Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Jangan Sampai Lupa


__ADS_3

Lalu Sinta mulai berbicara pada ibunya "Mah kami berdua mau duduk di sana ya. Boleh kan mah." itulah kata yang di ucapkan oleh Sinta untuk ibunya sambil menunjukkan salah satu tempat duduk di kantin tersebut.


Ketika Sinta telah selesai berkata seperti itu pada ibunya. Ibunya Sinta kemudian melihat sejenak tempat yang ditunjuk oleh Sinta barusan.


Sempat terdiam sejenak hingga akhirnya tanpa menjawab ucapan Sinta dengan sepatah kata. Namun, malah mengagukkan kepala yang menandakan bahwa ibunya Sinta menyetujui keinginan Sinta.


Dan tanpa berkata lagi Sinta dan putri ku langsung pergi menuju kursi tersebut. Sementara ibunya Sinta ia masih memesan minuman yang di minta oleh ibu ku tadi.


Selain itu ia pun juga memesan beberapa cemilan dan minuman untuk Sinta, putri ku dan dirinya sendiri untuk di sajikan di tempat duduk mereka berdua saat ini.


Ketika telah sampai di tempat duduk yang di tuju mereka. Mereka berdua lalu langsung mendudukkan diri di sana.


"Sin gimana kamu jadi kan tanyain yang nangis itu sama mamah kamu?" kata putri ku yang saat ini sedang bertanya pada Sinta.

__ADS_1


"Iya santai aja nanti aku tanyain, oke." kata Sinta menjawab ucapan putri ku.


"Hem... tapi jangan sampai lupa ya." kata putri ku menjawab ucapan Sinta.


"Iya nggak akan lupa, tapi kalau lupa kan kamu bisa ingetin aku, iya nggak." kata Sinta menjawab ucapan putri ku.


"Iya sih, tapi..." kata putri ku yang langsung dipotong oleh Sinta.


"Nggak usah pake tapi iya in aja biar nggak panjang." kata Sinta tanpa ingin di bantah sama sekali.


"Oh ya masa sih, ko aku lupa ya." kata Sinta menjawab ucapan putri ku dengan pura - pura lupa.


"Masa iya lupa Sin, kan baru aja kamu bilang kaya gitu ke aku. Jangan bikin aku nggak mood deh liat tingkah kamu kaya gini ke aku." kata putri ku mulai terbawa suasana setelah mendengar perkataan Sinta.

__ADS_1


"Bercanda kali cantik, baperan banget sih. Tenang aku pasti nggak akan lupa. Jadi nggak usah khawatir aku pasti tanyain. Gimana udah seneng belum suasana hatinya?" kata Sinta pada putri ku.


"Ih... aku kira beneran, jahat banget sih kamu Sin. Buat aku mikirnya kamu beneran tadi. Ah... tertipu nya aku sama ucapan mu itu." kata putri ku dengan sedikit jengkel mendengar ucapan Sinta.


"Waw... ternyata aku berbakat juga ya dalam tipu menipu." kata Sinta sedikit bercanda.


"Aneh bener sih kamu Sin, masa iya tipu menipu kamu sebut bakat apa baiknya menipu seperti itu. Bukannya malah membuat orang resa ya. Ada - ada aja kamu ini bicara nya Sin, Sin. Ckckck..." kata putri ku menjawab ucapan Sinta sambil menggelengkan kepala karena tak percaya dengan apa yang di ucapan Sinta tadi pada nya.


"Emangnya salah ya, aku bicara kaya gitu ke kamu." kata Sinta menjawab ucapan putri ku sambil bertanya juga pada putri ku.


Bukannya menjawab ucapan Sinta, putri ku malah menanyakan sesuatu pada Sinta.


"Menurut kamu salah nggak bicara kaya gitu?" itulah pertanyaan yang putri ku berikan untuk Sinta.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2