
Tanpa pikir panjang lagi putri ku. Ia langsung melangkahkan kaki masuk kedalam ruangan ku dan mencoba mendekati ku.
Namun, sebelum itu terjadi tangan putri ku di pegang erat oleh ibu ku.
"Jangan ke sana nak, nenek mohon jangan dekati mamah mu dulu." kata ibu ku pada putri ku.
"Aku mau ke sana nek, tolong biarkan aku pergi ke sana. Hiks... hiks... hiks..."
Bukannya mengizinkan putri ku untuk menemui ku dan melepas genggaman tangannya. Ibu ku malah langsung membawa tubuh putri ku ke dalam pelukannya.
"Nenek takut mamah mu malah menyakiti mu. Kamu bisa lihat sendiri bukan sekarang keadaan mamah mu seperti apa."
"Tapi nek..."
"Sudah, nenek ingin kamu di sini. Jangan mencoba untuk ke sana. Apa kamu mau lakuin apa yang nenek katakan ini."
Dengan terpaksa dan sangat terpaksa mau atau tidak putri ku hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan ibu ku.
__ADS_1
Rasa lega kini di rasakan oleh ibu ku dan juga ayah ku atas jawaban dari putri ku.
Suasana saat ini sangat kacau apalagi melihat aku yang berteriak terus menerus tanpa henti.
Sampai di mana kami di buat terkejut dan ketakutan serta rasa yang menegangkan atas apa yang aku lakukan dan tunjukan untuk mereka saat ini.
"Argh... wanita jahat argh... argh... argh... kenapa kau mengambil bayi ku."
"Hahaha... hahaha... aku ibu yang kehilangan bayi bahkan aku... aku... belum sempat melihat bayi ku. Hehehe... hehehe... hahaha... hahaha..."
"Hiks... Hiks... hiks... bayi ku, bayi ku, dimana kamu nak. Mamah ingin menggendong mu, memeluk mu. Tapi..."
Ya wajah wanita itu ada di balik jendela. Aku lalu mulai melihat apakah itu benar - benar wajah wanita itu atau bukan.
"Hey... kembalikan bayi ku. Jangan coba - coba kau ambil bayi ku. Awas ya kau akan ku kejar kau dan akan ku buat hancur hidup mu karena telah mengambil bayiku." kata ku di balik jendela yang terbuka berteriak sangat keras bahkan tak hanya itu tubuh ku malah aku biarkan keluar dari jendela.
Semua orang yang melihat aku berperilaku seperti itu langsung panik.
__ADS_1
Apalagi kaki ku yang sudah berjinjit bahkan aku tak memegang sisi kanan atau kiri jendela.
Putri ku yang dari tadi berdiri bersama ayah dan ibu ku tak bisa terus menerus di sana.
Ia langsung berlari menghampiri ku dan memeluk diri ku.
"Mamah... aku mohon tenang lah mah... jangan seperti ini. Aku yakin mamah pasti bisa melewati ini semua. Aku mohon mah kembali lah seperti dulu."
Aku yang mendapat pelukan dari seseorang sempat kaget seketika. Tetapi itu tak berjalan lama karena saat seseorang yang memeluk ku telah mengatakan sesuatu untuk ku.
Aku malah terdiam membeku tak bisa berkata - kata lagi sampai aku pun mulai lupa dengan apa yang sempat aku lakukan.
"Mamah... jangan kaya gini lagi ya, mamah pasti sembuh, pasti kuat, mamah percaya kan kalau suatu hari nanti kita bisa bertemu dengan adek. Hiks... hiks..." Tanpa bisa di tahan lagi air mata putri ku kini keluar dengan sendirinya.
Suasana menjadi sangat sedih apalagi saat mendengar perkataan yang keluar dari putri ku.
Semua orang yang ada di sana bahkan sudah hampir meneteskan air mata. Apalagi saat mendengar suara tangis putri ku yang begitu membuat mereka tersentuh untuk bisa meneteskan air mata.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸