Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Tak Sesuai Harapan


__ADS_3

Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah. Di dalam perjalanan tak henti - hentinya putri ku pun berbicara menunjukkan kegembiraan nya karena hari ini kami berdua pergi untuk jalan - jalan.


Berhentilah sepeda motor yang ku gunakan tadi untuk menunju tempat ini. Sesaat putri ku pun langsung melongo di buat nya.


"Mah, ko ke sini sih" kata putri ku setelah menyadari tempat yang ia inginkan tak sesuai harapan.


"Lah kenapa emangnya nak, kalau ke sini" kata ku yang menjawab ucapan putri ku.


"Kata mamah kan mau jalan - jalan. Ko jadi ke sini sih mah. Ah... mamah mah buat aku nggak seneng" kata putri ku yang protes mengenai tempat yang saat ini kami berdua datangi.


"Emangnya tadi mamah bilang mau jalan - jalan ke mananya kamu tau nggak tempatnya kaya gimana. Terus tadi kamu tanya nggak tempatnya seperti apa?" kata ku malah bertanya pada putri ku.


Dan secara otomatis kepala putri ku pun menggeleng dengan spontan sebagai jawaban atas pertanyaan ku itu.

__ADS_1


"Kalau gitu salah mamah di mana nya. Dan kenapa kamu jadi nggak seneng mamah bawa ke sini. Bukannya sama aja ya ini juga jalan - jalan. Soalnya kan sama juga keluar - keluar rumah juga. Ya nggak sih ucapan mamah." kata ku menjawab ucapan putri ku itu.


"Ih... mamah ya jelas salah lah. Ini mah bukan jalan - jalan namanya tapi mamah suruh aku buat kerja. Ah... pokonya aku nggak suka di sini tuh ngebosenin mamah. Aku cuman di suruh liatin mamah bekerja." kata putri ku menjawab ucapan ku sambil menjelaskan alasan mengapa ia tak ingin ke sini.


"Ya nggak papa lah nak. Ini tuh bisa buat kamu belajar biar jadi sukses. Pokoknya nggak ada protes lagi. Mau masuk atau mau pulang lagi tapi nggak akan mamah anter. Dan otomatis kamu pulang sendiri. Gimana kamu pilih yang mana. Itu terserah kamu sih mamah mah nggak maksa." kata ku sambil melangkah meninggalkan putri ku untuk masuk ke tempat kerja ku.


Putri ku lalu berpikir dan memilih pilihan yang mana yang harusnya ia pilih saat ini. Kalau ia masuk ia pasti akan merasa bosan. Tapi kalau pulang sendiri ke rumah ia males.


Hingga akhirnya keputusan putri ku pun. Pergi untuk masuk menemui ku. Walau resikonya ia pasti akan mati kebosanan. Itu lebih baik daripada ia pulang ke rumah sendiri.


Ceklek...


Suara pintu yang di buka dari ruangan ku. Terlihatlah putri ku orang yang membuka pintu itu. Yang saat ini sedang menunjukkan wajah terpaksa nya memasuki tempat ku ini.

__ADS_1


Lalu tanpa berucap putri ku pun duduk di sofa yang ada di tempat ini. Sambil menunjukkan wajah yang lebih parah dari ketika ia membuat pintu.


Dan akhirnya aku pun mulai mengeluarkan suara ku karena tak tahan melihat wajah putri ku itu.


"Nak nggak jadi pulang" kata ku pada putri ku.


"Menurut mamah kalau aku di sini. Masa ia aku udah pulang" jawab putri ku dengan ketus.


"Iya juga ya. Kenapa mamah baru kepikiran" kata ku mengiyakan ucapan putri ku itu.


"Itu karena mamah memang selalu kaya gitu" kata putri ku lagi pada ku.


Next Episode...

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2