
Beberapa jam kemudian aku dan putri ku telah sampai di depan rumah. Lalu kami pun mulai memasuki rumah kami ini.
Ceklek...
Bunyi pintu yang telah ku buka. Setelah pintu telah terbuka dengan sempurna. Lalu putri ku pun mulai melangkahkan kaki nya. Di iringi dengan diri ku yang sama - sama melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah.
Bug...
suara hempasan tubuh putri ku yang sengaja ia baringkan di sofa. Mungkin karena perjalanan yang lumayan cukup jauh dan membuat tubuh pegel serta capek. Hingga akhirnya putri ku pun membaringkan tubuhnya begitu saja di sofa.
Aku hanya geleng - geleng kepala liat kelakuan dan tingkah putri ku itu. Dan setelah aku menggelengkan kepala ku. Aku pun mendudukkan diri di sofa dekat putri ku.
Rasa lelah dan capek ku rasakan hari ini. Karena aku mengendarai motor sendiri dari tempat yang tadi ku datangi hingga sampai ke rumah ku.
__ADS_1
Selain itu juga ada rasa capek dan lelah saat aku bertemu dengan laki - laki itu. Capek karena dia selalu memojokkan aku dengan ucapannya dan lelah karena dia tak mau mengalah sedikit pun terhadap diriku ini.
Helaan nafas mengiringi ku saat ini. Hingga akhirnya aku sampai tak menyadari menutup mata ku, lalu tertidur dengan sendirinya.
Sementara putri ku pun sama, ia juga langsung tertidur di sofa yang ia tiduri itu. Beberapa menit kemudian aku mulai membuka mata ku kembali.
Dilihat lah sekeliling ku. Setelah aku melihat sekeliling. Hingga akhirnya pandangan ku tertuju pada putri ku yang tertidur begitu pulas.
Terlintas lah ucapan demi ucapan laki - laki itu tadi. Yang sedikit pun tak meminta kepada ku untuk melihat dan memeluk putri nya itu. Sedih, itu lah yang ku rasakan melihat bagaimana putri ku tak pernah melihat papah nya selama dia lahir dan sampai sekarang ia tak pernah tau wajah papahnya seperti apa.
Dia takut aku marah atau bahkan sampai tak mau bicara pada dirinya lagi. Terutama setelah dia tau bagaimana rasanya kehilangan aku selama satu tahun. Ketika aku mengalami gangguan kejiwaan.
Dan semenjak itu putri ku tak bertanya apa pun tentang sosok papah kandungnya dan papah yang menemaninya selama satu tahun dengan berbagai limpahan kasih sayang terhadap ku dan putri ku.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku terbuai dengan kasih sayang itu. Yang ternyata hanya sandiwara agar rencana nya dapat terlaksana.
Kemudian membuat ku harus kehilangan putra yang ku lahir kan. Dan yang sampai detik ini aku tak pernah melihat wajah putra ku itu.
Rasa kangen dan penasaran bagaimana kehidupan putra ku setelah putra ku di ambil paksa dari ku. Selalu menyertai ku di setiap hari yang ku lewati.
Seandainya aku tau niat busuk suami ke dua ku waktu itu. Aku lebih baik langsung pergi dari kehidupan laki - laki itu. Hingga akhirnya mungkin sekarang putra ku masih berada bersama ku.
Dan aku masih bisa melihatnya tumbuh dengan baik, selalu ada di samping ku dan putri ku. Dan yang lebih ku inginkan aku bisa memeluknya, menasehatinya, bercanda dengannya, memarahinya ketika dia melakukan kesalahan tetapi marahnya masih mengandung suatu arahan agar putra ku tak melakukan hal itu lagi. Yang mengakibatkan aku marah terhadapnya.
Bersambung...
Hari ini author lagi baik, kasih up nya siang.
__ADS_1
Terus author juga mau minta saran. Buat jadwal up nya lebih baik kapan. Biar nanti author sesuai in sama keinginan kalian mau nya kapan up tiap harinya. Apa itu pagi, siang, sore atau kah malem. Coba kalian berikan saran ke author bagusnya up nya itu kapan. Biar kalian nunggunya juga ada kepastian.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸