
"Emang kau kira aku akan mengganggu kehidupanmu dan anakmu itu janda. Jangan mimpi aku tak berminat sama sekali." kata laki - laki itu dengan angkuhnya.
"Oh ya, buktinya tadi Anda mencoba ingin menggangu hidup ku dengan mengatakan aku janda. Bukankah itu sama aja bahwa Anda sedang menggangu ku. Jika perkataan janda itu bukan mengganggu lalu apa." kata ku pada laki - laki itu.
"Itu pengecualian karena kau memang pantas di panggil seperti itu bukan. Karena kau memang janda" kata laki - laki itu menjawab ucapan ku.
"Ya aku memang janda. Tapi nggak seharusnya aku di panggil janda, janda, janda karena apa? itu karena aku punya nama dan nama ku bukan janda. Ingat itu baik - baik bahwa nama ku bukan janda." kata ku yang membantah ucapannya.
"Hahahaha... lalu kau ingin aku panggil apa kalau bukan janda. Sayang, baby, cinta atau apa biar aku tau" kata laki - laki itu mencoba menawariku panggilan yang harus di berikan untukku.
__ADS_1
"Jangan terlalu berharap aku pilih panggilan yang Anda sebutkan itu untukku. Karena aku muak dengan semua panggilan itu. Apalagi jika itu keluar dari bibir Anda." kata ku yang tak memilih satu pun panggilan yang di sebutkan laki - laki itu.
"Ck... jangan so deh kamu. Janda tapi tinggi banget harga dirinya" kata laki - laki itu semakin menjadi - jadi ucapannya yang terlontar untuk ku.
"Emangnya nggak boleh gitu dan ada larangannya janda nggak boleh tinggin in harga dirinya. Kalau di perlakukan tak baik seperti ini sama orang seperti Anda. Ingat ya kami memang lemah tapi tak selemah yang Anda kira. Jika di perlakukan seperti ini oleh orang seperti Anda ini. Yang bisanya cuman ngerendahin seorang janda." kata ku pada laki - laki itu.
"Terserah mu lah janda tapi memang Faktanya bahwa kamu itu janda. Hahahaha..." kata laki - laki itu dengan tertawa mengejek di akhir kalimat yang dia ucapkan. Seperti bagaikan sebuah lelucon kata janda yang dia ucapkan itu.
"Ya, ya, dan ya Anda benar bahwa aku memang janda. Janda yang di tinggal oleh dua laki - laki yang dengan teganya membuat aku mendapatkan status janda ini. Dan salah satu laki - laki itu adalah Anda yang dengan sangat bangga mengejek saya dengan panggilan janda. Apa Anda nggak malu mengejek janda di hadapan Anda ini yang sempat jadi masa lalu Anda." kata ku pada laki - laki itu dengan berani berkata apa yang saat ini aku rasakan sesuai fakta dan kenyataan yang ada.
__ADS_1
"Oh ya, aku adalah laki - laki itu. Oh ya ampun aku ternyata jahat sekali. Kasihan ya janda ini telah jadi janda karena ku." kata laki - laki itu menunjukan wajah iba nya terhadapku.
"Bukan, itu bukan Anda tapi orang lain yang tak mau mengakui bahwa orang itu adalah dirinya sendiri" kata ku yang menjawabnya asal.
"Syukurlah kalau bukan aku. Karena aku merasa tak enak hati jika itu memang aku" kata laki - laki itu masih tak mau mengakuinya.
Lalu aku pun langsung menjawab ucapannya
"Yang tau hanya Anda. Siapa orang itu dan bagaimana tampang orang itu. Dan tak lupa bagaimana sikap dan bagaimana isi hatinya sampai harus mengeluarkan kata - kata kurang pantas untuk seseorang di masa lalu nya, yang di campakkan begitu saja tanpa ada niatan sedikit pun untuk meminta maaf karena kesalahannya." kata ku pada laki - laki itu dengan begitu ada nya.
__ADS_1
Next Episode...
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸