
"Mamah jangan bilang kaya gitu lagi. Aku janji nggak akan ulangi lagi kesalahan aku yang udah nyakitin hati mamah. Hik... janji." kata putri ku sambil mengeluarkan air matanya dan langsung begitu saja memelukku.
"Ya ampun, ternyata luluh juga. Nggak sia - sia aku mengeluarkan air mata. Putri ku pun akhirnya bisa memaafkan aku dan bahkan sekarang dia sedang memeluk ku. Nyaman dan tenang rasanya ketika pelukan ini selalu mengiringi ku di setiap langkah ku beberapa tahun ini. Semangat hidup ku untuk bangkit dari banyaknya cibiran masyarakat terhadap ku. Tapi semua itu bagaikan sirna tak kala putri ku bersikap seperti ini pada ku." suara batin ku ketika putri ku berada dalam pelukanku.
Di elus - elus rambut putri ku yang saat ini sedang memelukku dengan erat. Lalu aku pun mulai menghapus air mataku yang terjatuh tak kala aku ingat tentang cibiran - cibiran orang terhadapku. Dan sesekali aku pun mulai menghapus air mata putri ku.
Hingga tak terasa beberapa menit pun telah berlalu. Kami berdua akhirnya telah usai dengan menangis nya kami. Setelah itu, aku menyuruh putri ku untuk cepat mandi. Dan kali ini hanya dengan sekali ucap pun putri ku langsung menganggukkan kepalanya.
Kemudian bergegas menuju kamarnya untuk pergi mandi. Tak kala pandangan putri ku sudah tak terlihat lagi karena telah masuk kamarnya itu. Aku pun pergi juga menuju kamar ku.
__ADS_1
Langkah demi langkah akhirnya aku telah sampai di kamar ku. Di ambilnya pakaian ku di lemari yang ada di kamar lalu aku pun pergi ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian aku telah keluar dari kamar mandi. Tubuh segar dan bersih pun aku rasakan saat ini tak kala aku mencium wangi sabun yang ku gunakan tadi saat di kamar mandi.
Wangi semerbak pun sangat membuat ku tenang dan damai. Rasa penat dan nunet yang ada di kepalaku ketika aku harus di pertemukan dengan laki - laki itu lagi setelah sekian lama ia tak pernah menunjukkan batang hidungnya walau hanya sedetik pun itu.
Hingga akhirnya aku pun tau. Dan berniat tak mempersalahkan nya lagi pertemuan kami itu tadi. Malah sekarang aku memikirkan untuk tak mengingatnya lagi kejadian itu. Yang ku anggap sebagai mimpi buruk ku.
Apalagi kata janda yang terucap oleh bibir laki - laki itu yang sepertinya kata janda tak ada dalam ucapannya seperti makanan pedes tapi gak pake cabe.
__ADS_1
Aneh bukan, ya itulah yang ku sematkan pada laki - laki itu. Laki - laki teraneh yang pernah ku dapati dalam hidup ku. Apalagi ketika laki - laki itu terus memanggil ku janda, janda, janda.
Yang sedari tadi aku udah sangat jengah dengan ucapannya. Ucapan yang sangat mematikan dan tak pernah berpikir terlebih dulu ucapan yang keluar dari bibirnya itu dapat menyakiti orang lain.
Seperti apa yang ku rasakan, rasa yang begitu amat aku merasa tak pernah dinginkan dalam hidup. Sekelebat bayangan untuk mengakhiri diri pun terlintas dalam benak ku.
Namun, semua itu akhirnya aku hindari dengan meyakinkan diri bahwa semua ini pasti akan berlalu dengan sendirinya.
Next Episode...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸