
Ketika aku larut dalam pembicaraan bersama ibu nya Sinta. Entah kenapa pandangan ku tak melihat lagi ke arah putri ku.
Dan di saat aku teringat kembali untuk melihatnya ke arah tadi Putri ku dan Sinta berada. Malah tak melihat mereka.
Seketika rasa panik pun aku rasakan. Aku mulai mengalihkan pandanganku ke sekitaran tempat putri ku tadi. Dari arah kiri dan kanannya.
Namun, tak aku dapati keberadaan putri ku. Setelah aku melihat ke sekeliling tempat ini aku pun di buat panik karena tak bisa menemukan putri ku.
Dari yang awalnya aku duduk sekarang. Aku mulai berdiri bahkan aku tak menghiraukan keberadaan ibunya Sinta dan langsung pergi begitu saja meninggalkan ia disana.
Aku terus saja mencari ke sana kemari. Tetapi aku tak mendapatkan informasi dari orang - orang tentang keberadaan putri ku.
Seketika air mata ku mengalir begitu saja tanpa di minta. Rasa bersalah karena telah lalai menjaganya selalu menghantui ku.
__ADS_1
Bahkan hampir saja membuat aku akan teringat kembali tentang putra ku yang di ambil paksa dari ku. Dan aku tak ingin putri ku pun di ambil lagi dalam hidup ku. Seperti putra ku itu yang tak pernah aku liat seperti apa wajahnya sekarang.
Dan apakah putra ku bahagia, apakah laki - laki itu dan wanita itu menjaganya dengan baik, memperhatikan kenginan putra ku dan yang lainnya. Aku nggak tau sama sekali yang bisa ku lakukan hanya memberikan doa untuknya. Semoga putra ku mendapatkan kebahagiaannya walau aku tak berada di sisinya.
Kembali lagi dengan keadaan ku saat ini. Ketika rasa bersalah itu aku rasakan. Aku terus berusaha tanpa henti mencari putri ku. Walau kaki ini sudah merasa sakit karena banyak melangkah dengan tergesa - gesa dan tak mendapat kan apa yang aku ingin kan.
Dan aku pun di buat frustasi bahkan pikiran - pikiran negatif pun tak lepas dari apa yang saat ini aku rasakan.
Takut kalau putri ku dibawa oleh orang yang tak di kenal. Lalu nanti putri ku dijadikan pengemis, atau bahkan di jual dan lebih parah putri ku di ambil organ tubuhnya. Itulah yang saat ini aku pikirkan.
Di saat aku larut dalam pikiran antara pikiran negatif dan positif aku lalu tanpa sengaja bertubrukan dengan seseorang.
Bruk....
__ADS_1
Lalu aku pun terjatuh karena tak sempat menyeimbangkan tubuh ku. Hingga akhirnya aku terjatuh dengan begitu saja.
Orang yang menubrukku pun ia mengulurkan tangannya untuk membantu ku berdiri kembali. Saat aku terima uluran itu yang sebelumnya aku ragu untuk menerima bantuannya.
Akhirnya aku pun mengulurkan juga tangan ku. Ke tangan orang yang menubruk ku itu. Disaat aku telah berdiri kembali. Aku lalu menatap orang yang telah menubruk ku dan membantu ku berdiri.
Karena tadi di saat aku menerima uluran tangannya pandangan ku masih melihat ke bawah dan tak melihat wajah orang itu.
Deg...
Aku diam terpaku melihat orang itu. Orang yang saat ini berada di hadapan ku adalah orang yang dulu pernah menjadi masa lalu ku.
Masa yang membuat aku menjadi tak ingin melihatnya lagi dan tak ingin dekat dengan nya lagi walau sedetik pun itu.
__ADS_1
Bersambung....
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸