Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Ada Kesempatan


__ADS_3

"Iya deh aku maafin mamah. Tapi ada syaratnya gimana mamah setuju gak" kata putri ku yang telah memaafkan ku. Tapi dengan sebuah syarat yang dia ajukan padaku.


"Ih... kamu ini. Iklas nggak maafin mamah nya. Masa iya maafin aja harus ada syaratnya" kata ku yang menjawab ucapan putri ku itu.


"Iklas lah mah. Ya kalau ada kesempatan kan nggak papa di gunain dulu" kata putri ku menjawab ucapan ku.


"Hem... terserah kamu lah nak, lalu apa syarat nya" kata ku yang langsung bertanya mengenai syarat yang di inginkan putri ku.


"Bentar mah aku pikirin dulu" kata putri ku meminta waktu untuk menjawab syarat yang dia inginkan.


"Ih... mamah kira udah tau dan udah ada syaratnya mau apa. Tapi nyatanya masih di pikirin. Kamu ini ada - ada aja." kata ku menjawab ucapan putri ku.

__ADS_1


"Ya biarin dong mah suka - suka aku. Sebenernya udah ada sih yang aku pikirin tapi ada dua pilihan. Nah itu yang buat aku harus pikirin mana yang harusnya aku ajukan sebagai syarat sama mamah." kata putri ku menjawab ucapan ku dan menjelaskan mengenai apa yang dia ucapkan.


"Oh karena itu. Kenapa nggak kamu ajukkin dua - dua nya sebagai syarat kan lebih gampang seperti itu tanpa harus di pikirin. Iya nggak ucapan mamah itu." kata ku pada putri ku.


"Hem... iya juga ya mah, ko aku baru kepikiran ya" kata putri ku menjawab ucapan ku itu.


"Ya makannya kamu pinter sedikit memanfaatkan situasi bukannya malah buat bingung sendiri." kata ku menjawab ucapan putri ku.


"Iya deh mamah ku yang baik dan pengertian. Jadi sekarang aku akan ajukan dua syarat pada mamah. Dan apakah mamah setuju dengan dua syarat yang akan ku ajukkan itu." kata putri ku pada ku.


"Ya nggak papa dong dua. Soalnya tadi juga mamah kan yang rekomendasikannya buat ajukkin dua syarat" kata putri ku.

__ADS_1


"Oh ya masa sih mamah. Kapan mamah bilang kaya gitu" kata ku yang tak sadar bahwa secara tidak langsung aku telah memberikan ide itu pada putri ku yang akhirnya aku sendiri lah yang akan menanggung resiko nya.


"Ah... mamah mah gitu. Suka pura - pura lupa padahal baru aja mamah yang bilang gitu ke aku." kata putriku lagi pada ku.


Hening sejenak sambil aku pun berpikir kapan kita - kira aku meberikan ide itu pada putri ku. Setelah aku mengingatnya begitu terkejutnya aku bahwa apa yang di ucapkan putri ku itu memang benar adanya. Bahwa aku lah yang telah memberikan ide itu padanya.


Sempat berpikir untuk mencari pengelakkan atas jawaban yang ku berikan pada putri ku tentang dua syarat itu. Namun sayangnya aku tak bisa menemukan kata yang pas untuk mengelaknya.


Hingga akhirnya aku pun pasrah dan akan menerima dua syarat apa yang akan di ajukan putri ku pada ku.


"Mah, mamah setuju kan dengan dua syarat ku itu" kata putri ku bertanya kembali pada ku karena melihat aku yang terdiam dan tak merespon ucapan nya itu tadi.

__ADS_1


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2