
Saat perawat itu telah berada di hadapan ku. Ia awalnya bicara dengan ku secara akrab. Sementara rekan perawat itu yang melihat aku sudah larut dalam pembicaraan.
Ia mulai bersiap untuk menyuntikan obat penenang pada ku. Lalu entah ini filing atau apa aku berusaha melihat kebelakang tubuh ku.
Dan perawat yang berbicara dengan ku ia juga menyadari bahwa saat ini sikap aku mulai berubah kembali.
Ia lalu mencoba menahan dan tak membiarkan aku untuk melihat kebelakang.
"Em... bayi mu bener - bener sangat ganteng dan menggemaskan ya."
"Hem" hanya kata itu yang bisa aku keluarkan untuk menjawab ucapan perawat itu.
Karena aku merasa seperti akan ada bahaya terjadi pada ku. Dengan perlahan aku mulai melihat kebelakang tubuh ku.
Tetapi perawat itu lagi - lagi berbicara pada ku agar aku tak melihat kebelangkang tubuh ku.
Dengan pasrah aku menjawab setiap perkataan yang keluar dari perawat itu untuk ku.
Sampai di mana aku sudah sangat penasaran ingin tahu ada apa di belang tubuh ku.
__ADS_1
Kemudian karena perawat itu pun juga bingung harus mengeluarkan pertanyaan apa lagi pada ku.
Dengan spontan perawat itu malah memegang tangan ku.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik kemudian aku tiba - tiba marah pada perawat itu.
"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memegang tangan ku, hah... lepaskan tanganmu dari ku sekarang. Aku bilang lepaskan." kata ku dengan berteriak.
Perawat itu sempat kaget setelah mendengar ucapan ku yang berteriak padanya. Di dalam hati perawat itu merutuki kebodohannya.
"Maaf" hanya kata itulah yang bisa di ucapkan oleh perawat itu untukku sambil ia juga menjauhkan tangannya dari tanganku.
Seketika wajah ku berubah sangat marah dan geram karena saat ini aku mendengar suara bayi yang menangis sangat kencang.
Oek... Oek... Oek...
__ADS_1
"Liat... liat... karena ulah mu sekarang bayi ku terbangun dari tidurnya. Argh..." kata ku pada perawat itu sambil menunjukkan posisi bayi yang menangis dalam gendonganku.
Perawat itu langsung kaget dan ia lupa bahwa saat ini yang ada di pikiranku, aku sedang menggendong bayi.
Dan ia malah memegang tangan yang ada bayi di tangan ku. Sungguh saat ini dia merasa bersalah rencana yang telah hampir berhasil harus gagal kembali karena aku mulai tak bisa di kendalikan lagi.
Semua orang yang ada di ruangan ku kembali merasa resah dan gelisah.
Di saat itu terjadi perawat yang ada di belakang ku akan menyuntikan obat penenang pada ku.
Tapi belum sempat ia memberikan obat nya pada ku. Seketika aku telah berbalik ke belakang tubuh ku.
Membuat perawat itu diam terpaku karena terkejut melihat aku yang tiba - tiba sudah melihat dirinya.
Selain itu, ia pun merasa ketakutan karena wajah ku berubah sangat mengerikan. Pandangan mataku seperti hantu.
Tajam dan menakutkan bahkan suntikan yang sudah siap di suntikan pada ku. Tanpa sadar terjatuh dengan sendirinya ke lantai.
"Apa yang akan kamu lakukan pada ku. Hah... aku kira kalian, kalian, kalian dan kalian semua orang baik. Ternyata aku tertipu oleh tampang kalian. Pasti kalian ingin membunuh ku dan lalu kalian akan mengambil bayi ku dari ku. Ingat... aku tak akan pernah membiarkan kalian mengambil kembali bayi ku. Argh... argh... pergi kalian pergi... argh... argh... pergi..." kata ku pada perawat yang memegang suntikan dan pada semua orang yang ada di ruangan ku sambil aku pun mendorong kedua perawat itu agar menjauh dari ku. Tak hanya itu aku pun mulai tak bisa mengendalikan diriku lagi. Karena saat ini aku berteriak histeris.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸