Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan

Status Yang Tak Pernah Ku Inginkan
Tak Habis Pikir


__ADS_3

Di saat laki - laki itu telah selesai dengan ucapannya. Malah aku mendengar suara seseorang yang tadi aku sedang mencarinya. Ya suara itu adalah suara putri ku.


"Mamah" panggilan putri ku kepadaku.


"Iya nak, kamu tadi kemana mamah cari - cari kenapa nggak ada" kata ku pada putri ku ini.


"Em... tadi aku lagi beli minum mamah. Aku kan haus udah keliling - keliling tempat ini. Tuh Sinta juga beli." kata putri ku menjelaskan kemana dia pergi sambil menunjuk ke arah Sinta di akhir kalimatnya.


"Oh gitu ya. Lain kali kasih tau mamah ya, biar mamah nggak khawatir dan panik mencari kamu. Oke." kata ku menasehati putri ku.


"Iya mamah. Maaf dan janji nggak akan ulangi lagi" kata putri ku kepada ku.


Pembicaraan ku dan putri ku pun telah berhenti setelah aku tersenyum mendengar jawaban putri ku tanpa menjawabnya.

__ADS_1


Lalu laki - laki itu pun kini diam membeku melihat seorang anak perempuan yang memanggil ku mamah. Dan setelah itu dia pun berucap.


"Risna, apa dia putri ku" kata laki - laki itu kepada ku sambil menunjuk putri ku.


Bukannya menjawab aku malah berbicara lagi pada putri ku.


"Nak kamu ke Sinta lagi ya. Mamah lagi ada perlu dulu. Nanti mamah ke sana" kata ku pada putri ku.


"Iya mamah" jawab putri ku singkat sambil melangkahkan kaki meninggalkan aku dengan laki - laki itu untuk menemui Sinta dan mamah nya.


"Apa peduli Anda jika dia putri Anda atau bukan" kata ku yang menjawab ucapan laki - laki itu setelah putri ku pergi dari tempat ku ini. Tanpa kejelasan melainkan seperti sebuah pertanyaan yang terlontar untuknya.


"Ya aku kan ingin tau aja sih. Siapa tau anak itu anak ku. Karena aku liat - liat usianya sama dengan usia putriku dulu." kata laki - laki itu.

__ADS_1


"Anda baru ingat bahwa Anda memiliki putri setelah Anda membiarkan dan tak mempedulikannya di saat dia ingin mendapatkan perhatian dari papahnya. Ckckck..." ucapan ku yang tak habis pikir dengan jawaban laki - laki itu.


"Jadi benar anak itu adalah anak ku" kata laki - laki itu kepada ku.


"Menurutmu anak siapa lagi kalau bukan anak yang kau tak anggap sama sekali keberadaannya" jawab ku pada laki - laki itu.


"Ya bisa aja kan. Anak itu bukan anak ku secara gitu ya kamu dulu kaya apa. Dan jangan kira aku nggak tau kalau kamu bukan hanya berpacaran dengan ku saja dulu. Mungkin anak itu juga anak salah satu pacarmu yang lain dan kamu akhirnya melimpahkan tanggung jawab sama aku. Bener nggak ucapan ku." kata laki - laki itu makin tak tahu diri.


"Ya anggap lah mungkin aku seperti itu. Jika itu memang menurut Anda anak ku bukanlah anak Anda. Dan satu hal yang pasti aku akui bahwa dulu aku memang pernah pacaran dengan laki - laki lain. Tapi setelah aku kenal dengan Anda aku putusin laki - laki yang jadi pacar ku. Dan akhirnya aku percaya dengan Anda dan menjalin hubungan dengan Anda. Tapi apa yang aku dapatkan setelah aku menjalin hubungan dengan Anda. Aku malah Anda rusak masa depannya. Hingga akhirnya aku dapat status seperti ini. Apa Anda merasa puas dengan jawab ku ini." kata ku yang sudah emosi mendengar ucapan yang terlontar dari laki - laki itu untuk ku.


Next Episode...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2