
Sementara putri ku yang kini sedang mandi tak mendengar ada orang yang sedang menangis.
Namun, sekitar beberapa menit kemudian putri ku pun telah selesai mandi dan melangkahkan kaki menuju meja rias.
Disini lah saat ini putri ku sedang duduk melihat pantulan dirinya berada di dalam cermin sambil memakaikan sedikit riasan di wajah nya.
Baru saja ia memberikan sedikit bedak di wajahnya. Terdengar sayup - sayup suara seseorang yang sedang menangis. Awalnya putri ku mengabaikan suara tangis itu. Namun akhirnya ia pun penasaran dengan sumber suara itu.
"Hiks... hiks... hiks..."
"Suara tangis seseorang kan itu. Apa aku cuman salah denger kali ya." kata putri ku berbicara pada dirinya sendiri.
Setelah putri ku berucap seperti itu terdengar lagi suara tangis yang lebih jelas lagi yang kini di dengar oleh putri ku.
"Hiks... hiks... hiks..."
"Hantu atau orang ya yang nangis itu. Jadi merinding kaya gini lagi atau jangan - jangan..." kata putri ku tak melanjutkan lagi ucapannya karena ia malah menggelengkan kepalanya. Lalu berucap lagi.
__ADS_1
"Eh... jangan berpikiran negatif deh. Liat apa jangan ya siapa yang nangis itu. Tapi kalau liat berani nggak ya." kata putri ku yang bertanya tapi di jawab sendiri juga oleh nya.
"Berani kali aku gitu, mana takut. Langsung liat ah siapa tau seseorang yang dikenal sumber suara tangis itu."
"Eh... tapi - tapi kalau pergi terus yang nangisnya itu ternyata hantu gimana ya." hening sejenak karena saat ini putri ku sedang berpikir kalau misalnya suara tangis itu adalah suara hantu.
"Ya berarti memang sudah resiko dan nggak bisa nolak lagi karena udah terlanjur juga kan liat hantu. Em... kalau beneran hantu langsung lari aja kan beres dari pada penasaran kaya gini." kata putri ku lagi setelah cukup lama berpikir.
Lalu putri ku pun mulai berdiri dari posisi duduknya saat ini dan melangkahkan kaki menuju pintu untuk keluar dari kamar.
Ceklek...
Suara pintu pun kini terdengar oleh putri ku dan ia mulai melangkah keluar kamar menuju sumber suara.
Di setiap langkah pendengaran putri ku pun mulai ia gunakan dengan baik untuk mendengar dari arah mana sumber suara itu.
Langkah demi langkah kini ia mulai hampir dekat dengan sumber suara dan akhirnya ia pun telah mengetahui siapa orang yang menangis itu.
__ADS_1
Yang ternyata itu adalah neneknya sendiri yang sedang duduk sambil menangis. Ia awalnya ingin langsung menghampiri neneknya dan bertanya mengapa neneknya menangis.
Tapi akhirnya ia renungkan sebentar untuk mengetahui jikalau ibu ku berbicara pada dirinya sendiri.
Beberapa menit menunggu tapi putri ku tak mendapatkan apa yang ia harapkan itu. Hingga kini putri ku pun mulai mendekatkan diri dan memberanikan diri untuk bertanya pada ibu ku.
Saat sudah berada tepat di hadapan ibu ku putri ku pun langsung berucap pada ibu ku.
"Nek, nenek kenapa ko nangis?"
Ibu ku tak langsung menjawab ucapan putri ku itu. Tapi ia malah diam membisu dan seketika air mata yang sejak tadi menetes pun terhenti dengan sendirinya.
Saat ibu ku mendengar suara putri ku yang bertanya pada nya. Mungkin karena saat ini ibu ku mulai menyadari bahwa ia menangis terlalu kencang sampai - sampai putri ku yang di dalam kamar pun datang menghampirinya.
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1