. Bahkan hampir di setiap menit ia selalu berucap pada ibu ku.


"Nek ko lama sih. Ini udah deket kan buat sampai rumah. Ko malah lama sih nek." ini lah kata yang sering putri ku ucapkan pada ibu ku.


Padahal ini adalah waktu mereka berdua baru saja naik kendaraan menuju rumah ku. Apa lagi jika di perjalanan seperti itu. Maka yang terjadi akhirnya membuat ibu ku pusing dengan ucapan putri ku itu.


"Ya ampun nak kamu ini kalau bicara nggak henti - henti ya. Nenek jadi bosen jawab terus ucapan mu ini. Kapan selesainya kamu nggak bicara nak. Bikin nenek tambah pusing terus denger ucapan mu itu nak. Sekarang diam dan duduk manis lah. Nanti juga berhenti kalau udah sampai." Kata ibu ku pada putri ku.

__ADS_1


"Maaf nenek, iya deh nek nggak akan bicara lagi dan akan diam aja." kata putri ku menjawab ucapan ibu ku.


"Bagus cucu nenek memang pinter" kata ibu pada putri ku.


"Jelas dong nek cucu nya siapa dulu dong" kata putri ku malah membanggakan diri nya sendiri.


"Ya cucu nenek dong" kata ibu ku sambil memegang kedua pipi putri ku dengan gemas.


"Ih... nenek ko pegang - pegang pipi aku sih" kata putri ku yang protes karena ibu ku memegang pipinya.


"Em... boleh ko, tapi kalau kaya tadi ntar pipi aku merah nek karena terlalu lama nenek pegang." kata putri ku pada ibu ku.


"Oh bisa kaya gitu ya. Tapi tak apa lah nenek suka pegang pipi kamu nak, jadi pingin terus malah pegang pipi mu ini." kata ibu ku ingin menggoda putri ku dengan ucapannya itu.

__ADS_1


"Ah... nenek bisa aja. Aku kan jadi malu kalau terus - terus di pegang pipinya. Kan pipi aku itu cabi."


"Tak apa cabi tapi cucu nenek tetep cantik dan pasti cantik dong karena kamu kan cucu nya nenek." kata ibu lagi mencoba menghibur putri ku untuk sejenak melupakan ke ingin cepatannya ia pulang ke rumah.


"Ah... jadi malu deh. Nenek bilang gitu ke aku."


"Kenapa harus malu kamu kan cantik?"


"Pokonya nek susah kalau di jelasin, tapi intinya aku tuh malu"


Sampai tak terasa kini kendaraan yang membawa mereka pulang pun telah sampai di depan rumah ku.


Next Episode...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2