Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Langsung Berteriak


__ADS_3

Setelah aku puas memperlakukan wanita itu dengan apa yang aku lakukan tadi. Aku pun mulai tertawa bahagia.


Hahahaha... Hahahaha... Hahahaha...


Lalu berikutnya aku mulai menangis sangat kencang.


Huah.... hiks... hiks... hiks... hiks... hiks....


hiks... hiks... hiks... hiks... hiks... hiks....hiks...


Suara tangis ku yang sangat kencang sampai siapa pun yang mendengarnya terasa ingin ikut bersedih dengan hanya mendengar dan melihat ku seperti ini.


Tapi mungkin ada juga yang ingin tertawa melihat ku yang seperti orang aneh. Udah sebesar ini namun tangis ku seperti anak kecil yang tak di belikan permen oleh orang tua nya.

__ADS_1


Bahkan ibu, ayah dan putri ku mereka semua sangat prihatin dan iba melihat ku seperti ini.


"Nak udah ya jangan nangis. Disini ada ibu, ayah dan putri mu. Jadi jangan nangis ya, apa kamu nggak malu di lihat putri mu menangis seperti ini?" kata ibu ku mencoba membuat ku agar tak menangis lagi.


Sehingga karena ucapan ibu ini, aku pun mulai melihat wajah putri ku. Namun, tatapan itu hanya lah tatapan kosong. Karena aku malah menangis dengan histeris.


Hiks... hiks... hiks...


"Bu apa dia putri ku?" pertanyaan konyol ini pun aku keluarkan pada ibu ku.


Hingga dengan spontan aku malah menggelengkan kepala ku, lalu langsung membantah ucapan ibu.


"Bukan bu dia bukan putri ku. Aku belum melahirkan seorang putri bukan dan aku hanya melahirkan putra ku yang di ambil wanita itu dan laki - laki tak tahu diri itu bu. Bukannya ibu tau hal itu. Lalu kenapa dia jadi putri ku." kata ku yang malah membuat putri ku menangis sambil mencoba ingin memeluk ku.

__ADS_1


"Mamah ini aku mah putri mamah. Hiks... hiks... hiks... Mah ku mohon kembali lah seperti dulu sebelum mamah seperti ini. Aku janji nggak akan lagi minta mamah buat jalan - jalan lagi. Jika akhirnya bisa membuat mamah seperti ini. Hiks... hiks... hiks..." kata putri ku yang mendekat pada ku. Namun aku malah menghindar dari nya.


"Pergi kamu jangan dekat dengan ku. Aku bukan mamah mu. Aku hanya mamah dari putra ku yang di ambil paksa dari ku. Apa kau tau itu hah." kata ku yang sangat menyakitkan untuk putri ku. Tetapi walau menyakitkan putri ku berusaha tak di ambil hati ucapan ku itu yang terlontar pada dirinya.


"Mah, walau mamah tak menganggap ku ini putri mamah. Tapi aku akan tetap mengagap mamah, mamah ku selamanya. Aku tau mamah mungkin lupa aku saat ini. Tapi setelah mamah ingat aku lagi aku pasti sangat bahagia bisa mamah ingat lagi aku. Hiks... hiks... hiks..."


"Ah... bu bawa dia pergi dari ku bu. Aku... argh... argh... argh... sakit... argh...." kata ku yang tak bisa melanjutkan ucapan ku karena aku malah langsung berteriak sakit dan dengan reflek langsung memegang kepala ku yang berputar sangat tak karuan.


"Nak kamu kenapa?" kata ibu dengan panik.


"Iya nak kamu kenapa?" kata ayah pun yang tadi hanya diam. Langsung bertanya dengan panik ketika aku berteriak sakit.


"Mah... mamah... kenapa? hiks... hiks... hiks..." kata putri ku yang panik dengan di iringi isak tangis yang sendu.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2