Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Menunjukan Hasilnya


__ADS_3

Hingga aku tak menyadari kalau waktu sudah menunjukan tengah malam karena aku terlalu larut dalam keinginan cepat pagi, agar aku bisa tau hasilnya positif atau negatif.


Namun, tak lama setelah aku melihat jam yang menunjukan tengah malam. Aku pun mulai tertidur.


Di pagi hari aku terbangun dan langsung bergegas ke kamar mandi serta tak lupa juga membawa alat tes kehamilan yang di belikan suami ku kemarin.


"Em... langsung ke kamar mandi aja kali ya?" kata ku bertanya pada diri ku sendiri.


"Langsung aja kali ya, biar cepet tahu hasilnya apa?" kata ku menjawab pertanyaan ku itu tadi.


Seketika aku pun langsung pergi melangkahkan kaki ku menuju kamar mandi.


Ketika aku sampai di dalam kamar mandi, aku mulai menggunakan alat tes kehamilan tersebut. Ku tunggulah beberapa menit, sambil tak henti - hentinya aku mundar mandir sambil berucap positif negatif, positif negatif, positif negatif.


Kata itulah yang selalu ku ucapkan tak kala menunggu hasil dari alat tes kehamilan itu. Setelah dirasa waktunya cukup. Aku lalu mengambil salah satu alat itu.


Setelah ku ambil alat itu dengan mata tertutup karena takut kecewa sama hasilnya. Ku buka satu mata sambil menyipit. Karena terlihat samar - samar garisnya. Aku lalu memberanikan diri membuka mata yang satunya lagi.

__ADS_1


Ketika kedua mataku sudah terbuka sempurna. Aku lalu melihat alat itu dengan seksama. Setelah itu aku mengerjap - ngerjapkan mata ku dan langsung membuka mata dengan lebar serta mulut terbuka karena melihat alat itu.


"Ya ampun ini beneran kan, nggak bohong sama sekali." kata ku yang tak percaya dengan hasil alat tersebut.


Alat yang menunjukan hasil dua garis di alat yang aku pegang ini. Karena masih tak percaya dengan apa yang aku lihat ini takut kalau hasilnya tak akurat.


Aku langsung mengambil alat tes yang lainnya ternyata semua alat itu pun menunjukan dua garis. Tanpa bisa di tahan lagi aku menangis karena bahagia melihat hasil yang menunjukan bahwa aku kini telah hamil.


"Hiks... hiks... hiks... nak kamu sekarang hadir setelah lama mamah ingin kamu segera hadir dalam perut mamah. Sekarang kamu sudah hadir. Hiks... hiks... hiks..." kata ku dengan diiringi Isak tangis setelah tahu hasil semua alat tes itu.


Ku buka pintu kamar mandi dan ku masuk kembali ke kamar untuk menunjukan hasilnya kepada suami ku tak bisa ku tahan lagi saking bahagia aku mengetahui kabar ini.


"Mas bangun" kata ku yang mencoba membangunkan suami ku dengan memanggil - manggil nya.


Setelah ia bertanya ada apa. Aku langsung saja memberikan salah satu alat tes kehamilan itu. Ia lalu mengambil alat yang ku berikan itu dan menatap heran terhadapku.


"Apa ini? ko mas di kasih yang kaya gini." kata suami ku pada ku.

__ADS_1


Aku pun menyuruhnya agar melihat tes itu. Awalnya ia biasa aja setelah lihat itu dan seperti acuh menanggapinya, mungkin karena efek bangun tidur. Ia tak begitu fokus melihatnya.


Tak lama setelah itu, ia lalu tersadar sepenuhnya dan melihat kembali alat itu serta melihatku berulang kali saking terkejutnya ia melihat alat itu dengan dua garis terpampang jelas disana.


Seperti tak ada hal lain yang bisa ia ungkapkan, ia langsung memelukku dan mengucapkan terimakasih tak lupa dalam pelukan itu. Aku meresponnya hanya dengan anggukan saja.


Kami larut dalam kabar gembira ini. Sampai suamiku seperti tak ingin melepaskan pelukannya. Jika aku tak bicara untuk ia melepaskan pelukannya. Di karenakan aku hampir tak bisa bernafas saking eratnya ia memelukku tadi.


"Mas lepas kali aku pengap nih di peluk erat kaya gini sama kamu" kata ku yang mulai mengutarakan apa yang saat ini ku rasa kan pada suami ku.


"Eh... iya maaf lupa sayang. Mas terlalu bahagia dapet kabar ini dari kamu." kata suami ku menjawab apa adanya. Sambil melepas pelukannya itu.


Setelah ia melepaskan pelukannya, lalu ia pun mengajakku untuk ke dokter agar mengetahui benar atau tidaknya kalau aku hamil. Aku nurut aja saat ia mengajakku ke dokter karena jujur aku juga masih ngga nyangka sekarang ada lagi bayi yang berada di rahimku.


"Sayang kita pergi ke dokter yuk. Buat pastiin kamu beneran hamil atau nggak nya." kata suami ku yang mengajak ku pergi ke dokter.


"Boleh mas yuk. Aku juga ingin memastikannya lebih akurat ke dokter." kata ku mengiyakan ajakan suami ku.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2